
Setelah cukup lama memandang rembulan diatas sana, rasa ngantuk yang datang tanpa permisi sepertinya mengisyaratkan dirinya untuk segera beristrahat....
dan Eza pun terlelap dalam buaian mimpi yang indahnya
...............Rz..............
Pagi menyingsing...
cahaya mentari pagi yang sedang menyapa diri
membuat makhluk bumi yang terbuai mimpi
bangun menyambut hari
aktivitas padat yang hanya terdiam sesaat
menuntut para pengais rejeki untuk melesat cepat
disertai pagi mentari
serta senyum manis para kekasih hati
berharap waktu cepat berganti
untuk berjumpa kembali....
begitupun dengan pemuda yang satu ini, setelah selesai dengan semua rutinitasnya segera melesat untuk menunaikan kewajibannya....
Beberapa menit kemudian...
"Arya ayo....ngapain bengong pagi hari kesambet baru tau rasa loe" Eza
"ohhh..iya jomm" Arya
"ohh iya Za kan nggak lama lagi tuhh ujian akhir bagusnya kita lanjut di mana yaa" Arya
"alahh...nggak usah mikirin soal itu dulu dong, yang mesti loe pikirin loe lulus apa nggak" sahut Eza
"kalo soal itu sihh gue yakin 100% pasti lulus..makanya gue mikirin yang itu" Arya penuh percaya diri
"yakin sekali anda, otak cetek ketek gitu" Eza
"gini-gini gue pinter juga kali" Arya
"yayayaya" Eza hanya manggut-manggut
"Tapi kalo soal itu sih gue nggak mau terlalu pusing diri, mau itu negeri ataupun swasta intinya sama aja yang penting gue sama loe" ucapy Eza sambil menepuk bahu kanan Arya
mendengar ucapan Eza membuat mata Arya berbinar-binar serta terharu
"gue nggak nyangka Za elo segitunya" Arya
"ya iyalah gini-gini kan gue sahabat loe" Eza bangga
"nggak maksud gue bukan itu..maksud gue loe pinter juga yaa berkata-kata permata" Arya
"huuu...gue bejet-bejet loe udah enak-enakin malah ngelunjak" Eza kesel
"bercanda Za..sungguh gue terharu dengan kata loe...justru gue pikir loe akan lanjut tanpa gue" Arya dengan terharunya
"ya enggak lah gue nggak mau persahabatan kita sampai sini doang kan dari Smp kita mulai bebarengan lanjut Sma masih sama, kok kuliah kita pisah" Eza menatap Arya
"EZAAA.." teriak Arya langsung memeluk Eza
Eza pun membalas pelukan sahabatnya itu...
"ingat kita bukan sahabat melainkan sodara dalam bentuk sahabat..." ucap Eza dan di angguki oleh Arya
"sudah-sudah masih pagi kok udah meloowww, jom kita lanjutin lagi nanti telat lagi" Eza
SKIP AJA YA GAESSS...
__ADS_1
Lanjut saat ujian akhir telah dilaksanakan....
"Za besok ujian final nih...besoknya kita kemana yaa" Arya
"kita cari university aja dlu sekalian daftarin diri supaya nggak ribet, jadi nanti bisa liburan puassss" Eza
"bener juga tuhhh, okeyy setelah ujian final besok kita langsung otw aja ya" Arya
Eza hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya...
.............Rz..............
esok hari pun tiba...
dan ujian final pun telah usai
meninghalkan para siswa-siswinya harap-harap cemas menanti hasil akhirnya
sedangkan dua pemuda itu langsung otw mencari university yang diinginkannya...
meninggalkan kecemasan soal hasil ujiannya di sekolah...hahahaha
setelah cukup lama berkeliling...akhirnya pilihan kedua pemuda itu jatuh pada iniversitas negeri yang ada di hadapannya....
" Za loe sadar nggak sihh" Arya
"apaan" jawab Eza penasaran namun tak menoleh ke arah Arya karena masih sibuk memandang kampusnya kelak
"kita kan udah kesini Za" sahut Arya
"ahhh...yang bener perasaan ngga tuhh" jawab Arya
"ooohh..berarti loe yang tua" Arya
...FLASHBACK BEBERAPA JAM YG LALU...
Jadi Author sengaja kasih mereka mobil yahh gengs...malu dong keliling kota kesana-kemari pake kaki yang ada nanti kaki pangeran kita pada berotot lagi kan nggak lucu...hahahaha..., jadi karna Author berbaik hati sama Babang Eza dan Arya kita kasih mobil yaa...ceritanya ini mobil Eza dan Eza sendiri yang nyetir
"kita kemana nih" Tanya Eza yang fokus menyetir
"Tunggu-tunggu gue search di guuglu dulu biar gampang" Arya
"dapet nihh ada lima kampus 2nya swasta 3nya negri gimana" Arya
"klo gitu kita cek semuanya aja" Eza
"jom" Arya
Setelah sampe ke kampus 1
" gimana Za" tanya Arya
" nggak bagus jarak dari rumah jauhh"
Kampus 2....
"gimana Ya" kali ini Eza yang bertanya
" aiiii nggak bagus nggak ada yang menarik" jawab eza
Kampus 3
"ahhhh nggak bagus terlalu luas nanti kita kesasar" ucapnya bebarengan
Kampus 4
belum sempat turun dari mobilnya Eza sudah menolak dengan alasan terlalu sempit nggak ada parkirannya
"tapi kayaknya ini bagus dech Za" bela Arya
"gue nggak suka" jawabnya melajukan mobil
__ADS_1
Kampus 5
"aisssss...jurusannya nggak ada yang menarik" Arya
"kalo gitu kita keliling aja lagi siapa tau ada kampus yang terselip dibalik jalan" ucap Eza sembarangan
setelah cukup lama berkeliling tanpa arah dan tujuan tiba-tiba Eza ngerem mendadak dan berhasil membuat Arya cium dasboard mobinya
"aduhhh bibir ku yang seksi lecet....loe apa-apaan sih Za" pekik Arya kesakitan
Tidak mendapat jawaban dari Eza menyadarkan Arya bahwa sosok pendosa itu tidak di sampingnya..
"mana lagi tuh bocah kampret...nah tu dia...ehh ngapain tuh bocah disitu berdiri tegak kayak tiang listrik aja" Arya yang melangkah keluar menuju Arya
"ngapain loe"sahut Arya menepuk bahu pemuda itu
"wahhh ini orang kesambet kali yaa..Zaaa" Arya
"Ya loe lihat..kayaknya yang ini cocok dech,kita kuliah disini aja"
"haaaa ini kan yang tadi" jawab Arya
...FLASHBACK END...
...............Rz..............
Jadi yang ini kampus yang ke 4 tadi yaa gengs...
"ohhh mungkin karna tadi kita nggak turun jadi nggak keliatan...lagian yang salah ini kampus bukan gue" Eza
" lahhhh gimana ceritanya orang ini kampus dari loe belum di buat udah ada" Arya
"ya salah lah kenapa coba ini kampus nyelip diantara pepohonan pinggir jalan terus disampingnya kan ada toko jadi gue nggak liat" elak Eza
"ohhh gue tau nih yang salah tuh bukan nih kampus tapi mata luh tuhhh yang sipit kelelep jadi nggak keliatan kan tadi aja bilang alah disini sempit belh..bleh..blehh" Arya
"gue nggak peduli mau mata gue yang salah atau loe yang nggak waras...initinya kita kuliah disini aja" Eza
Arya hanya menjawab sambil menggeretu dalam hati
"gue dongkrak juga ttuh mata"
Setelah mengambil formulir pendaftaran dua insan itupun kembali pulang....
"ehhh kita ketaman bentar yahh....lagian belum sore amat nihh" Ajak Eza
"hmmm gue mah serah loe yang bawa mobil kan elo bukan gue" Arya
Eza hanya senyum manis menanggapi sahabatnya itu
Di Taman....
Apakah kamu masih kesini...
atau ini hanya harapan hati..
berharap kita bisa bertemu kembali...
biarlah takdir yang mempertemukan kita...
maka nasib akan meununtun kita untuk saling bersapa...
walaupun menunggu tanpa kepastian
setidaknya keyakinan menjadi harapan
berharap pertemuan bukan jadi khyalan
*Aku masih bersabar menantimu
gadis ku*.....
__ADS_1
dan kuharap kaupun begitu