~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 84


__ADS_3

Mira meremas kuat dadanya, rasanya sangat sesak di dalam sana. Akhirnya sekian lama tak berjumpa hari ini adalah pertamanya lagi mereka saling bertatap.


bohong jika rindu itu tidak ada, namun apa boleh dibuat keadaan sudah berbeda rasa ingin memeluk terpaksa ia harus pendam karena kini posisi yang tak lagi memungkinkan


Jack memperhatikan Mira di balik kaca spion, dia paham sangat paham bagaimana sekitnya melihat orang yang kita cintai bersama orang lain dan Jack paham akan hal itu


"Mir... are you okey" tanya Jack


"hmmm... iya, apakah ada jadwal yang mendesak Jack jika tidak antar aku pulang" pinta Mira dibalas anggukan oleh Jack


"Mas.... " panggil seseorang membuyarkan lamunan Fadil


Setelah kepergian Mira, Fadil masih berdiri kaku di tempatnya memandang nanar kepergian Mira itu


"iya" balasnya anpa menoleh ke sosok itu


"Mas ada apa" tanya perempuan itu


"tidak papa kita pulang yuk, belanjanya udah kan" tanya Fadil dibalas anggukan oleh perempuan disampingnya


Fadil menggandeng tangan perempaun itu membawanya menuju parkiran dimana mobilnya terparkir, Perempuan itu hanya mampu bergelayut manja di lengan Fadil dan Fadil membiarkan nya saja


•••••••


Eza dan Arya menuju tempat dimana Eza dan Inara datangi waktu itu. tempat yang sama persisi dalam mimoinya waktu itu


"tempatnya bagus banget Za" kagum Arya


"hmm bagus banget malah" balas Eza karena apa yang di akspresikan Arya saat ini sama persis ia waktu itu


"BTW Inara mana kok belum nyampe" tanya Arya yang kini duduk di samping Eza, pasalnya dari kemarin ia belum bertemu dengan Inara dan kini saat ini di depannya penuh akan kantongan dan berbagai paper bag yang ia bawa dari kota


"bentar lagi juga nyampe" balas Eza sambil ngemil keripik yang dibawanya tadi


"Za... "


"hmmm"


"kapan loe balik"

__ADS_1


"napa"


"nggak juga sih gue hanya mau loe nemenin gue ngurus kepergian gue nanti"


"ohhh... palingan minggu depan kalo enggak 2 minggu lagi"


"ohhh, oh iya gue mau ngomong klo sepupu gue mau dateng ke jakarta rencanya sih nantinya ia kerja di kantor papi"


"bagus dong nantinya mami ama papi nggak bakalan kesepian lagi klo loe nggak ada di rumah"


"hmm iya"


tengah perbincangan mereka, suara teriakan dari seseorang yang sangat mereka kenal, siapa lagi kalau bukan Inara


"hos.. hos.. hos..maaf aku telat tadi ada kerjaan" belum juga mereka membalas ucapan Inara, sosok asing datang menghampiri mereka


"ahhh... maaf kenalin ini temen aku namanya Rizki dan Rizki ini Eza dan Arya temen aku dari kota" ucap Inara memperkenalkan mereka bertiga


selesai memperkenalkan diri masing-masing, akhirnya mereka berempat duduk berkumpul di bawah pohon rindang sambil menikmati oleh-oleh yang dibawah Arya dari kota


"oh iya Arya kata Eza beneran kamu mau lanjut S2 di luar negeri" tanya Inara membuat Arya menghentikan aktifitas nyemilnya


"iya, rencananya memang dari dulu mau lanjut S2 disana" balas Arya


"jauh sih iya, yang bilang deket siapa. bukan berarti kampus disini nggak pada bagus hanya saja kuliah di luar negeri kek gimana gitu, keren aja sih"


"astaga berarti loe kesana hanya mau dibilang keren doang gitu" sela Eza membuat Arya tertawa


"ya enggak lah, tapi boleh juga sih kan keren tuh tau-tau udah pulang eh bawa mantu bule buat mami" kelakar Arya membuat Eza mendelik tak terima, sedangkan Inara entah mengapa ada satu sudut hatinya sakit mendengar candaan Arya itu


"sialan"...desis Eza


sedangkan Rizki... astaga sepertinya cocok buat jadi patung bernafas doang


••••••


keesokan harinya...


dan kebetulan hari ini weekend jadi Mira memutuskan sekedar jalan-jalan di mall saja, rasanya sangat sumpek jika hanya sendiri di rumah saja

__ADS_1


Mira berjalan kesana-kemari entah mencari apa, setiap toko ia masuki namun tidak membawa satupun belanjaan di tangannya


hingga tanpa sadar ia menabrak seseorang


"astaga..maaf.. maaf" ucapnya


"ahh nggak papa" mendengar itu Mira mendingak melihat siapa yang du tabraknya


"ehhh... pak Restu" sapanya terkejut ternyata yang di tabraknya adalah Restu Pangestu rekan bisnisnya


"hai.. "sapa Restu dengan senyum menawannya. Pria 36 tahun itu terlihat begitu tampan dengan pakaian casualnya


"ha.. hai" balas Mira gugup apalagi di beri senyum manis itu


"shoping"tanya Restu sekedar basa-basi


"iya.. eh nggak" lah Mira bingun menjawabnya


"terus yang bener yang mana"


"ahh.. maaf pak"


"astaga jangan formal gitulah, sekarang kita bukan rekan bisnis. apa boleh kita temenan" tanya Restu membuat Mira gugup


"ohh tentu pak.. eh"


Restu tertawa pelan melihat tingkah gemas Mira


"Restu saja tanpa embel-embel pak nya"


"Mas restu aja yaa soalnya kan disitu lebih tua dari saya"


"emang kelihatan tua yaa"tanya Restu selain bercanda dia juga serius bertanya. Apa bener dia kelihatan tua kan umurnya belum terlalu tua pikirnya


"eh nggak bukan gitu maksudnya, Mas Restu aja yah rasanya nggak sopan hanya memanggil Restu saja"


"terserah kamu aja"


"bareng yuk" ajak Restu membuat Mira hanya mengangguk

__ADS_1


tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka berdua


tatapan teduh penuh luka memandang nanar kepergian mereka


__ADS_2