
3 Bulan sudah berlalau, kini semuanya tampak kembali seperti semula.
Dimana Eza,Arya dan Inara kembali bersama sebagai sahabat.
Inara sendiri sudah mulai terbiasa akan keadaannya sekarang, dimana posisinya yang leluasa dekat dengan cowok-cowok idola kampus yang sanggup membuat iri para mata ditambah lagi kedekatannya dengan Eza dan Arya membuat ia juga dekat sosok Justin, salah satu cowok yang wajib di perhitungkan kadar ketampanannya juga.
Sedangkan Dirga, sosok yang hanya mampu diam tanpa kata melihat gadis yang disukainya kini semakin jauh dari jangkauannya. Tapi jangan salah sosok Dirga ini juga tak kalah tampannya dari Eza, Arya dan justin
Terus bagaimana kondisi Marcella cs dan Tiara in the geng....Yups
nasibnya sama seperti Dirga, tapi yakinlah bahwa saat ini ada 1001 macam siasat yang siap meluncur kapan saja dari mereka berdua.
Ketika rasa cemburu tak dapat di bendung maka rencana licik siap meluncur....
Hari ini seperti biasa tak ada spesial bagi sebagian orang hanya bangun tidur, bekerja, setelah itu pulang dan kembali tidur. Itu untuk para pejung nafkah memang sibuk...
Pengangguran gimana...
yah bangun tidur..tidur lagi, main hp sampe bosan, guling sana-guling sini setelah bosan jalan sana-jalan sini..yah sama aja sih sama-sama sibuk bedanya ini sibuk menyibukkan diri.
Antara 2 itu yang beda cuma pejuang ilmu, menimba yang bukan air tapi harus tetap di timbah, menuntut tapi tak salah tapi tetap harus dituntut....salah ILMU apa sih...
Hari ini walaupun terkesan hari membosankan tapi menyenangkan bagi Eza,bagaimana tidak setiap hari terasa indah bila ada Inara, terasa menyenangkan bila ada Arya dan terasa lengkap bila ada Justin
"Ra..."panggil Arya saat melihat Inara di depan sana sambil bercengkrama ria dengan Eca, Caca dan Ifa
sedangkan yang dipanggil hanya celingak-celinguk mencari sumber suara tak ada gambar itu
"hai" balasnya tampa suara tapi tangannya melambai membalas sapaan Arya yang masih ada di sana
Arya memberi kode bahwa ia akan ke sana sebentar lagi dan dibalas anggukan oleh Inara
"ini Eza mana sih..lama banget" gerutunya sambil terus mencoba menghubungi Eza, Eza Kampret nama kontak yang tersemat dan merasa cocok untuk si Eza
"loe dimana sih...dah jamuran gue nungguin elo nya" ucap Arya saat panggilan dah terhubung
"......"
"gue diparkiran nungguin elo dasar lelet"gerutu Arya
"cepetan" setelah itu sambungan terputus
10 menit kemudian
akhirnya primadona kampus kita datang juga. Dengan tampilan casualnya Eza turun dari mobil sportnya membuat mata semua memamndang ke arahnya
"sungguh nikmat tuhan mana lagi yang di dustakan jika sudah seperti ini" mungkin batin orang yang melihat
__ADS_1
"akhirnya setelah ribuan purnama aku menanti loe nongol juga" cibir Arya saat Eza datang mendekat ke arahnya
"lebay"balas Eza mencibir
"yuk kita ke sana" ajak Arya sambil menggandeng tangan Eza
"kemana" balas Eza yang merasa risih akan sikap Arya
"ikut aja napa sih"
"lepasin nggak...pake gandeng segala"
"helowwww...truk aja gandengan kelas masa loe enggakk" balas Arya dengan cibirannya
"kayak loe aja punya gandengan, sayang banget diriku harus jadi gandengan loe" balas Eza tak kalah cibirnya
"bacot loe bambang..******"
akhirnya Arya dan Eza sampai juga di tempat Inara berada, padahal jaraknya hanya 20 meter tapi berasa 100 meter apalagi sambil ngoceh-ngoceh nggak jelas
"hai Ra..loh temen-temenmu kemana kok hilang" ucap Arya yang kini duduk di samping Inara diikuti Eza
"pergi ke perpus kenapa nyariin Eca yaa"goda Inara
"nggak..nyariin kamu lah"balas Arya menggoda
"nih air minum dulu kasian tenggorokannya serek"ucap Inara polos sambil menyerahkan botol minumnya
"belum ke minum kok" tambahnya lagi
"bekas juga nggak papa" jawab Eza setelah itu minum padahal tadi ia nggak haus sama sekali
"nanti hangout yuk"ajak Arya
"eh..bagi dikit dong gue haus" tambahnya lagi smbil merebut botil yang di genggam Eza itu
"dimana"tanya Inara
"dimana-mana aja boleh" jawab Arya
"nih botolnya sayang kalo hilang solnya cantik seperti orangnya" goda Arya lagi
"apaansih..GEJE deh" uslcap Inara tersipu
"di cafe biasa CERIA NAN BAHAGIA"usul Eza
"aku sih ikut-ikut aja asal di traktir hehehe" nyengir Inara
__ADS_1
"tenang selama masih ada Eza semuanya geratisssss" balas Arya
"sue..giliran traktir aja urusan gue..ck" balas Eza
"sekalian ajak Justin Za" sahut Arya
"aku ajak Eca boleh nggak" Inara
"nggak..nggak usah ngapain nambah pengeluaran aja" jawab Arya
"ih kok gitusih...Justin aja dibawa kok Eca enggak" balas Inara kini dalam mode cemberutnya yang semakin manis dan imut di mata Eza
"Justin beda ada urusan penting...kalo si Eca nggak ada" ucap Arya
"bilang aja pelit"
"aku sih enggak kalo dia iya" jawab Arya sambil menunjuk Eza
"sue..."
dan
bugh
satu pukulan jengkel melayang tepat di lengan Arya dan berhasil membuat Arya meringis
"kalian lucu tau nggak, nggak bosen ngelihatnya" ucap Inara
"sama aku juga nggak bosen ngeliat kamu" lagi-lagi gombalan nyeleneh keluar dari mulut laknat Arya
"ahh..males banget dengerin gombalan mulu..aku ke kelas dulu ya" pqmit Eza kemudian pergi nlmeninggalkan Arya dan Inara
"dih ngambek...apa cemburu ya"
"cemburu..kenapa" tanya Inara heran
"entahlah...mungkin Eza suka kamu kali"
"ah..masa sih..nggak mungkinlah lagiankan ada Marcella dan Tiara yang cantik beda ma aku" jawab Inara malu
"yang cantik akan kalah ama yang sederhana dan manis...seperti kopi pake gula sederhana namun banyak peminatnya" jawab Arya
"memang iya Eza suka ama aku...kucel dekil gini" batin Inara
"yaudah aku ke kelas duluya..nanti malam aku jemput kamu bareng Eza" setelah itu Arya pergi menuju kelasnya meninggalkan Inara yang masih bertanya-tanya
"Eza suka sama aku....Tapi....gimana yaa"gumam Inara
__ADS_1