~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Pelunasan Hutang Yg Tertunda


__ADS_3

Setelah jam istrahat tiba..


semua siswa berbondong-bondong keluar kelas menuju tujuan masing-masing, begitupun dengan Eza dan Arya yang memilih ke kantin sekolah mengisi perut yang sedari tadi dangdutan-dangdutan manja dalam perut


"pesan apa Za?"


"bakso ama es jeruk aja"


"oke..kalo gitu sama, tunggu bentar gue pesenin" Arya belalu pergi


sekian lama menunggu tiada akhir yang di tunggu pun datang menghampiri dan langsung disantap oleh kedua pemuda tersebut, saat sedang asyik mengunyah tiba-tiba datanglah sekelompok gadis beranggotakan 3 orang menghampiri


"boleh gabung gak?" tanya ciwi yang bernama Rena ketua geng kolompoknya


"gabung aja kali" sahut Arya yang notabenenya memang ramah sama siapa saja tapi tak mengurangi harga dirinya sebagai seorang pria


sedangkan Eza yang memang cuek akan seorang perempuan lebih memilih diam tak menggubris ucapan Rena dan lebih memilih mengunyah makanannya


selama acara makan-makan di kantin si Rena yang memang cerewetnya minta ampun selalu saja nyerocos tanpa henti...membahas tentang inilah itulah dan tak berujung, sehingga membuat si Arya yang tidak enak hati selalu menyahut seadanya saja untuk menghormati perempuan bemulut lemes yang dihadapannya itu.


kalo sih Eza ma..diam tak bergeming dengan topik yang menurutnya nggak penting itu dan memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.


"gue duluan mau ke perpus" Eza yang berdiri mulai berlalu meninggalkan mereka


"gue ikut..tunggu, aku pamit ya..sampai nanti" Arya yang bediri dan berlali menyusul Eza


"selamat-selamat, untung elo langsung pergi.. bosan gue denger si Rena yang nyerocos terus, heran gue itu mulut atau apa...nyeroco terus nggak ada remnya ckckck" sahutnya sambil mengelus dada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


saat memasuki perpustakaan sekolah lagi-lagi dua pemuda itu menjadi sorotan ciwi-ciwi yang ada didalam. tak memperdulikan sekitar Eza menuju rak buku dan mencari buku yang diinginkannya meninggalkan Arya yang duduk di bangku yang menjadi tempat favorit mereka saat ke perpus yaitu di pojokan yang agak tertutup dengan susuan rak-rak buku, sehingga tidak terlalu terekspose dari pandangan banyak orang.


setelah menemukan buku yang diinginkannya, ia pun menuju ke tempat dimana Arya berada karena memang Eza hobi membaca dan menulis jadi ia selalu menyempatkan diri ke perpus sekolah untuk me-refresh pikirannya dengan membaca.

__ADS_1


bel masuk pun berbunyi, semua penghuni sekolah masuk keruangan masing-masing untuk menuntaskan tugas masing-masing, kalo guru memberi ilmu maka siswa menerima ilmu dan sterusnya sampai bel pulang pun berbunyi


di depan gerbang....


"za jadikan hari ini loe tebus hutang lo"


"iya-iya kalo gitu kita ke taman aja, gue pengen banget kesana soalnya"


"okey"


Saat sampai ditaman di bangku favoritnya yang berada dibawah pohon Trembesi Eza pun mulai menceritakan alasan mengapa taman ini menjadi candu baginya


"okey..sekarang gue sudah sangat siap denger dongeng loe" ucapnya Arya antusias dan menghadapkan dirinya dengan Eza


" okey denger ya...PADA ZAMAN DULU...." Eza yang memperagakan sama persis dengan film kartun anak yang tayang di tv


" STOPPPP...ngapain loe pake ngedongeng segala"


" waduhhh..." sahut Arya yang reflek menepuk dahinya sendiri


"ganteng-ganteng kok bego...untuk bukan ganteng-ganteng punuan" gumam Arya membatin sambil tertawa geli


"okey-okey...sorry berjanda"


"BERCANDA ROMLAHH" sahut Arya yang mulai kesal


"iya Sukijah" jawabnya tertawa puas setelah menjahili sahabatnya itu


"okey kita mulai"


"Sebenarnya tempat ini punya memori sendiri buat gue hanya dengan kesini walaupun hanya duduk termenung berjam-jam bisa mengurangi beban-beban yang menumpuk di pundak gue seolah-olah semuanya terbang terbawa angin dan membawanya entah kemana hanya angin yang tauuuu

__ADS_1


"jadi waktu itu...saat pulang sekolah gue kan kesini yaa alasannya sih...biasa setiap gue rindu ortu gue pasti gue kesini, karena tempat ini banyak banget kenangan-kenangan yang tertinggal tentang nyokap dan bokap gue" penjelasannya dengan wajah sedih saat mengingat kenangan lalu


Lanjutnya lagi setelah diam beberapa menit mengatur emosi dalam diri...


"saat sedang asyik-asyiknya gue flashback-flashback gitu, tiba-tiba ada selendang terbang bro..terus mendarat di muka gue..loe mau liat nggak selendangnya" ucapnya sambil mengeluarkan selendang itu dari tasnya


"loe terus bawa ni selendang dalam tas lo" Arya


"he'eh...jadi waktu itu saat gue cari pemiliknya kan nggak ketemu tuh tapi gue ada liat perempuan yang sedang cari sesuatu gitu...pas gue mau samperin tu cewek tiba-tiba...."ucapnya memotong ceritanya


"Beuhhhh...itu cewek bro ckckckc cantik banget bro gue aja sempat mikir mungkin tuh cewek bidadari kesasar bro" ucapnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya karena penuh kekaguman akan sosok waktu itu


"Terus loe udah kenalan sama tu cewek?" Arya dengan penuh tanda tanya karena sedari tadi antusias menjadi pendengar yang baik


"Beuhhh..pake nanya...Ya enggak lahh" jawabnya santai


"Dasar loe kutu kasur" ucap Arya sambil ngejitak kepala Eza


"aduhhh" keluh Eza sambil mengusap bekas jitak dari Arya


"tapi loe tau dia ada dimana?" timpalnya lagi


"Itu dia bro gue nggak tau dia ada dimana, makanya gue selalu dimari berharap dapat ketemu lagi sama tuh cewek, tapi sayang sampai sekarang nggak ketemu-temu" jawabnya lesu


"Ooo" Arya sambil manggut-manggut


Setelah cukup lama duduk ditaman sambil berbincang-bincang membahas hal-hal sepele tapi menyenangkan, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.


Bahkan selama perjalananpun selalu di iringi senda gurau keduanya


Tambahan gaesss: Sebenarnya tuh sosok Eza ini orangnya Humoris dan royal tapi hanya saat dia bersama orang yang sudah ia kenal dan tahu betul akan dirinya, jadi maklum aja kalo sama yang lain dia cuek-cuek bebek😅😅

__ADS_1


__ADS_2