
Pagi hari menyingsing dimana sinar-sinarnya menyapa lembut para penghuni bumi mengisyaratkan untuk memulai segala aktivitas yang sudah menanti
suasana pagi di kota dan didesa justru sangat jauh berbeda
di desa suasana pagi terasa sangat terasa, dimana kicauan burung dengan suara yang berbeda meyambut pagi, embun pagi yang terasa dingin menyapu lembut kulit, serta udara yang amat segar dimana tak ada campuran polusi dapat dinikmati tanpa takut sakit.
pagi ini Arya bangun pagi entahlah apakah memang keinginan atau karna mimpi dari malaikat mimpi yang didapatkannya
setelah mengumpulkan nyawa yang masih tertinggal dari alam mimpi ia memutuskan untuk segera mandi tapi baru 5 menit di dalam sana ia sudah selesai dengan ritual mandinya kemudian ia bersiap-siap dan menuju kamar Eza.
di depan kamar Eza tanpa perlu mengetuk lagi Arya langsung menyongsor masuk kedalam dilihatnya Eza masih nyaman dalam mode tidurnya
"titisan kebo nih kayak gini" ucap Arya
"wee...wee..wee..bangun udah pagi"ucao Arya sembari mengguncang tubuh Eza
walaupun tubuhnya diguncang oleh Arya tapi Eza tak kunjung bangun
"nggak salah gue bilang kalo Eza tidurnya kayak orang mati..huh..banguninnya gimana yaa" ucap Arya sambil berpikir
"AHA" sahutnya lagi dengan menjentikkan jarinya
" hehehehe...sepertinya ada mainan nih di pagi hari...mampus loh Eza hahahaha" batin Arya sambil memperlihatkan senyum smriknya
dengan susah payah Arya membopong tubuh Eza ke kamar mandi
"waduh nih anak berat banget lagi..kalo berat beban badan sih nggak masalah tapi kalau beban dosa mampus loh diplintir malaikat di neraka baru tau rasa" gerutu Arya
butuh perjuangan bagi Arya membawa Eza menuju kamar mandi dan selama adegan itu Eza bahkan tak terganggu sama sekali akan tidurnya itu
"okey waktunya beraksi baby..hahaha"
kemudian Arya memposisikan Eza di bawa sower kemudian menyetel suhu airnya dengan suhu dingin
"1,2,3 dan go" Arya kemudian menyalakan sower dan berlari keluar agar tak kebasahan
aaaaarrggggg
"okey...1,2,3 dan..." ucap Arya
tiba-tiba Eza berlari keluar dengan basah kuyup sambil memeluk tubuhnya karena menggigil
melihat itu Arya tertawa lepas karena berhasil mengerjai sahabatnya itu.
mendengar ada yang tertawa Eza langsung menoleh dilihatnya Arya tertawa terpingkal-pingkal bahkan sambil rebahan di atas kasurnya
"suee loe..ini pasti ulah loe kan" hardik Eza
"sorry bro soalnya elonya sih dibangunin nggak bangun-bangun takutnya elo kebablasan terus mati hahahaha" sahut Arya
__ADS_1
"sue emang...aduhh dingin banget nih..huhuhuhu" ucap Eza dengan nada geter karna kedinginan
"iya dingin banget gue aja mandinya nggak sampe 5 menit nggak kuat soalnya" sahut Arya
"kenapa nggak melambaikan tangan ke kamera kan gampang" tanya Eza sambil membuka baju dan celanyan di depan Arya
"ya elaahhh loe pikir itu uji nyali..tapi ehh loe ngapain buka pakaian di depan gue" Arya sambil menutup matanya
" lebay banget loh kayak cewek aja" sahut Eza enteng
"iya emang gue cewek body gue aja cowok tapi jiwa gue hello kity hahaha" jawab Arya sambil membuka matanya
"sue emang dasar bencong" cibir Eza sambil memakai pakaian yang baru
"tapi loe suka kan" tanya Arya menggoda
"idihh najiss" jawab Eza yang jijik melihat Arya
"tapi BTW bagaimana ottoke elo mandi kok cepet banget nggak sampe 5 menit lagi bau banget loh mandi tapi mandi itik baru cemplung udah naik" tanya Eza yang menyisir rambutnya
"guencana dont worry be worry sorry dorry morry walaupun cuma 5 menit gue nggak bakalan bau karna selagi didunia ini madih ada deodorant dan parfum maka kebusukan bisa dimusnahkan...hahaha" sahut Arya
"tapi yang lebih bau elo dong mandinya cuma 3 detik doang jadi loe lebih parah dong..hahaha" tambahnya lagi
"walaupun 3 detik yang penting gue udah mandi dan seperti yang loe bilang tadi selagi masih ada deodorant dan parfum maka kebusukan bisa dimusnahkan...yaudah jom" ajaka Eza
"kemana lagi yaaa keluarlah emangnya loe nggak mau makan" cibir Eza
"ooo kirain mau jalan-jalan kemana gitu" tanya Arya sambil berjalan menuju Eza
"iya nanti kita jalan-jalan bertamasya keliling-keliling desa hendak melihat-melihat kejadian yang ada hingga naik ke becak kereta tak berkuda becak-becak tolong bawa Arya pentokin kepalanya, masukin dalam karung dan buang kelaut becak-becak tolong batu saya" ucap Eza sambil bernyanyi lagu anak yang berjudul Becak ( maaf yaa gengs kalau lagunya salah soalnya saya tidak hapal dan liriknya saya ganti maklum hanya untuk menghibur belaka)
"sue loe" ucap Arya menoyor kepala Eza
" santai bro semua yang ki sanak dengar hanyalah bualan belaka jadi tolong ampuni hamba" ucap Eza sambil bertekuk lutut dan mengatupkan kedua tangannya meminta maaf
"korban drama kayak gini nih...dasar maling kandang" ucap Arya sambil berlalu pergi menuju meja makan dan Eza pun meyusulnya
setelah sarapan pagi selesai Eza dan Arya keluar panti untuk jalan-jalan lagi menikmati alam sekitar
"Za loe tau nggak kemarin gue ketemu kembang desa" ucap Arya
"gue juga dan gue yakin kembang desa gue lebih cantik dan harum dari pada kembang loe" jawab Eza
"enak aja...kembang desa gue mah levelnya melebihi bunga mawar bin bunga melati" jawab Arya penuh bangga
"serah loe dah..asalkan loe bahagia aku mah apa atuhh" sahut Eza enteng
"kayak judul lagunya si Cita nan impian tuh" Arya
__ADS_1
"tapi gue yakin Za kembang desa yang gue temuin kemarin tuh emang cantik, manis, lucu, ihhh gemesen kalo makanan gue embat juga tuh anak dan yang lebih parahnya lagi gue ama dia udah...." sahut Arya
"stopp gue nggak mau dengar memang dasar mesum loe" sahut Eza memotong perkataan Arya
"otak loe tuh yang mesum bicaranya apa arahnya kemana..gini nih otak iman cetek bawah ketek kebanyakan setannya" sahut Arya menoyor kepala Eza
"terus apaan dong" tanya Eza polos
"nggak jadi nggak penting juga kalo gue nggak cerita loe nggak bakalan kehilangan kejantanan loe hahahaha" jawab Arya
"dasar somplak" Eza
"terus kita mau kemana nih jalan tanpa arah dan tujuan kayak orang berkelana aja" Arya
"jalanin aja nikmati setiap langkah yang ada dan perhatiin siapa tau ada keajaiban yang terjadi" Eza
"cakep...sejak kapan loe pandai merangkai kata udah kayak mario tangguh aja loe" Arya
" sejak saat itu dimana aku kembali dipertemukan olehnya seakan hati dan pikiran ku penuh akan kata-kata...eaaaa" Eza terkekeh
"bisa aee loh" Arya
"yaudah kali kita jalan aja siapa tau ketemu kembang desa kan lumayan kalo kecantok bisa bawa pulang sebagai oleh-oleh" sahut Eza terkekeh
" kebelet nikah loe kencing aja masih bengkok belum lurus dah mikirin nikah" Arya
"kalau dapatnya bidadari tak bersayap yahh gue pengennya cepet takut diambil orang hahaha" Eza
"P'A" Arya
"sampai kapan nih kita jalan mulu ini kaki bukan roda..cape nih gue"
"sampai kita menemukan apa yang kita cari eeaaa" Eza
"aiss udah nggak waras nih anak orang efek mandi 3 detik ya gini" gerutu Arya
"jom buruan gitu aja kok cape malu dong ama bulu kaki loe yang geriting" panggil Eza yang sudah beberapa langkah di depan Arya
" sorry yah bulu kaki gue nggak geriting tapi lurus" jawab Arya
"nggak maco kenapa nggak sekalian di cukur aja" Eza
"kalo gue cukur nanti loe nggak bisa bedain yang mana kaki cewek dan kaki gue karna akan beda 11/12" ucap Arya percaya diri
"idihh dasar cowok lunglai" cibir Eza
dan perjalanan keduanya pun terus berlanjut entahlah mereka mau kemana jadi biarkan saja mereka berkelana seperti lagu bang haji
"di dalam aku berkelana tiada yang tahu apa yang aku cari tiada yang tahu kemana aku pergi...nanananana" uppsss😂
__ADS_1