~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 63


__ADS_3

Eza kembali merenung di balkon kamarnya, memandang jauh keluar dengan tatapan kosong


banyak...sngat banyak pertanyaan di dalam benaknya. Slah satu mengenai Cella atau Marcella


apa benar Cella sosok memori terpendam yang dilupakannya


seberapa besar kenangan yang ia lupakan itu


Kenapa ia harus lupa....


kebingungan kini melanda dirinya, kenapa semuanya rumit, disatu sisi hatinya terisi akan sosok Inara, namun disisi lain kenangan lama kini baru terkuak kepermukaan hari ini


ada rasa penasaran mendorong dirinya ingin mencari tahu tentang kisah dan kenangan itu dan sungguh sialnya semunya rumit


mengingat Arya sangat membenci Marcella...


tunggu....bukannya Marcella bisa melukis, jangan-jangan sosok gadis kecil waktu itu dimimpinya Marcella


bukannya dimimpinya waktu itu ia bersama sosok gadis yang juga melukis, hanya saja wajahnya tak sempat dilihatnya


apa itu Marcella


Tapi kenapa harus Marcella yang sekarang dikenalnya, sosok gadis yang dihindarinya dan tak ingin di dekatnya...sial sungguh sial


Aaaaaaa.......


Eza mengacak-ngacak rqmbutnya penuh frustasi


kenapa-kenapa ia harus lupa dan semua baru ia ingat sekarang


••••••••


Malam harinya, saat ini Eza tengah duduk diantara keluarga hangat Arya. Ada papi dan Mami dua sosok yang ia anggap sebagai orang tuanya dan betapa baiknya mereka juga menganggap Eza sebagai anaknya


rasa sayang mereka juga limpahkan kepada Eza tlseerri mereka curahkan kepada Arya selaku anak kandung


"makasih Mih" ucap Eza saat meneruma piring yang telah terisi nasi dan lauk dari tangan mommy Arya


"iya sayang...makanlah"


acara makan malam berjalan dengan khidmat, selesai makan malam mereka semua duduk di ruang tamu dimana Arya dan Eza duduk berseblahan sedangkan mommy dan daddy duduk di depan mereka sambil merangkul mesra


kedua manusia yang belum mencapai setengah abad itu selalu tampil romantis


"gimana...apa plan kalian kedepannya tak lama lagi kan kalian wisuda" tanya Papi Hendra


"kalau Arya sih mau lanjut S2 Pih tapi lanjutnya di Amerika" jawab Arya membuat Papi dan Maminya terkejut pasalnya Arya tak pernah bilang mengenai rencananya itu


"kenapa nggak disini aja sayang" tanya mami Rina

__ADS_1


"nggak Mi...aku mau di Amerika aja hanya dua tahun mi" balas Arya


"tapikannl itu lama sayang nanti mami kangen gimana" ucap Mami Rina sedih


"ini keputusan anak kita Mi sebagai orang tua kita wajib dukung yang terbaik buat anak-anak kita" ucap Papi Hendra menenangkan istrinya


"nanyi kalau Mami kangen tinggal kesana aja Mi atau tiap hari kita VC an" ucap Arya menenagkan membuat Mami Rina pasrah


"kalau Eza gimana" tanya Papi Hendra ke Eza yang hanya diam


"Eza disini aja Pih bantu Bi Mira ngurus perusahaan" jawab Eza


"lagian sudah waktunya juga buat Bi Mira sedikit bebas tidak muluk-muluk mengenai perusahaan aja biar Eza yang gantiin ngurus perusahaan"tambahnya lagi


"Eza pasti sudah pahamkan seberapa besar tanggung jawab yang nanti kamu emban, Papi harap kamu bisa diandalkan dan membanggakan" ucapnPapi hendra dibalas anggukan mantap dari Eza


"tak terasa waktu sudah jauh berjalan l, dulu kalian masih anak tanggung sekarang sudah dewasa, sudah punya jalan masing- masing yang satu mau jadi dokter satunya lagi calon CEO"bucap Mami Rina bangga


"dan mungkin ini kali pertamanya juga kalian berpisah biasanya selalu namplok kayak perangko" tambahnya lagi di barwnhi kekehan kecilnya


Eza dan Arya saling pandang kemudian tersenyum, benar kata Mami Rina ini kali pertamanya mereka akan berpisah cukup lama demi impian masing-masing


sempat terkejut saat mendengar pernyataan Arya yang lebih memilih melanjutkan studi gelar kedokteran di luar negeri, sempat tak rela namu apa daya Eza hanya diam


••••••


Eza dan Arya kini duduk santai di cafe ceria nan bahagia, cafe favorit merek


"kenapa baru sekarang loe ngong mau ke Amerika" tanya Eza


"baru kepikiran aja" jawab Arya santai


"kenapa nggak disini aja"


"pengennya di Amrik, bukqannya disini nggak bagus hanya saja gue pengen cari pengalaman baru buat anak cucu hehehehe" jawabnya dengan cengengesan


"gesrek" cibir Eza


"kenapa....rindu loe belum juga pergi udah rindu aja" balas Arya mencibir


"ngapain rindu ogah....gue cuma mikirin mami dan papi loe doang"


"mami dan papi loe juga kali" ucap Arya males


"hmm....gue vuma mikir kedeoannya mereka gimana kalo nggak ada elo"


Arya menghembuskan nafas lnya kasar, juga berat baginya meninggalkan keduni orang tuanya terutama sang Mami yang selalu memanjakannya


"mau gimana lagi Za, gue juga kesana buat mereka supaya bangga. Dokter adalah cita-cita gue dan gue ingin mereka bangga daat nantinya gue balik dengan jas putih di badan gue"

__ADS_1


"makanya kalau gue kesana sering-sering loe nginep dirumah , temenin mami dan papi" tambahnya lagi


"lagian loe sih pengennya jauh"


"namanya juga keinginan plus kebutuhan Za" ucap Arya membuat Eza mengernritkan dahinya


"syukur-syukur ketemu jodoh Za kan nggak ada yang tau barang kali jodoh gue teresesat disana dan bingung arah jalan pulang hahahaha"


"stressss" kesal Eza


"oh iya soal Inara gimana" tanya Eza laguli membuat Arya menghentikan tawanya menjadi tatapan serius


"kali ini gue nyerah Za tapi nggak mengalah, soal Inara gue rela dia ama elo tapi jika nanti elo nyakitin dia jangan salahin gue yang datang ngerebut dia" ucap Arya serius


membuat Eza bungkam melihat ketegasan dari Arya


"gue ada masalah Ya" ucao Eza


"apa" tanya Arya menaukan satu alisnya


"ternyata gue dan Marcella udah pernah dekat waktu dulu" ucap Eza membuat Arya teecengang


"maksudnya"


"ternyata selama ini ada bebarapa ingatan gue yang dihapus Za, kata Bi Mira itu langkah yang diusulkan dokter buat gue karena waktu itu gue masih kecil saat kematian orang tua gue takutnya psikis gue terganggu" jelas Eza


"dan ternyata Marcella salah satu memori yang kebuang itu" lanjutnya lagi


Arya menatap Eza datar


"gue harus gimana Za, gue rasa kedepannya akan rumit" lirih Eza


"gue nggak tau Za ynng gue tahu gue nggak mau elo nyakitin Inara. Ingat Marcella itu suka ama elo dan gue suka ama Inara. Gue rela loe ama Inara tapi mendengar elo ada deket ama Marcella walaupun itu dulu buat gue was-was buat lepasin Inara ama elo" jawab Arya


Eza menatap Arya


"elo udah pasti tau Marcella itu seperti apa kan" tanya Arya


Eza tak menjawab juga tak mengangguk


"gue cuman nggak mau kedepannya ada masalah Za, seandainya dulu Marcella nggak ngusik Inara gue nggak akan sebenci ini ama dia"


"dan gue akan maklum jika ternyata Marcella deket ama elo" tambahbArya lagi


Eza hanya diam dan mendengarkan


"seingat gue, gue pernah janji ke dia buat milih dia jika udah dewasa" ucap Eza tiba-tiba


"sepertinya akqn rumit Za" ucap Arya dengan senyum smriknya

__ADS_1


dibalas tatapan tajam dari Eza


apakah ini awal hubungan Eza dan Arya penuh persaingan


__ADS_2