
Inara duduk termenung diatas bukit tempat dimana ia, Eza dan Arya pernah bersama. Di tempat ini dapat ia lihat keindahan desanya.
langit senja diatas sana sangatlah indah, burung -burung berkicauan seolah bersyair untuknya, hembusan angin yang membelai indah wajahnya, membuatnya tak tahan untuk tidak merebahkan dirinya dihamparan rumput sebagai alasnya
dengan reflek tangannya keatas mengahalau sinar mentari yang sedikit menyilaukan pandangan
dalam suasana ini seolah menariknya ke masa itu, masa dimana dalam posisi yang sama diapit antara 2 sahabatnya sama-sama memandang langit senja.
rasa rindu itu menyeruak, tak dapat ia pungkiri 2 bulan di sini tentulah rasa ingin berjumpa, bersua pasti ada, namun sepertinya nasib tak mengijinkan untuk itu.
ia sadar ia hanyalah orang baru yang bisa saja menjadi penghambat untuk kedua sahabatnya, dan sebelum itu terjadi lebih baik ia menjauh jika perlu menghilang
"Ra.....Naraaaa" teriak seseorang yang entah siapa namun dapat Inara ketahui saat sosoknya sedikit-demi sedikit terlihat saat mendaki bukit ini
ternyata Rizki sahabatnya
"Rizki" panggil Inara sambil melambaikan tangannua
selama 2 bulan ini Rizki sangat membantunya, sahabatnya itu selalu ada disaat ia senang bahkan susah pun selalu ada...ahhhhh baik banget sih
"huhhh..huhhhh..astaga capek banget nih udah lama nggak kesini aku" ucalnya ikut merebahkan diri di samping Inara
"ngapain ke sini sih" tanya Inara
"tadi aku kerumah tapi bunda bilang kamunya disini, yaudah aku nyusulin ada yang ingin aku ngomongin solanya"
"apa" tanya Inara penasaran
"aku ada panggilan kerja di kota, katanya kantor baru gitu jadi siapa tahu masih butuh karyawan, kmu mau nggak ikut ke sana sia tahu keterima"
"beneran Ki"
"he ehm" jawab Rizki mengangguk
tentulah Inara sangat senang bukan main, selama 2 bulan ini sudah beberapa lamaran ia masukkan keberbagai loker namun sampai saat ini belum satupum yang menghubunginya
"tapi, bunda gimana Ki masa aku ninggalin Bunda lagiĺ
"perasaan waktu itu kamu ngomong deh bunda ikut-ikut aja siapa tahu bunda mau ikut kita ke kota, kamu ngomongin dulu aja deh"
Inara tak menjawab namun berpikir apakah Bundanya ikhlas meninggalkan desanya ini, dari jawabannya waktu dapat Inara tangkap bahwa sangat berat bagi bundanya untuk meninggalkan temoat ini
"iya"
hening....
__ADS_1
"emangnya di kota mana Ki"
"di bandung" Inara hanya mengangguk
"Ki..."
"hmmm"
"emangnya mamamu ngebolehein kamu ke bandung"
"yaiyalah orang aku kesana buat kerja"
"takutnya nggak ngebolehin orang kamu anak satu satunya"
"justru itu tidak sia sia aku bujukin, mijikin bantuin inilah, itulah buat ngijinin dan syukurnya setuju"
"hahaha...kamu ada-ada aja"
"yaudah balik yuk udah maghrib nih"
Inara dan Rizki menyusuri jalan sembari bersenda gurau, orang yang melihatnya tak heran lagi pasalnya mereka selalu seperti itu dari dulu hingga kini
•••••
Marcella kembali bertamu di rumah Eza membuat sang empu bosan akan kehadirannya
selama 2 bulan ini hubungan keduanya mulai sedikit mencair seperti sahabat oada umumnya, namun Eza tetaplah Eza kadang merasa bosan sendiri jika setiap hari selalu bertegur sapa akan sosok Marcella ini
"Za kebioskop yuk ada film baru loh" tawar Marcella sambil menscrool layar hp nya mencari film yang ingin di tontonnya
Eza hanya menetap jengah, selalu seperti ini dan seperti ini menjengkelkan saja
"nggak bisa gue ada urusan"tolak Eza
"ayolah Za..." rengek Marcella
"gue nggak bisa" tolak Eza lagi sambil beranjak meninggalkan Marcella disana
malam ini Eza ada janji bareng Arya di cafe biasa tempat nongkrong mereka
"Za....eza...ahhhh nyebeling" kesal Marcella namun tak di gubris Eza
beberapa saat kemufian ,Eza kembali turun dengan penampilan casualnya membuat Marcella yang masih duduk di sana bertanya
"mau kemana Za"
__ADS_1
"keluar bentar"
"ikutttt"
"nggak gue bareng Arya" jawab Eza kesal dan langsung pergi begitu aja
sesampainya di cafe, disana Arya sudah duduk manis dengan beberapa suguhan di depannya
"busyet laper loe Ya" sahut Eza tiba-tiba membuat Arya terkejut hingga tersedak
"njirrrr....bangsat loe Za...adu ljlh perih banget nih tenggorokan" kesal Arya sambil mengaduh
"lahian loe juga sih emangnya mami nggak ngasih loe makan" baas Eza sambip menyomot kentang goreng milik Arya
"laper gue"
"terus kita disini ngapain"
"nggak ngapa-ngapain" jawab Arya enteng membuat Eza kesal
"ck kamvret emang"
"loe tau nggak"
"apa"
"Syika ada di kampungnya"
"haaa....kampung tempat Bi Rika"
"he ehm"
"dari mana loe tahu"
"feeling aja sih" jawab Arya membua Eza yakin kemungingkan itu terjadi
"yaudah besok kita kesana aja lagian bulan deoan loe mesti berangkat"
"besok gue pikirin soalnya mami mau pulkam dan ngajakin gue"
"pulkam...ngapain"
"anak bibi gue ada yang merried"
"ohhhh"
__ADS_1