
2 pemuda itu terus melangkahkan kakinya menelusuri setiap pelosok yang ada, walaupun rasa lelah, letih dan lesu menghampiri namun semua setimpal dengan keindahan alam yang dapat menyejukkan mata...
setelah cukup jauh berjalan tibalah mereka disebuah daratan yang tak terlalu terjal dipenuhi dengan hamparan bunga dengan berbagai macam warna serta aroma yang khas dari masing-masing bunga.
"Daebak...sumpah nih keren banget" kagum Arya
"he eh baru kali ini gue liat ginian secara live biasanya lewat tipi doang itupun iklan yang biasanya berlalu lalang ckckck" ucap Eza dambil menggeleng-gelengkan kepalanya berdecak kagum
"ternyata ini real sungguh nikmat tuhan mana lagi yang didustakan kalo macam nih" ucap Arya
"gue rasa anak muda disini kalo pacaran nggak perlu keluarin modal"tambahnya lagi
"kenapa?" heran Eza
"loe nggak ngerasa atau nggak liat..ahh tapi maklum lah mata loe kan sipit jadi bawaannya pengen merem terus" cibir Arya
"sue...sipit gini kan gue dikirain idol kpop dah ganteng imut lagi" sahut Eza membanggakan diri
"idih pdnya ketinggian bang..jatuh patah remuk tuh badan" cibir Arya
"gini yahh..maksud gue itu kalo anak muda disini pacaran nggak perlu kuluarin modal yang gede buktinya kalo mau ngapel banyak tempat yang keren dih mari kalau soal bunga mah nggak usah ditanya lagi tinggal nyabut disini udah ada nggak pake bayar lagi..gratis dijamin orii" jelas Arya panjang lebar
"bener juga tuh...yaudah sebagai warga +62 yang baik nan budiman nggak afdol rasanya liat tempat keren kayak gini
nggak ambil foto cuss kita agak ketengah dikit" ajak Eza
"aiss nggak usah jauh-jauh takut ada ular bersarang disana" Arya
"ck nggak ada somplak ular tuh bertelur ditempat yang tertutup bukan tempat yang terbuka model gini" Eza
"sok tau..siapa tau ularnya bosen terus cari tempat yang terbuka kan nggak ada yang tau" Arya
"gue tau...tadi gue udah vidio call an ama tuh ular bilang ditempat ini amankan, nggak ada bini anak ama cucu bahkan sejenis loh kan, katanya gini nggak ada tuh jadi aman.."Eza
"muncul lagi tuh bego nya"ngumpat Arya dalam hati
cukup lama Eza bernego sama si Arya akhirnya Arya pun menyetujuinya.
mereka pun melangkahkan kakinya sepelan mungkin agar tak merusak deretan bunga disekitarnya. semakin melangkah ternyata tinggi para bunga disana cukup tinggi bahkan hampir se dada mereka
"udah sini aja jangan jauh-jauh nanti kita kelelep nggak bisa berenang lagi belum pernah kan loe berenang dihamparan bunga"Arya
"okey..ini loe potoin gue" ucap Eza menyodorkan hpnya ke Arya
"udah loe cepetan ambil gaya" Arya
ceklek
ceklek
ceklek
"udah nih.." Arya menyodorkan hpnya ke Eza
"wihh keren juga..."ucap Eza yang kalimatnya kepotong Arya
"siapa dulu Arya" ucao Arya membanggakan diri
"aiss maksud gue akunya atuhh" sahut Eza sambil memperhatian fotonya
" itukan karena gue yang ngefotoin elo" Arya
__ADS_1
"tapi kan karena gue yang pandai ambil gaya udah kayak model aja gue" elak Eza
"serah loe lah..malas gue" kesel Arya
"loe nggak mau gue fotoin gituh" tanya Eza
"tumben loh baik..tapi nggk loe bilang juga pasti gue nyuruh nih.."ucap Arya menyodorkan hpnya ke Eza
"itu buktinya gue PEKA yaudah cepetan ambil gaya" Eza
ceklek
ceklek
ceklek
"nihh" Eza menodorkan hpnya ke Arya
"aiss kok hasilnya jelek banget sih" protes Arya
"itu sih elonya nggak pandai bersolek didepan kamera" jawab Eza
"ini mah elonya yang nggak ikhlas ngefotoin gue" sahut Arya kesel
"yaudah kita balik gih tapi sebelum itu kita selfi dulu jarang-jarang kan kita selfi bahkan nggak pernah" ucap Eza sambil merangkul Arya dan mereka pun ber selfi bersama
setelah dari tempat itu mereka melangkahkan kakinya lagi mencari tempat yang indah lainnya
tak jauh dari tempat itu mereka menelusuri jalan yang agak menanjak saat sampai diatas lagi-lagi mata mereka dimanjakan dengan sesuatu yang indah
"sumpah gue nggak bosen-bosennya kagum sama nih desa keren bener" kagum Arya
dari atas tempat itu mereka dapat melihat pemandangan desa disekitar persawahan yang terbentang luas dengan jalan stapaknya yang berkelok-kelok seolah membentuk gambaran yang indah. dari atas sana juga mereka dapat melihat segala aktivitas masyarakat sekitar entah yang hanya berlalu lalang, menggarap sawah, berkebun, dan ada juga yang berkendara dengan kerbau sungguh sangat menampilkan kesan kehidupan pedesaan.
karena masih lumayan pagi jadi sinar mentari memberikan kesan lighting yang sangat indah dengan warna sang mentari pagi yang menyapu alam pedesaan disekitar. ditambah kabut embunnya plus tambahan sang pelangi di pegunungan yang jauh disana. memberikan kesan indah bagi 2 pemuda itu
cukup lama berdiri mengagumi hal itu mereka merebahkan dirinya di hamparan rumput dengan tangan yang menjadi bantalannya di bawah pohon yang daunnya agak lebat
"hufffff....seger banget, udara gini udah langkah banget di kota rasanya nggak mau balik deh gue terlalu berat rasanya ninggalin nih semua"
Eza hanya diam tak menanggapi ocehan sahabatnya itu. ia terlalu fokus memandangi langit diatasnya dengan burung yang terbang bebas diatas sana
20 menit waktu yang mereka habiskan di tempat itu dan mereka memutuskan tuk balik ke panti karena mentari sudah agak meninggi
di perjalan...
" tunggu kok arah jalannya beda sih nggak kayak yang tadi..."
"ya bedalah kitakan tadi dari bawah naik sini daripada kebawah lagi bikin lelah hati nan kaki lebih baik kita jalan lewat sini aja udah jalannya lurus lagi jadi nggak repot" jawab Eza enteng
"aiss...kalo kita ilang gimana loe kan nggak tau daerah sini" Arya panik
"tenang aja kalo kita ilang nanti gue kabarin babang supermen tuk jemput kita" Eza enteng
"terus kita terbang gitu" pertanyaan bodoh Arya terlontar gitu aja
"nggak lah" dahut Eza
"terusss" heran Arya karena se taunya superman itu terbang
"pake BECAK hahaha" tawa Eza pecah
__ADS_1
"sueee"
"mana ada tukang becak kesini orang jalannya agak tanjakan gini bisa meletus tuh betis dipake nge gayuh" gerutu Arya
"aiss kita lewat jalan yang tadi aja gue takut tersesat" khatwatir Arya
"nggak bakalan tersesat selain gue bisa hubungi babang supermen gue kan juga bisa bertelapi nanti gue share lock ke abang dukun tuk cari kita jadi santai aja keles" u ao Eza tenang
sedangkan Arya sudah panik setengah mati karena takut kesasar atau diculik
"aiss jangan berjanda deh..eh maksudanya bercanda..kalo kita diculik gimana" tanya Arya
"nyesel tuh penculik nyulik elo, elokan makannya banyak udah gitu ngerepotin lagi jadi mereka pasti berpikir 10x tuk nyulik elo" canda Eza
"sue"
"mau gimana lagi lebih baik nurut aja daripada nggak balik ya tuhan lindungilah hambah tunjukilah hamba jalan yang lurus jangan yang bengkok kayak si Eza aminnn" doa Arya membatin
setelah cukup lama menelusuri jalan akhirnya mereka sampe di tempat air terjun waktu itu
" wihh jalan pintas..tau-tau udah disini aja" Arya
"siapa dulu Eza temennya peta gitu loh" Eza menepuk dada memganggakan diri
" dora dong hahahaha" tawa Arya
"kalo gue dora jadi elo monyetnya dong hahahaha"tawa Eza
"suee" cibir Arya
"yaudah dari sini kita ke panti" ajak Eza
mereka kembali melangkahkan kakinya menuju panti dalam perjalan Eza sempat berhenti menatap tempat yang dulu menjadi tempat pertemuannya dengan Inara gadis yang selama ini dicarinya. hingga ia mengingat-ngingat kembali waktu itu
melihat Eza yang tak berada disampingnya Arya pun menoleh kebelakang ternyata dilihatnya Eza tengah melamun
"Eza loe ngapain ngelamun disitu buruan cepat nanti loe kesambet dedemit gennit baru tau rasa loe" teriak Arya membuyarkan lamunan Eza
Eza pun menghampiri Arya
"ngapain loe ngelamu disitu" tanya Arya sambil berjalan beriringan
"ohh itu..jadi waktu itu disana lah gue ketemu ama bidadari yang tak bersayap si kembang desa nih kampung" jawab Eza tersenyum mengingat wajah cantik Inara
"berhenti senyum-senyum nanti tuh bibir kendor" ucap Arya
"senyum kan pahala" Eza
"kalo senyumnya ama orang kan disini nggak ada siapa-siapa nanti loe dikiria gila lagi" cibir Arya
"suee"
ditengah perjalanan Eza menangkap sosok yang sangat dikenalinya, sosok yang berdiri tidak jauh di depannya yang tengah asyik memfoto alam sekitar
tanpa pikir panjang Eza pun berlari menghampiri dan menepuk bahunya. sedangngkan Arya hanya mengikuti Eza menghampiri sosok itu
merasa ada yang menepuk bahunya iapun membalikkan badannya
"haiii" sapa Eza
"Kamu" ucapnya bebarengan Arya
__ADS_1