
Pagi menyapa sebagai tanda bahwa segala aktivitas siap dikerjakan.
seperti hari ini, si tampan, manis dan berbudi durjana itu kini siap-siap otw ke kampus
"Bi...Bibi..."teriak Eza sambil menuruni anak tangga menuju meja makan
"MIRA...WHERE ARE YOU..YUHUUU"
"mau ditabok tuh mulut pake teflon" sahut Bi Mira dari arah dapur
"hehehe nggak Bi makasih takutnya nanti tambah ganteng lagi"
"nih makan..."ucap Bi Mira seraya meletakkan nasi goreng spesial yang biasa ia buat untuk Eza di pagi hari
"wihh....enak nih makasih Bibi ku sayang"
"gembel"
"Bibi dong"
bugh
"uhuk..uhuk..air air"seketika Eza tersedak makanannya sendiri akibat pukulan Bi Mira
"kuwalat tuh"
"njirrr....tenggorokan gue pedes banget"batin Eza sambil meneguk air untuj menghilqngkan rasa perih di terggorokannya
"oh iya Bi..om Fadil biasa ke kantor" sahutnya lagi setelah rasa perih itu mereda
"emangnya mau ngapain" balas Bi Mira heran
"yaa...enggak ngapa-ngapain emang mau ngapain" balas Eza sesikit menggoda
seketika membuat Bi Mira salah tingkah
"oh iya..menurut Bibi om Fadil itu orangnya gimana"
"B aja" jawabnya singkat
"yakin..tapi menurut Eza sih om Fadil itu tampan, baik, dan orkay Bi" balas Eza
"terus gue harus bilang wow gitu"
"harus dong Bi..orang om Fadil emang WOW"
"kalau Bibi ama om Fadil jadian sebagai ponakan baik nan budiman ini, Eza rela dan ngedukung, emangnya Bibi nggak ada apa-apa ama om Fadil"
"ais....nggak usah bahas itu deh" jawab Bi Mira dengan wajah merah merona
"cie...ciee...yang merona..uhuyyy"
"sue...dah ah Bibi mau berankat, Bye"
"UHUYYYY.....BENTAR LAGI JANUR KUNING MELENGKUNG NIEEEE" TERIAK EZA DARI DALAM
"KAMPRET.."BALAS BI MIRA
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di Kampusss....
Eza memarkirkan mobilnya tepat dismping mobil sport yang tak asing baginya itu
"loh si Arya somplak ngampus pagi" tanyanya bingung
"bukannya tadi dia bilang nggak ada jadwal pagi yaa" tambahnya lagi, karena penasaran akhirnya ia menelpon sahabat durjananya itu
"halo"
"halo"
__ADS_1
"loe ngampus"
"nggak"
"lah terus ngapain ke kampus kalo nggak ada jadwal" tanya Eza heran
"oh itu...gue lagi ngumpul makalah kebetulan dosennya bisanya sekarang makanya gue ke kampus"
"oh...dimana"
"apanya"
"otak loe"
"pala..masa di dengkul"
"bisa jadi.."
"suee"
"lo sekarang dimana" tanyanya lagu seraya keluar dari mobilnya
"kantin"
"pagi bener...tunggu gue..bye" tut, sambungan terputus sepihak
Dengan berlari, Eza menuju kantin kampus. Sesamainya, ia celingak-celinguk mencari si cecurut Arya.
"Ya..." sapa Eza sera meneouk pundak Arya sedikit keras
"sakit kampret"sungut Arya
"wihhh pagi bener udah makan siang aja" Eza seraya duduk di depan Arya
"baru sempet sarapan..loe tau nggak gila aja tuh dosen botak ngasih tugas dadakan banget dan harus kumpul nih pagi, lah sedangkan semalam kita kan hangout pulangnya larut lagi" sungut Arya
"pantes aja matalo kayak panpan..oh iya panpan mana"
"ada di mobil"
"panpang gitu loe" balas Arya
"oh iya gue ke kelas dulu..bye, loe langsung pulang atau gimana"
"entahlah..emangnya jadwal loe sampai jam berapa"
"matkul ke dua dosennya nggak masuk, jadi tungguin gue yaa"
"okey" balas Arya dan Eza segera berlalu menuju kelasnya
Setelah 1 matkul selesai, Eza segera menuju kantin dimana Arya masih betah duduk disana
"bagusnya kemana nih" rabya Eza sambil meminum jus di pesannya
"ke gedung sebelah, kita ke kelas Syika aja gimana, sekalian bawain panpan"
"yuk" Eza dan Arya menuju parkiran menjemput panpan yang duduk manis di dalam mobil
"pke seatbelt segala" ucap Eza
"takut kenapa-napa" jawab Arya seketika Eza menyentuk kening kemudian bokongnya
"oh pantasan panasnya sama"
"sueee"
mereka berdua segera menuju ke gedung sebelah tepatnya ke kelas Inara, dari kejauhan Inara dkk tak lupa pula 2 lelaki di belakangnya, tatapan tak suka dilayangkan Eza dan Arya ke Dirga
"Ra..."panggil Arya yang kini menggendong panpan, sedangkan Eza seperti biasa dingin, datar dan acuh
merasa dirinya dipanggil, Inara menoleh ke arah sumber suara begitupula pasukannya
__ADS_1
"Eza, Arya...ngapain" tanya lnya heran
"nggak ngapa-ngapain..nih panpan aku kembaliin" jawab Arya mebyerahkan panpan pada Inara
"anak mommy udah pulang yaa.." pekik Inara
"makasih uncle's" jawabnya sambil memeluk panpan yang besarnya beda tipis dengannya
sesaat mereka menjadi pusat perhatian, banyak mahasiswi yang menatap tak suka pada Inara, pasalnya bagaimana bisa sosok gadis biasa sepertinya bisa dekat dengan dua sosok idola di kampus ini
"wahhh sosweet banget sih" sahut Caca sambil bergelayut manja ke Baim
"sosweet an juga gue yank"
"iya..iya dasar cemburuan" jawab Caca
pletak
"cemburu tanda sayang Ca"
"awwss...sakit yank..aku ngambek nih, aku ke babang Eza aja deh"
"eh..ehh mau kemana" jawab Baim seraya merengkuh kembali sang kekasih
sedangkan Dirga kesal karena dua lelaki sok tampan itu selangkah di depannya
"sialll" batinnya
"kita balik dulu ya Ra..bye" pamit Arya diikuti Eza tambah sepatah katapun
"dasar dingin" batin Inara menatap sikap Eza
ditempat lain....
berita mengenai Eza dan Arya yang mengunjungi Inara seraya membawa boneka menjadi viral dan hal itu sampai juga ke telinha Marcella cs dan Tiara cs
"ohh...jadi ini gadis kampung yang serasa jadi putri semalam" sindir Tiara yang mengahamipir Inara di kelasnya
"gue saranin loe jauhin Eza" ancamnya
"kalo gue nggak mau gimana"
"loe" pekik Tiara
"maaf lebih baik loe sendiri yang bikang ke Eza suruh jauhin gue"
"awas aja loe" kemudian Tiara cs pergi meninggalkan Inara
baru juga beberapa menit Tiara cs pergi, kini datanglah Marcella cs
"oh..ini ya cewek gatel itu" cibir Yanti
"dasar gatel" sahut Geby sedanhkan Marcella tetal diam, ia tak ingin imagenya sebagai gadis baik tercoreng dimata Eza
"loe kalo ngomong jangan ngaco yaa...liat loe punya mata bedain mana cewek gatel mana tidak" balas Caca
"tentu aja dia yang gatel pengen digarukin" balas Eca
"inget yaa Eza hanya milik Bebeb Marcella, so loe jangan mimpi bisa dapetin Eza" sahut Gaby menggebu
"alah cocoknya tuh loe ngomong ama dia" tunjuk Ifa pada Marcella membuat Marcella geram
"jangan mimpi buat dapetin Eza" tambahnya
"loe" geram Marecella
"tuhkan bangkainya dah kecium dah tuh" sahut Caca, dan Eca
"jauhin Eza dan jangan caper kalo loe nggak mau dapet masalah" ancam Marcella kemudian pergi
"dasar cabe-cabean" cibir Ifa
__ADS_1
"dahlah pusing gue..maklum lah cowok ganteng pasti di rebutin" sahut Inara
"beruntung aja loe bisa deket ama duo kece" balas Caca