~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Eza dan Arya Kuliah


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian.....


brum..brum...brummm....


sebuah mobil sport memasuki pelataran kampus. Mobil sport berwarna hitam mengkilap kini terparkir sempurna menjadi pusat perhatian disekelilingnya


tak lama kemudian...


ceklek..


pintu mobil terbuka, terlihat kaki yang terbalut sepatu kets hitam menginjak tanah disusul kemudian tubuh sang empunya keluar dan...


WAHHHHH


Pria tampan dengan tubuh atletis berbalut kaos hitam yang dipadukan dengan kemeja kotak-kotak berwarna hitam dan biru gelap, celana levis hitam dengan sedikit aksen robek di bagian lututnya, tak lupa kacamata hitam bertengger sempurna di hidung mancungnya serta potongan rambut klimiks yang menambah ketampanannya dan ransel yang bertengger di bahu kanannya


sang Pria tampan yang menjadi pusat perhatian itu masih belum beranjak dari tempat ia berdiri kini malah asyik bersandar di mobil sportnya bersedekap dada dan satu kaki dilipat kebelakang mungkin ia sedang menunggu seseorang


tak lama kemudian....


belum habis rasa kagum akan sosok itu kini semua perhatian mahasiswa dan siswi itu kembali dibuat takjub akan sebuah mobil sport berwarna putih yang memasuki kawasan kampus dan terparkir sempurna di samping mobil sport hitam tadi


ceklek....


sebuah kaki yang terbalut sepatu kets putih menginjak ke tanah tak lama kemudian seorang pria yang tak kalah tampan keluar dari mobil dan berdiri sempurna di samping mobilnya


pria yang penampilannya tak kalah perfect memiliki tubuh yang juga atletis yang kini terbalut kaos putih yang dipadupadankan dengan jaket jeans berwarna hitam dengan lengan yang di gulung beberapa gulungan, celana cinos berwarna coklat serta tak lupa kacamata hitam dan koplok menutupi kepalanya hingga hanya menampilkan sedikit rambut di depannya saja serta ransel yang bertengger di bahu kirinya namanya juga anak kuliah😅😅


pria tampan tersebut melangkahakan kakinya mendekati sosok yang tengah asyik berdiri dengan gawai yang di pegangnya dan


PLUK


satu tepukan mendarat di bahu kananya sehingga mengalihkan perhatian sang empu


"dah lama"


"hmmm dari jaman purba gue udah ada disini" jawabnya sinis


"ayolah Ya baru juga beberapa menit"


"kebiasaan loe Za janjian barengan tapi ternyata boongan" ucap Arya sambil berlalu pergi meninggalkan Eza yang nengir kuda di belakang


yaaa....lelaki tampan bermobil sport hitam itu adalah Arya dan satunya lagi yaitu Eza


kini kedua sahabat somplak itu telah bertransformasi menjadi TRANSFORMERS..ehh maksudnya anak kuliahan yang sangat keren


yaaa setelah dari berlibur waktu itu mereka bertekad untuk membuat body mereka menjadi berotot dan memiliki perut berkotak-kotak karena mereka teringat akan ucapan Bi Mira yang mengatainya dengan tubuh kurus kerempeng

__ADS_1


Selama perjalanan mereka berdua selalu menjadi pusat perhatian walaupun banyak juga cowok yang tak kalah tampan dari mereka berdua yang menjadi penghuni kampus itu tapi entah mengapa mereka berdua mempuanyai aura tersendiri untuk menjadi pusat perhatian


Baru kali ini mereka berdua tak sekelas, Eza dan Arya harus berpisah lantaran mereka berdua mengambil jurusan yang berbeda jika Arya memilih jurusan kedokteran maka Eza memilih Bisnis Manajemen, sebenarnya Eza ingin memilih Arsitektur tapi Bi Mira mengharuskannya jurusan itu agar ia bisa meneruskan Bisnin dari kedua orang tuannya


"Za jadwal loe sampe jam berapa" tanya Arya


"jam 2 kenapa?"


"ohhh...gue selesai jam 3..loe tunggu gue setelah itu kita nge gym okey"


"hmmm...bye"jawab Eza berlalu karena tak lama lagi MATKUL pertama akan dimulai


"dasar somplak" umpatan Arya sambil berlalu menuju ke kelasnya


di tempat Eza


beberapa mahasiswa/siswi kini mulai berdatangan memasuki kelas begitupun dengan Eza, saat memsuki keas lagi-lagi ia menjadi pusat perhatian dari mata para gadis-gadis didalam sana. Tak ingin mengambil pusing ia lebih memilih kursi paling pojok tak lama kemudian seorang pria tampan dan manis dduduk disampingnya


"hai" sapa pria itu


"ya"jawabnya sopan


"saya Justin salam kenal"ucapnya sambil menyodorkan tangannya


"Eza"jawabnya sambil menyqbut tangan Jastin


"kuharap kita bisa berteman setelah ini"


Tiba-tiba datang sosok gadis cantik nan manis menghampiri mereka


"hai...salam kenal"


sedangkan Eza yang memang memiliki sikap dingin dari dulu pada orang luar hanya mengacuhkannya, begitupun dengan sosok Justin ia hanya menanggapi dengan senyum tipis di bibirnya


"saya Marcella"


"justin" sedangkan Eza tidak menjawab sama sekali, ia hanya fokus dengan gawainya saling berkirim pesan dengan si Arya di seberang sana, entah bagaimana nasib bocah itu apakah ia beta disana tanpa Eza disampingnya


"sebentar lagi ia pasti mengeluh..hihihi" batin Eza yang asyik sendiri tanpa memperdulikan Marcella


karena proses perkenalan tak berjalan baik akhirnya Marcella memutuskan untuk beranjak pergi duduk di bangkunnya sendiri dan disana ia berkenalan dua orang perempuan yaitu Geby dan Yanti


beberapa menit kemudian seorang dosen datang untuk mengisi jam pelajaran pertama, karena memang hari pertama jadi hanya proses saling pengenalan saja jadi para Mahasisiwa diharuskan berdiri didepan kelas dan mengenalkan dirinya masing-masing. satucsatu siswa dan siswi naik keatas memperkenalkan dirinya dan siap menjawab segala hal yang ditanyakan kepadanya agar saling mengetahui, kini giliran Marcella


"hai...kenalkan nama saya Marcella Putri"


"sudah punya pacar belum"

__ADS_1


"no hpnya dong"


"mau nggak jadi teman gue"


"tinggal dimana"


berbagai suara hiruk pikuk yang terdengar disana sehingga menimbulkan keributan dan mengahruskan sang dosen menghentikannya


"Diam...Marcella silahkan di jawab kalau tidak tak apa"


"iya pak...maaf semua saya tidak bisa menjawab semuanya tapi mengenani soal status saya mempunyai seseorang yang telah mencuri hati saya pada pandangan pertama"jawabnya sambil melirik ke arah Eza dan pandangan mereka pun bertemu tapi Eza memutuskannya karena merasa risih


suara kekecewaan terdengar dari para cowok yang ada disana, karena memang sosok Marcella adalah wanita cantik dan manis, tubuh yang tinggi, kulit putih bersih, rambut hitam oanjang bergelombang yang dibelah samping menjadi daya tariknya


dan hal sama terjadi saat teman barunya yaitu Yanti dan Geby memperkenalkan diri


"saya Herdiyanti" sosok gadis yang tak kalah cantik dengan 2 lesung pipinya, rambut panjang bergelombang, kulit putih dan juga tinggi


"saya Geby Maha Dewi" gadis yang juga cantik, kulit kuning langsat, rambut sebahu lurus, dan tinggi


bisa di bilang mereka bertiga menjadi primadona di kelas.


kini giliran Justin memperkenalkan diri


" saya Justin salam kenal semuanya"


sosok pria tampan maskulin rahang yang tegas, alis tebal,hidung mancung, kulit tak terlalu putih, dan tinggi semampai, maklum ia peranakan Jerman. ia menjadi perhatian para gadis-gadis disana terutama Geby dan Yanti yang terpesona akan ketampanannya apalagi ketika ia tersenyum karena memang dia sangat ramah


dan tiba saatnya giliran Eza


"selamat pagi semuanya perkenalkan nama saya Eza Denata" ucapnya Data tak ber ekspresi


"*senyum dong datar banget"


"ada gebetan nggak"


"mau dong jadi pacarnya kamu"


"i love you" dan masih banyak lagi . Lagi-lagi suara keributan terdengar disana*


selama Eza diatas sana, Marcella tak pernah beralih dari Eza entah mengapa semua pertanyaan yang dilontarkan mewakili perasaanya


kerena tak ingin memberi image yang buruk di hari pertama akhirnya Eza mengulas senyum diwajahnya. senyum tulus yang biasa ia tunjukkan dan lagi-lagi karena senyuman itu membuat semua wanita yang ada disana dibuat klepek-klepek mabuk kepayang, bagaimana tidak saat tersenyum kedua lesung pipit yang bertengger di pipinya terlihat sempurna dan itu tak luput dari Marcella


"i love you Eza...i love you...aaaaaaa" batin Marcella


karena merasa senyumnya membawa keributan akhirnya dengan cepat Eza merubah ekspresinya menjadi datar kembali.

__ADS_1


"Eza kamu bisa jawab pertanyaan yang dilontarkan kepadamu atau tidak juga tak apa" ucap sang dosen


"saya mempunyai seseorang yang sudah bersemayam sempurna di hati saya sejak pandangan pertama saya melihatnya"ucapnya datar dan tanpa ia sadari pandangannya ke arah Marcella dan Marcella yang ditatap oleh Eza salting seketika padahal Eza melihatnya agar ia berhenti melihat ke arahnya karena jujur sedari tadi ia merasa risih sendiri di tatap oleh Marcella


__ADS_2