~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Penganggu #2


__ADS_3

sesuai perjanjian awal, Eza menunggu Arya di kantin kampus. Sembari menunggu Eza menyibukkan diri dengan gawainya, maklum lah seorang pekerja yang tidak menyempat kan diri ke kantor maka pekerjaan akan tetap dikerjakan walaupun itu hanya lewat hp saja, tak lupa sebuah earphone di telingannya


Sedangkan dari kejauhan, seseorang yang sibuk memesan makanan dan minuman tanpa sengaja pandangannya menangkap sosok manusia tampan yang saat ini sedang asyik dengan hp di tangannya, bahkan saking asyiknya ia tak memperdulikan beberapa tatapan nakal para siswi disana.


"oh iya mbak nanti pesanannya di antar ke meja sana yaa" tunjuknya pada meja yang ditempati Eza


"oh iya mbak pesenannya tambah yaa bakso 1 sama jus jeruk 1..okey" tambahnya lagi setelah itu berlalu pergi menuju bangku yang ditunjuknya tadi


karena terlalu asyik dengan dunianya sendiri, Eza tidak menyadari ada sosok yang saat ini duduk di kursi depannya menatapnya penuh intens sambil menopang dagu


3 menit berlalu...


sesat pandangan sosok itu beralih menoleh kebelakang, dilihatnya seorang waiters datang menghampirinya, segera ia memberikan kode dengan jari telunjuk di mulutnya


"ssssttt"


sedangkan sang waiters yang oaham tak bersuara sedikitpun segera ia meletakkan pesan orang itu kemudian pergi dengan senyum ke arah sosok itu


sosok itu kembali melihat lelaki tampan yang masih asyik dengan dunianya itu tanpa memperdulikan ia yang duduk di depannya.


dengan isengnya soson itu segera merebut paksa gawai yang ada di tangan Eza kemudian menyembunyikannya di dalam sling bag nya


sedangkan Eza yang mendapat perlakuan itu sangat murka dan tanpa sadar ia melayangkan sebuah protes


"BRAKK..APA YANG KAU LAKUKAN HAH" bentak Eza sambil berdiri menggebrak meja otomatis mereka berdua menajdi pusat perhatian disana, kemudian ia sadar bahwa sosok yang jail itu adalah


"Inara kau...apa yang kau lakukan" tanya Eza yang bingung sesaat amarahnya menguap entah kemana


"duduklah dasar tidak sopan lihatlah orang-orang pada ngelihatin kita tau" omel Inara kesal


seketika Eza kembali duduk dan membuka earphone yang menempel di telinganya memasukkannya ke dalam saku jaketnya


"apa yang kau lakukan disini" tanyanya lagi


"yaa apalagi..lihatlah aku mau makan" jawab Inara sambil memulai makannya


"semuanya" tanya Eza lagi pasalnya saat ini di depannya sudah tersaji Batagor, Bakso, jus Alpukat sama jus Jeruk


"tidak..bakso ama jus jeruk itu buat kamu makanlah dari tadi kamu cuma duduk nggak makan kalau kesini tuh untuk makan bukan cuma nebeng nongkroang doang" omel Inara di sela suapannya


"makasih" jawab Eza sambil memulai makannya


Beberapa saat kemudian...


mereka berdua telah selesai dengan acara makan-makannya


"dari tadi kamu disini" tanya Eza

__ADS_1


"iya dari jaman penjajahan hehehe" jawab Inara cengengesan


"nggak bercanda..baru aja kamu aja yang nggak sadar aku disini"


"sorry tadi aku kerja"


"oh yaa..maaf ini hp kamu" jawab Inara sesal sambil menyerahkan hp Eza yang ia simpan di sling bagnya


"nggak masalah santai ajalah" jawab Eza ramah


"kok sekarang dia ramah yaa nggak seperti tadi pagi datar bak triplek" batin Inara menatap Eza didepannya


"oh iya Arya mana belum keluar" tanya Inara


"belum mungkin sebentar lagi" jawab Eza sambil melirik jam yang melekat di tangan kananya, Inara hanya manggut-manggut


saat mereka berdua asyik bercengkrama tiba-tiba datanglah Marcella in the geng


"hai Za" sapa Marcella


seketika ekspresi Eza berubah 180 derajat dan hal itu tak luput dari pandangan Inara sedangkan Marcella duduk di samping Eza tanpa permisi diikuti Geby dan Yanti yang memilih duduk di samping Inara


Marcella yang menyadari kehadiran Inara disana menatap Inara dengan tatapan tidak sukanya sedangkan Inara yang menyadarinya mencoba tak peduli


"Za kita jalan-jalan yuk" ajak Marcella mencoba mengakrabkan diri untuk memperlihatkannya ke Inara


"kalau besok boleh"rayunya lagi


"nggak bisa" jawab Eza dingin


Eza hanya memandang Inara yang duduk di depannya sedangkan Ibara yang merasa Eza tidak nyaman mencoba sikap jailnya


"sayang kita jalan yuk disini gerah" ucap Inara dengan sangat manis mendengar itu Eza menyunggingkan senyum tipismya


"sayang..maksud loe apa" sarkas Marcella sedangkan Yanti dan Geby hanya melongo tak percaya


"emang salah yaa" jawab Inara


"ya salah lah dia inikan calon gue"


"baru juga calon gaya udah gini"


"LOE" sarkas Marcella


"sudahlah..ayolah sayang kita pergi dari sini lama-lama aku bisa kebakar saking panasnya" ajak Inara yang manis seketika saat bicara ke Eza sedangkan hanya tersenyum manis menanggapinya yang dibalas senyum manis oleh Inara


mereka berdua melenggang pergi meninggalkan Marcella in the geng dengan Inara yang bergelayut manja di lengan Eza kemudian melirik kebelakang melihat Marcella yang kebakaran jenggot dibuatnya, Inara hanya tersenyum manis melihatnya

__ADS_1


"Awas aja loe..bukan Marcella namanya jika nggak buat loe menderita" ucapnya lirih sambil tersenyum smrik


"baru kali ini gue lihat Eza ama cewek" ucap Geby


"he eh...Marcella aja yang cantik kek gini mati-matian tuk dapetin Eza tapi nggak dapat tuh sedangkan dia cantik aja enggak apanya yang mau di banggain" sahut Yanti


"iya" timpal Geby


"bebs cabut" ajak Marcella melenggang pergi disusul csnya di belakang


Sedangkan disisi lain Eza dan Ianara yang berjalan menuju ibu kantin untuk membayar pesanannya tadi


"makasih yaa" icap Eza ramah


"sens ajalah kalau mak lampir itu gangguin kamu lagi call me okey" jawab Inara sambil mengerlingkan sebelah matanya mencoba menggoda Eza, Eza hanya terkekekh geli


"oh iya..perasaan tadi di sana muka kamu datar dan dingin banget seperti bukan Eza yang ku kenal"


"di depan orang iya kalau di depan kamu dan Arya biasa-biasa aja tuh"


"kenapa"


"yaa nggak apa-apa juga sih suka aja, aku nggak suka kalau sering di ganggu ama yang lain"


"oh" ucap Inara manggut-manggut


"oh iya bukannya tadi kamu mau ngerjain tugas kelompok yaa"


"iya selepas ini aku pergi" jawab Inara sedangkan Eza hanya manggut-manggut


"oh iya Za makanannya kamu yang bayar ya" ucap Inara sambil tersenyum manis


"kenapa..aku kira aku di traktir" sungut-sungut Eza


"nggak ah..anggap aja sebagai ucapan terima kasih okey" ucap Inara dengan wajah sok manisnya


"pamrih" cibir Eza


"nggak juga sih..lagian rencana awal aku memang gitu sih aku makan terus kamu yang bayar lagian tadi aku baik loh pesanin kamu makanan juga jadi anggap aja kamu ajakin aku makan tadi" elak Inara sebenarnya Inara nggak pelit dan matre hanya saja ia hanya berniat candain Eza kok tapi sedikit memaksa sih


"yaudah kalau nggak mau..nggak papa dasar pelit" gerutu Inara sambil memanyungkan bibir mungilnya


"iya-iya bawel...hahaha" tawa Ezaseketika dua lesung pipit yang selama ini tersembunyi terlihat dengan manis di pipinya


"gitu dong..mulai hari ini jika kita ketemu kamu harus teraktirin aku okey..."ultimatum Inara


"siap"

__ADS_1


__ADS_2