~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Kembali Ke Sekolah


__ADS_3

Seperti biasa saat ke sekolah Arya selalu menyempatkan diri menunggu patrnernya itu di tempat biasa....


beberapa menit kemudian yang di tunggu pun tiba...


"pagi bro" Arya


"pagi....jom" Eza ajaknya


"oh iya soal kemarin yang loe mau ceritain ke gue itu apaanya" Eza


"yang mana yaa..kok gue nggak inget" jawab Arya mengingat-ingat


"Belum juga tua udah lupa, sini pala lo gue mau periksa" Eza


"ngapain" Arya


"alah kelamaan" Eza


Eza pun langsung menggoyangkan kepala Arya ke kiri ke kanan, atas kebawah


"Stoppp...puyeng nih loe ngapain sih...kalo kepala gue lepas gimana mau ganti?" pekik Arya


"nggak ada maksud apa-apa kok gue cuma mau mastiin supaya otak loh yang kececer itu nyatu kembali" Eza


"bagaimana dah inget" tambahnya lagi


Arya hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"wahhhh mungkin kurang kenceng kali...sini gue tabokin ke pohon itu" Eza


"ohhhh yang itu...gue inget...nanti ajalah" Jawab Arya menghindar


"why" Eza


"loe nggak liat noh gerbang sekolah, kita udah nyampe nanti ajalah kita masuk aja dulu nanti di kelas aja" Arya


saat memasuki gerbang sekolah seperti biasa rutinitas pagi hari bagi ciwi-ciwi sekolah cuci mata saat melihat dua sosok makhluk hasil pahatan tuhan yang indah nan menawan itu


Eza yang cuek sedangkan Arya selalu menyapa dan tersenyum ramah


.............Rz..............


"Ya sebelum ada guru nih loe cerita aja" Eza


"kok loe kepo banget sih...sejak kapan loe kayak gini" Arya


"alah kayak loe nggak aja...udah jangan banyak cerita, cepet loe cerita yang itu aja" Eza


Dan Arya pun menceritakan kejadian kemarin sore yang dialaminya. mulai dari kesalah pahaman dia dengan Si Penjual gorengan yang mengira ingin membeli TUTUTnya hingga pertemuannya dengan seorang gadis yang ia temui saat itu.


" haaa...cewek, loe ketemu cewek..wah bagus dong ada kemajuan" Eza


"kemajuan..emangnya kenapa" Arya


"ya iyalah jadi loe nggak lama lagi dong ada pacarnya gitu, jadi gue bisa bebas" Eza

__ADS_1


" kok loe ngomong kayak gitu sihh, loe nggak ngerti perasaan gue apa" Arya kesel


"emangnya kenapa, bukannya bagus apa jadi kemana-mana loe di temenin cewek bukan cowok mulu apa kata orang nanti" Eza tanoa peduli Arya yang kesel


"emangnya loe nggak anggap gue sahabat loe apa ha...jadi 6 tahun persahabat kita loe nggak pernah anggap gitu, itu semua sia-sia haa" Arya marah


"kalo loe nggap persahabatan kita hanya permainan belaka gue nggak, gue serius jadi sahabat lo Za bahkan gue udah anggap loe abang gue dan loe anggap ini semua lelucon" tambahnya lagi


melihat Arya yang baru pertama kali marah seperti ini membuat Eza sangat menyesal akan ucapannya...


"maaf Ya..gue nggak bermaksud kayak gitu, gue hanya ingin loe juga bisa memikirkan soal pasangan kelak tampa embe-embel adanya gue" Eza yang menyesal


"udahh gue maafin kok...loe harus ingat Za persahabatan kita ini kuat dan mudah-mudahan nggak ada arah melintang yang menerpa persahabatan kita ini" Arya


5 menit


10 menit, keduanya masih diam tak berkutik tanpa ada yang memulai percakapan


"jadi loe udah kenalan ama tuh cewek...gimana Ya orangnya" Eza membuka percakapan


"wuihhh...jangan bilang bro..dia itu cantik dan manis gitu pokoknya the best lah gue bahkan langsung jatuh hati...hahahahaha" Arya


dan keduanya pun tertawa bersama seolah-olah tak pernah terjadi sesuatu....


"tapi hubungan loe udah sejauh mana" tanya Eza


"ooo itu, biasa-biasa aja tuhhh.." jawab Arya santai


saat Eza yang masih ingin bertanya tiba-tiba guru mapel sudah memasuki ruangan...


"okeyy anak-anak selamat pagi...silahkan keluarkan buka tugas kalian masing-masing dan kumpul di depan"......


...............Rz...............


"Ke kantin yukkk udah laper nih" ajak Arya


"okey..kebetulan gue juga laper"


Tambahan guys: jadi kalo di sekolah tuh Eza kembali ke sifat alamiahnya ya guyss cuek-cuek bebek giamana gitu😁😁


"makan apa yaaa enaknya" Arya


"nggak perlu milih-milih kali, biasanya juga loe embat semua tanpa mikir-mikir" Eza


Arya hanya menjawab dengan cengengesan khasnya dengan gigi putih yang tersusun rapi bak iklan papasedeng...πŸ˜‚


"yaudah kita makan batagor aja ama jus jeruk aja gimana" Arya


"hmmm" jawab Eza


Saat menunggu pesanannya datang nampak dari kejauhan 3 makhluk astral mendekat...


"wahhh perasaan gue nggak enak nih Za" ucap Arya berbisik pelan ke arah Eza


"tolak ajalah kalo 3 semprul itu ke sini" ucap Eza santai

__ADS_1


"okeyy" Arya


"haiii....boleh gabung ga" jawab Rena


"hmmmm...haii.. ohh... itu silahkan" Arya


"alah tadinya mau nolak malah nyuruh duduk jangan-jangan nolak yang dia maksud nolak untuk berdiri terus duduk...dasarrr fulgoso lu Arya" gumam Eza membatin


seperti biasa dimana ada Rena maka disitu ada hal yang membosankan..mulut yang selalu komat kamit tanpa henti selolah-olah pembahasannya nggak habis-habis.


"loe bisa diam nggak gue laper mau makan, gue mau kenyang perut bukan telinga" ucap Eza dingin dan pertama kalinya buka suara


"keren loe Za...terima kasih loe udah nyelamatin gue dari ketidak enakan hati ini" gumam Arya membatin


"ehhh...Eza bicara ke gue..ihhh senengnya hati ku" Rena sedangkan 2 sahabatnya hanya diam tak menggubris


"makin sayang aku tuhhh" Rena


"hussssss" ucap Eza sambil meletekkan telunjuknya di bibir mengisyaratkan agar diam


"okeyy baby aku diam, untuk mu apasih yang nggak" Rena


Eza hanya menjawab dengan memutar bola matanya jengah


"dasarrr cewek lemessssss itu mulut emang nggak ada bautnya yaa kalo ada mungkin longgar tuhh" Eza membatin


selesai makan-makan....


"ayo Ya...kita ke perpus dulu sebelum waktu habis" ajak Eza


"okey...dahhh" pamitnya pada 3 makhluk astral itu


"sakit tau kuping gue denger si Rena komat kamit mulu" ucap Arya


Eza hanya senyum kecut


"sebenarnya si Rena cantik sih masuk kriteria gue gitu tapi sayang gara-gara tuh mulut lemes terpaksa gue black list" Arya


Dan aktivitas sekolah pun berlanjut hingga selesai....


..............Rz..............


malam harinya...


dalam kamar Eza hanya diam merenung di balkon kamarnya sambil memegang selendang milik gadis yang ia cari...


nuansa malam yang indah..bintang bertaburan di lagit mengelilingi bulan yang menyendiri


Angin sepoi-sepoi membelah menyentuh wajah tamapan pemuda itu menambah kenyamanan baginya


jika memang benar tuhan memberikan takdir itu..aku harap kita dapat bertemu kembali...


entah tanpa perjuang atau secara dadakan.


Dan kuharap jika waktu itu tiba kuharap kamu kelak akan menerimanya dengan senang hati...

__ADS_1


Bulan apakah engkau tau dimana dia sekarang?


kuharap keinginanku tuk bertemu kembali dapat tersampaikan kepadanya lewat angin-angin lembut yang menyapa dirinya saat ini...sampaikan lah salam ku padanya jika bukan lewat angin setidaknya lewat mimpi


__ADS_2