~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 83


__ADS_3

Mira duduk termenung dalam kesunyian malam. laporan Jack tadi masih terngiang-ngiang di telinganya


"benar Mir, Fadil sudah kembali dari Australia"


"jadi benar dia sudah kembali tapi mengapa ia tak menemuiku" gumamnya lirih


"bahkan beliau telah kembali dari 3 bulan lalu"


3 bulan


3 bulan


kata-kata itu selalu terngiang di kepalanya


"udah lama berarti" gumamnya lagi


Mira masih berdiam diri duduk di kursi halaman samping rumahnya, menyakinkan dirinya apakah tepat perasaan yang kini ia rasakan sedangkan Fadil sendiri sudah bersama wanita lain


dan pilihannya sudah bulat, mungkin memang sebaiknya dipendam saja dari pada melukai hati sesama wanita. Toh Fadil juga nggak tau begaimana perasaan ia sebenarnya sedangkan wanita bersamanya tadi bisa jadi ia dan Fadil sudah sama-sama saling mencintai


Keesokan Harinya....


Di Kantor Denata Grup, entah mengapa hari ini Mira sibuk sekali. Sejak perginya Eza liburan ia selalu sibuk dan untuk itu ia bersumpah sepulangnya Eza liburan maka gilirannya pula liburan


"bisa-bisa aku tua sebelum waktunya" gumamnya kesal melihat tumpukan berkas yang semakin tinggi pagi ini


tok


tok


tok


"masuk" sahut Mira


ceklek

__ADS_1


Jack memasuki ruangan Mira seraya membawa 5 map berbagai warna di tangannya


"astaga ada lagi Jack" pekik Mira kesal


"mau gimana lagi Bu Mir" jawab Jack santai seraya meletakkan map yang di bawanya tepat di hadapan Mira


huffff


"Bu siang nanti kita ada meeting penting di Resto Cahaya Indah dengan Pak Reno wakilan cabang dari Malang" sahut Juck membuat Mira mengangguk pasrah


"hmm"


tepat selesi makan siang...


Mira dan Jack bertolak menuju tepat di adakan meeting kali ini


Mira melangkahkan kakinya masuk di ikuti Juck di belakang, dalam perjalanan tak sengaja Mira menabrak seseorang mungkin karena terburu-burunya hingga ia tak sadar akan langkahnya


"maaf mbak.. maaf-maafkan saya" ucap Mira membantu perempuan yang di tabraknya tadi


"nggak papa mbak mungkin saya nya nggak lihat jalan"


"maaf saya terlambat" ucapnya seraya duduk di kursi yang telah di tujukan tak lupa Juck yang juga duduk di sampingnya


"tidak papa Bu kami juga baru sampai" ucap Reno selaku direktur di perusahaan cabang dari DENATA GRUP


"okey meetingnya bisa di mulai sekarang"


Reno dan rekan yang ikut bersamanya memulai meeting dengan mempresentasikan segala perkembangan dan kendala yang di hadapi kantor cabang dibawah naungannya


kurang lebih 2 jam meeting diadakan setelah mendapat kecocokan pendapat dan jalan keluar dari segala kendala barulah Mira dan Juck mengundurkan diri


"terima kasih atas kesempatannya Bu Mira" ucap Reno sambil bersalaman


"sama-sama pak Reno saya bangga atas progres yang bapak dapatkan semoga kedepannya kantor yang saya percayakan ke bapak bisa berkembang lebih besar lagi" balas Mira

__ADS_1


di lobby Mira berdiri sambil memainkan hp nya menunggu Juck yang sedang mengambil mobilnya


satu panggilan masuk dilihatnya Eza yang menelponnya


"halo"


"....."


"APA" pekik Mira setelah sadar barulah ia memelankan suaranya


"kamu apapaan sih Za kamu tau nggak di kantor kerjaan pada numpuk. kamu mau buat Bibi tambah tua ha" omel Mira


"......"


hufffff


"terserah loe deh intinya loe harus balik sebelum akhir bulan ini, jika tidak mati loe di tangan gue"


percayalah Eza yang berada di ujung sana bergidik ngeri mendengar ucapan bibinya itu


tiba-tiba Mira mendapatkan tepukan lembut di bahunya membuat Mira segera menoleh


degg


tatapan Mira terkunci pada sosok yang kini berdiri tak jauh darinya, namun seketika atensinya kembali pada sosok perempuan yang juga berada di dekatbya


"hai mbak" sapanya seraya tersenyum manis


"hai" balasnya setelah mematikan sambungan teleponnya


"mas ini wanita yang tadi ku bicarakan, dia cantikkan mas" tanya waniya itu pada sosok yang berdiri disampingnya


prianya tidak menjawab matanya terus tertuju pada sosok di deketnya itu


ting

__ADS_1


klason mobil membuyarkan lamunan Mira


"kalo begitu saya permisi.. Mari" setelahnya Mira berlalu tanpa memperdulikan tatapan sendu yang menatapnya


__ADS_2