~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Rencana Eza dan Arya akan Bi Mira


__ADS_3

sesampainya di perusahaan, Eza dan Arya segera menuju langsung kelantai paling atas tepat dimana ruangan Bi Mira


tanpa babibubebo Eza dan Angga langsung nyelonong masuk tanpa izin dan betapa terkejutnya Eza dan Arya mendapati ada sosok lelaki yang duduk saling berhadapan dengan Bibinya dan hal yang sama juga ditunjukkan oleh Mira dan sosok laki-laki itu


"Eza kamu kok disini" tanya Bi Mira heran


"oh..ini Bi Eza nggak ada jadwal lagi jadi kesini dech bareng Arya" jawab Eza sbil menunjuk Arya yang berdiri si sampingnya


"terus kenapa kamu masuk nggak izin dulu" omel Bi Mira


"hehehe aku kira Bibi sendiri aja ehh..tau-taunya ada tamu yaa" jawab Eza cengengesan sedangkan Arya hanya diam tak menjawab lagian itukan bukan salahnya tapi salah si Eza somplak itu


"udah mahasiswa tapi kok kelakuannya kayak nggak sekolah"cibir Bi Mira


"ck...lagian aku mana tau Bi Mira ada tamu biasanya juga kan gitu" ucap Eza sambil bersedekap dada


"nggak di Izinin duduk dulu Bi" nyelonong Arya


"datang tak diundang dan ujung-ujung pasti bikin rusuh" cibir Bi Mira


"ayolah Bi...kaki Arya pegel nih kalau betis Arya mengeras berurat gimana" sahut Arya kesal


"biasanya juga langsung duduk tanpa ijin dulu"


"ck..gini-gini kita tau sopan santun Bi" ucap Eza sambil melangkah dan duduk di sofa dekat Bi Mira diikuti Arya yang duduk di sofa single


"sopan santun pala mu"


seketika mereka bertiga melupakan sosok lelaki tadi yang menjadi tamunya


"ekhemmm" deheman lelaki tersebut


"batuk minum...eeeeeeh" ucap Eza, Angga, dan Bi Mira bersamaan dan seketika baru sadar bahwa ruangan ini bukan milik mereka bertiga


"oh...maaf Dil aku khilaf..kenalkan ini Eza keponakan jahanam ku dan ini temannya Arya yang nggak ada akhlak" icap Bi Mira memperkenalkan Eza dan Arya


"apaan tuh" ucap Eza dan Arya bebarengan tanda tak terima


sedangkan Bi Mira hanya melototkan matanya ke arah mereka berdua


"cepat salaman" sahutnya


"Ck...kalau kenalin yang baik dong Bi baru kesan pertama aja udah udah jelek bener" gerutu Eza sedangkan Arya hanya diam sambil membatin


"jatuh deh harga diriku gara-gara mak lampir itu..ck"


"Eza pak..."


"Arya pak"


"Fadil" ucapnya sambil tersenyum ramah

__ADS_1


"ohhh yaaa dia ini Fadil teman Bibi dari jaman Smp dulu dan baru ketemu sekarang setelah tamat Sma..eh tau-taunya dia partner bisnis Mas Iswan sama Mbak Fajrin" ucap Bi Mira


Eza dan Arya hanya senyum menanggapi ucapan Bi Mira itu


"ohh..iya Mir aku pamit dulu yaa...ada meeting bentar lagi ama yang lain kuharap kita bisa ketemu lagi" ucap Fadil seraya berdiri dan bersalaman sama mereka bertiga sambil tersenyum ramah


selepas kepergian Fadil muncullah kejulitan dari Eza dan Arya


"cieee...cieeee....yang punya gebetan"


"ciee..cieeee ang falling in love nieee"


"uhuyyyy punya om baru aku tuh"


"uhuy..bentar lagi ada janur kuning nih Za"


"iya nih Ya..hhhhhh" mereka berdua asyik menggoda Bi Mira hingga mereka tak menyadari bahwa bahaya swdang mengintainya


"kira-kira Bi Mira masih sanggup punya dede bayi nggak yaah" ucap Arya disela tawanya


belum sepmpat Eza menjawab dan...


Plak..


plak...


plak....


seketika suasana kembali hening nan damai...Bi Mira kini dengan santainya melipat kedua tangannya di depan dada sedangkan dua somplak itu hanya mampu mencibir meluapkan kekesalannya terhadap Bi Mira dalam hati saja


Eza hanya mampu berkomat-kami tapi bukan membaca mantra, ia mengerjakan semua tugas yang diberikan Bi Mira padanya hingga saat ini ia hanya bergelut dengan tumpukan berkas dan laptop didepannya


sedangkan Arya....wah..wah..wah...


sekarang ia jadi tukang pijit dadakan dan dalam keadaan yang sama kepala yang sakit karena jitakan dan mulut komat-kamit serta berbagai sumpah serapah dia ucapkan kepada sosok Bi Mira yang dianggap mak lampir itu tapi sayang hanya mampu dipendam tanpa mampu mengucapkan


"sudah yaa Bi..Arya masih ada kuliah nih" ucap Arya memelas


"jam berapa" tanya Bi Mira yang keenakan sampai-sampai memejamkan matanya


"jam 4 bi" jawab Arya sambil terus-menerus memijat pundak Bi Mira


"sekarang jam" tanya Bi Mira


"2" dengan cepat Arya menjawabnya


"ohhh..masih ada 2 jam lagi...jadi sebelum jam 4 kamu pijit terus nggak boleh berhenti"


"astaga goblok kenapa harus jujur sih..derita anak soleh gini amat yaa..mana kaki dah pegel lagi...ck dasar mak lampir"


tak terasa waktu cepat berlalu, Arya kembali ke kampus diantar Eza sambil terus menekuk wajah tampannya mulai dari keluar ruangan Bi Mira bahkan sampai kampus pun wajahnya masih saja di tekuk

__ADS_1


"udah...wajah jelek nggak usah di tekuk gitu yang ada tambah jelek lagi" cibir Eza


"gara-gara Bi Mira tuhh...kaki gue pegel banget tau nggak sampai nggak bisa ditekuk" ucap Arya bersungut-sungut


"yahh..kan ini juga salah loe sampai-sampai gue dapat hadia cantik di kepala gue nih bahkan disentuh gini masih sakit..aduh" ringis Eza saat mengusap kepalanya yang benjol


"gue juga dapat keles...jadi nggak usah pamer..aduh...gila Bi Mira cantik-cantik tanaga kuli satu kali jitak pala benjol" ucap Arya yang sama mengusap kepalanya yang benjol


"yaudah loe keluar sono gue mau balik"


"iyaaa..sabar napa"


"nanti kita nongrong yaaa dicafe Ceria nan Bahagia"


"okey..jam 7 sudah shalat isya"


"oke..bye"


Skip......


mereka berdua kini duduk saling berhadapan dengan berbagai cemilan dan minuman di depannya


"Za tadi om-om itu lumayan ganteng tau nggak..kayak masih ABG gitu"


"hmm..tapi sayang udah om-om"


"gimana kita comblangin Bi Mira ama om-om yang tadi" ide Arya


"ck..kalau dia udah berkeluarga gimana"


"yaaa..kita paksa"


"loe mau jadi pelakor"


"loh kok gue..Bi Mira lah..kok jeruk makan jeruk mana enak"


"sue...loe mau Bi Mira jadi pelakor...bangsat...walau kadang ngeselin tapi gue sayang yaaa"


"makanya kita cari tau dulu tentang om-om tadi..siapa namanya"


"Fadil"


"ohh itu...kita cari tau tentang om Fadil dulu...kan kata Bi Mira mereka temenan dari Smp sampai Sma nah...nggak ada jaminan kan kalau nggak ada benih-benih Cinta diantara mereka"ucap Arya panjang lebar


"kok loe jadi mak comblang bener Ya...hmm bisanya cuma nyomblangin orang..nyomblangin diri sendiri nggak bisa" cibir Eza


"beda ceritanya terkadang ngurusin urusan orang lebih mudah dari pada urusin urusan sendiri"


"huffff...entahlah Ya..jika memang Bi Mira masih diberikan jodoh sepeninggal suaminya gue harap dia orang yang baik bisa jagain Bi Mira" ucap Eza sendu


"aminnn....makanya kita bantu Bi Mira buat buka hatinya kembali Za"

__ADS_1


"iya"


dan mereka berdua saling berbincang-bincang hingga jam 10 mereka berdua meninggalkan kafe itu karena memang aturan dari Bi Mira dan orang tua Arya tidak memperbolehkan mereka berdua keluyuran melebihi jam 10 malam


__ADS_2