
walaupun Zaza sangat sedih akan ucapan Bibinya itu, ia pun teringat akan pesan orang tuanya bahwa ia bekerja cari uang buat Dia dan mereka akan selalu sayang sama Dia
Malam kian larut menandakan bahwa tubuh butuh istrahat akibat aktivitas yang padat
"sekarang Zaza bobo yaa" Bi Mira
"Zaza bobonya sama Bibi aja boleh yaa" Zaza kecil
"yaudah yukk" Bi Mira
Dan para penghuni rumah pun terlelap akan dunia mimpinya masing-masing....
Pagi harinya....
"Bi...semalam Zaza mimpi Mama sama Papa, Mereka keren loh Bi, pake baju putih dan ada cahaya-cahayanya terang banget terus Zaza panggil-panggil tapi nggak denger dan ninggalin Zaza" ucap Zaza kecil
Mendengar penuturan sang keponakan membuat jantung Bi Mira berdeguk kencang. Perasaan aneh serta pemikiran yang sudah melayang kemana-mana
"Bi nanti Mama sama Papa datang kan ke ulang tahun Zaza" ucap Zaza kecil
"pasti sayang...mama sama papanya Zaza pasti datang kok" Bi Mira
Setelah selesai sarapan Bi Mira langsung mengantar kan keponakannya ke sekolah..
Karena perkataan Zaza tadi pagi masih terngiang-ngiang di kepalanya maka Bi Mira langsung menelpon sang kakak dan kakak iparnya. Setelah mengetahui bahwa sang kakak dan kakak ipar baik-baik saja, maka ia pun memutus kan pulang ke rumah...
Beberapa jam kemudian....
Bi Mira mendapat kabar bahwa Kakaknya dan kakak iparnya mengalami kecelakaan sesaat setelah meninjau proyeknya. Dan keduanya pun dilarikan ke salah satu RS di kota itu...
Perasaan yang terus berkecamuk dalam dirinya seakan bertambah setelah melihat keponakannya yang sedang berlari kearahnya dengan seuntaian senyum yang sangat ramah. Perasaan sedih langsung datang menghampiri apakah ia harus memberitahukan kabar ini kepada Zaza kecil.
Namun Bi Mira mengurungkan niatnya setelah menyadari bahwa Zaza masih sangat kecil untuk megetahui hal ini, Ia takut ini akan mengganggu kesehatan mentalnya.
Saat masih termenung akan pemikirannya sendiri, Tiba-tiba sebuah panggilan masuk di hpnya.
" yaa tuhan kumohon jangan engkau kabulkan ketakutan yang ada di pikiran ku saat ini. Mudah-mudahan ini kabar baik" gumam Bi Mira dalam batin yang berusaha positifhinking..
__ADS_1
"halo" suara Bi Mira yang mulai bergetar
.......
"TIDAKKK....MBAK....MAS ISWANNN..." teriak Bi Mira yang membuat Zaza terkejut dan menangis sejadi jadinya
ketika melihat Zaza yang terkejut Bi Mira langsung mendekapnya ke dalam pelukannya dengan begitu erat..
"Bibi kenapa nangis..." tanya Zaza kecil
Tidak ada jawaban dari Bi Mira seolah-olah mulutnya terkunci dan lidahnya keluh tak mampu berucap. Dan Zaza kecil pun hanya diam di dalam pelukan Bibinya
Setelah menjelang siang kedua jenazah orang tua zaza telah tiba di rumah duka..
Bi Mira sengaja mengurung Zaza di kamar dengan kondisi Zaza yang tertidur pulas akibat biusan yang diberikan oleh dokter. Bi Mira takut jika nantinya Zaza akan syok dan mengganggu psikisnya nanti.
Setelah semua rangkaian acara pemakaman selesai, suasana rumah sudah kembali sepi hanya tinggal beberapa orang saja yang membersihkan rumah.
Beberapa Hari Kemudia...
Zaza selalu merengek kepada Bibinya agar menghubungi Mama dan Papanya agar datang ke acaranya. Namun Bi Mira selalu beralasan dengan mengatakan bahwa orang tuanya sedang berada di tempat yang susah untuk dihubungi..
Dengan perasaan yang sedih karena ketidak hadiran kedua orang tuannya membuat Zaza tidak semangat akan ulang tahunnya yang tengah diselenggarakan dengan sangat meriah.
melihat akan hal itu Bi Mira hanya mampu menyembunyikan air matanya yang terus jatuh tanpa permisi dari kelopak matanya, ia berusaha tegar untuk tetap kuat di hadapan sang ponakan.
"maaf kan Bibi sayang, bibi tidak bermaksud menyembunyikan ini semua dari kamu. suatu saat kamu pasti akan mengerti dengan keadaan Bibi saat ini" gumam Bi Mira membatin dengan tangisnya
Beberapa hari kemudian..
Bi Mira tengah khawatir dengan kondisi Zaza yang mengalami demam tinggi dan ***** makan yang menurun. Saat ini Zaza hanya bergumam memanggil sang mama dan papa. Bi Mira yang melihat kondisi sang ponakan langsung membawanya ke RS terdekat.
sekarang Zaza sudah di berikan tindakan dan di pindahkan ke ruang inap...
"maafkan Bibi sayang...cepatlah bangun, kamu harus kuat hanya Zaza yang bibi punya..Bangun lah sayang" tangis Bi Mira pecah
Setelah 3 hari di rawat di RS, Zaza sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Mendengar kabar itu Bi Mira membawa Zaza ke sebuah panti asuhan yang di kelolah oleh adik dari Mas Iswan yaitu Bu Rika. Tindakan ini diambil oleh Bi Mira agar Zaza mampu melupakan sejenak kedua orang tuannya. Bi Mira sengaja berbohong kepada Zaza dengan mengatakan bahwa kedua orang tuanya tidak hadir di karenakan pekerjaan dan hanya mengirimkan kado melalui jasa layanan pengirim saja dan hal itu membuat Zaza merasa benci dengan orang tuanya. Makanya saat diajak oleh Bi Mira untuk mengunjungi Panti, Ia tidak menolak.
__ADS_1
Setelah sampai di Panti Bi Mira memutuskan untuk tinggal disana dengan jangka waktu yang cukup lama sampai Zaza lulus SD. Disinilah sosok Zaza baru terbentuk memiliki sifat yang dingin dan tak banyak bicara, menutup diri dari orang luar dan hanya terbuka dengan keluarganya saja.
Setelah lulus SD maka Bi Mira pun meminta ijin kepada Bu Rika untuk kembali ke kota, Awalnya Bu Rika menolak akan hal itu dengan alasan ia tidak bisa jauh dari keponakannya namun ia juga tidak bisa ikut dengan Mira dan Zaza ke Kota karena tak ingin meninggal kan pantinya. Akhirnya ia mengijinkan Mira dan Zaza kembali ke kota.
Setelah merasa bahwa Zaza sudah cukup umur untuk mengetahui tentang orangtuannya, Bi Mira pun memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Zaza. Setelah mengatakan semuanya Bi Mira memperhatikan Zaza merasa heran karena Zaza menunjukkan ekspresi yang biasa-biasa saja tak menunjukkan keterkejutan dan tak mengutarakan pertanyaan. Ia malah berlalu menuju kamarnya tanpa menoleh ke arah Bi Mira walaupun Bibinya memanggil-manggil namanya.
Beberapa bulan berlalu sejak kejadian itu sosok Zaza sudah sedikit berubah kini ia lebih dikenal dengan nama Eza, sifatnya yang dingin dan cuek serta tertutup kini sudah berubah dan lebih terbuka lagi dengan Bibinya
...FLASHBACK OFF...
Mendengar kisah dari sang sahabat membuat Arya tanpa sadar menetaskan air matanya, Ia baru sadar bahwa sahabatnya itu memiliki kisah yang sangat pilu di masa lalu. Ia tak menyangka di balik sikapnya yang dingin dan cuek ternyata ia menyembunyikan kisah pilu yang begitu dalam di lubuk hatinya.
"Za gue boleh nanya sesuatu nggak" Tanya Arya
"apa?" Eza
"apa yang loe lakuin setelah mengetahui semuanya?" Arya
"waktu itu gue hanya bisa menangis sejadi-jadinya. gue merasa sangat bodoh telah menantikan sesuatu yang tak akan kembali. kalau bilang marah pasti gue sangat marah kenapa mereka ninggalin gue dan gue juga marah sama Bibi karena tlah nyembunyin ini semua dari gue tapi seiring berjalannya waktu gue sadar bahwa Bibi pasti ngelakuin itu ada alasannya. Gue hanya nyesel nggak bisa habisin waktu yang banyak sama mereka sampai mereka di panggil pun gue nggak ada di samping mereka" jawab EZA panjang lebar diiringi tangisannya
melihat Eza yang menangis mambuat Arya teflek memeluk sahabatnya itu mencoba menguatkannya
"gue anak durhaka Ya" ucapnya disela tangis nya
"loe nggak durhaka Za, loe kan nggak tau kejadiannya akan seperti itu. Gue yakin saat waktu itu loe sudah tau kebenarannya loe pasti nggak akan kuat seperti ini" ucap Arya menenangkan
"udah jangan cengeng lagi pasti nyokap bikap loe bakalan sedi tau nggak" lanjutnya lagi
" gue iri sama loe Ya, secara loe punya orang tua yang lengkap" ucap Eza seraya melepas pelukannya
"nggak ada kata iri-irian loe bisa anggap mami papi gue orang tua loe kok lagian mereka juga seneng kok sama loe" jawab Arya
"sudah-sudah acara melownya cukup sebaiknya kira istrahat aja gue capek jadi pendengar yang baik" Arya
"yang ada yang capek itu gue karna gue yang cerita, udah mulut komat-kamit berbusa busa lagi..yasudah lebih baik kita tidur aja gue capek bahas sebuah kenangan ternyata menguras tanaga juga" Eza
Dan Mereka pun tidur dengan Nyenyaknya tanpa drama-drama Arya yang tidur bak sedang berperang
__ADS_1