~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 81


__ADS_3

Eza berdiri bersandar di bawah pohon sesekali melirik arloji di pergelangan tangannya. sekarang jam menunjukkan pukul 1 siang hari, setelah makan siang tadi Eza bergegeas menuju tempat sekarang ia berdiri dimana di tempat ini ia menunggu Inara.


Namun sudah cukup lama ia berdiri namun Inara belum juga menampakkan batang hidungnya.


yaa sejak kemarin disaat Inara masih menerka-nerka apakah sosok Zaza yang dikatakannya adalah Eza yang kini menjadi temannya, walaupun sebenarnya Eza yakin jika Zaza yang dimaksud Inara adalah dia namun ia tak ingin memaksa maka jalan terbaiknya mempertemukan Bi Rika dan Inara


dan inilah yang mereka rencanakan


"Za.... "panggil Inara yang kini entah kapan berdiri di belakangnya


"hai... kok telat" sapa Eza balik


"maaf tadi ada kejaan dikit jadi telat deh" balas Inara sembari menyatukan jari telunjuk dan jempolnya menunjukkan kata sedikit yang ia maksud


"oh aku kira nggak jadi, yaudah ayo kebetulan Bibi Rika lagi di rumah nggak kemana-mana"


Eza dan Inara berjalan beriringan sesekali melempar candaan agar perjalanan tidak terasa membosankan


"oh iya Za, Arya apa kabar udah lama aku nggak tahu kabarnya" tanya Cinta membuat Eza menoleh kepadanya


"Rindu yaa" tanya Eza santai walau nyatanya ia merasa sedikit cemburu


"Rindu sih iya kan udah lama nggak ketemu hampir 3 bulan malah" balas Inara


"3 tahun lalu juga kamu ngga pernah bilang rindu ke aku Ra, ini kok baru 3 bulan kamunya udah rindu ke Arya sih" tanya Eza sedikit bercanda walau ia sedang cemburu


"aku juga rindu kamu kok, aku aja nggak tahu kamu kuliah disana, seandainya aku tahu mungkin waktu itu aku ikut kamu kuliah bareng disana" bela Inara

__ADS_1


"hmmm, yaudah nggak usah dibahas lagi soal Arya katanya hari ini ia otw kesini, ia baru balik dari makassar soalnya"


"wihh seru dong, aku mau nelpon Arya ahh mau nitip oleh-oleh" balas Inara antusias sembari merogoh HP di kantongnya, namun aktivitasnya terhenti saat ia sadar bahwa hp nya kini berbeda


"yahhhh..... aku nggak ada no Arya lagi" Inara mendadak lesu dan hal itu tak luput dari perhatian Eza, imut tapi bikin kesel


"Za telpon Arya dong aku mau minta oleh-oleh" ucap Inara kembali berbinar


"ck.. "dengan gerakan malas Eza memberikan ho nya ke Inara dan dengan cepat Inara meraihnya


"namanya Arya lucu, kok kamu kasih nama Arya ARYA SOMPLAK sih" tanya Inara namun tak di gubriks si Eza


"kok nggak dingkat" Inara kecewa kadena Arya tidak menangkat teleponnya, namun ia tak menyerah hingga percobaan kelima barulah Arya mengangkatnya


"APAAN SIH LOE DARI TELEPON GUE, LOE NGGAK TAU GUE LAGI NYETIR KLO ADA APAAPA GIMANA,


"ini" ucap Inara pelan mengembalikan hp Eza


Eza mengernyitkan dahi bingung. namun ia tetap menerima HP nya dan dilihat sambungan masih berlangsung. Eza mengaktifkan spaekernya


"KAMPRETT LOE ZAAA, APA SIH HALO.... HOLO... WOIIII.... EZA KAMPRETT"


"LOE YANG KAMPRET" balas Eza tak kalah kesal, bikin emosi jiwa nih orang


"ngapain sih main telpon mulu nggak sabar banget napa, loe kangen banget ama gue. gue tau gue ngangenin tapi nggak gini juga kali kalo gue celaka gimana mau tanggung jawab loe, HALO... ZA LOE MASIH DISANA" omel Arya panjang lebar membuat Eza menghembuskan nafas kasar


"bacot banget sih loe Ya, gue juga nggak mau telpon elo klo bukan si Nara yang nyuruh,. Kampretttt emang" balas Eza kesal

__ADS_1


"ha.... apa... Nara, maksud loe Syika kok" bingung Arya


"nih ngomong aja langsung" Eza kembali memberikan ho nya ke Inara namun Inara tak ingin mengambilnya, rasanya ia sedikit takut dan merasa tidak enak di bentak tadi, syok pastilah karena baru kali ini ia mendengar suara Arya keras


"ck, gara-gara elo dia nggak mau ngomong" ucap Eza


"astaga Za loudspek gue mau ngomong ama Nara" pinta Arya


"udah" jawab Eza semabri memdekatkan hp di depan wajah Inara


"Ra maafin aku, aku nggak masuk bentak kamu aku kira tadi itu si Eza kampret makanya aku kesal. sumpah aku nggak maksud apa-apa kok tadi kamu mau ngomong apa" ucap Arya panjang lebar namun Inara tak menjawabnya bibirnya bungkam, malah menjaubkan hp Eza menjaih dari hadapannya


"nggak mau ngomong dia, intinya dia minta oleh-oleh udah itu aja... bye" sambungan Eza matiakn secara pihat tanpa mengetahui bahwa Arya tengah uring-uringan di ujung sana


"kok kamu nggak ngomong sih, padahal yang paling heboh nelpon siapa" canda Eza namun Inara masih diam


"Ra"


"Za emang Arya kalo marah se serem itu" ucap Inara tiba-tiba


"he... emm itu iya, malah bisa lebih menakutkan lagi"


"kok aku takut ya, denger dia teriak-teriak aja nyeremin apalagi klo marah beneran" Inara bergidik ngeri membayangkannya


"yaudah nggak usah di pikirin si Arya, sekarang kita udah nyampe" Inara menghentikan langkahnya, mengedarkan pandangannya dan memekit kerasa saar melihat sosok yang sangat dikenalnya


"TANTE RIKAAA"

__ADS_1


__ADS_2