
Kedatangan mereka berdua menjadi pusat perhatian bagi para pasang mata yang ada disana, hanya saja mereka berdua cuek bebek saja tak memperdulikan.
jika sebagian orang menatap penuh kagum beda halnya salah satu pasang mata yang kini menatap penuh benci ke arah Eza, sedangkan Eza yang mengetahuinya mencoba tak peduli fokusnya kini hanya satu yaitu sosok gadis cantik dan manis yang selama ini di rindukan tengah berdiri di hadapannya menampilkan senyum menawan serta kehangatan dalam menyambut kedatangan ia dan Arya
"Nara kenalin dong sama mereka" ucap gadis salah satu diantara mereka
"oh ia maaf aku lupa" ucap Inara
"perkenalkan dia Arya dan Eza" ucap Inara memperkenalkan Eza dan Arya
"Za, Ya..kenalkan dia Caca, Eca, dan Ifa" tambahnya lagi memperkenalkan ke tiga gadis di sampingnya
"sedangkan mereka berdua Dirga dan Baim" tambahnya lagi
Eza dan Arya hanya manggut-manggut, para gadis senyam-senyum sedangkan Baim tersenyum ramah berbeda dengan Dirga yang hanya tak peduli
sebenarnya Inara adalah siswi ya..biasa-biasa saja tidak terkenal dikalangan para siswa-siswi lainnya bahkan di kelas pun ia hanya dekat dengan ketiga sahabat wanitanya berbeda dengan Dirga dan baim mereka berdua hanya ikut gabung sesukanya karena memang Dirga menyukai Inara sedangkan Baim berpacaran dengan Caca.
"oh iya..Inara hp kamu mana" ucap Eza
"buat apa"
"siniin bentar"
"ck..iya bawel" sungut-sungut Inara kemudian memberikan hp nya ke Eza sedangkan Eza langsung menekan nomor hp nya ke dalam sana kemudian menelpon dari hp Inara ke hp nya agar ia juga mendapatkan nomor hp Inara
"ini" Ez memberikan hp Inara ke empunya
"kamu selesai kuliah jam berapa" tanya Arya yang sedari tadi berdiri disana
"jam 12 palingan" jawab Inara
"aku jam 1 kalau kamu Za" tanya Arya ke Eza yang hanya diam berdiri dengan wajah datarnya sambil bersedekap dada
"12 sepertinya" jawabnya dingin
"ok setelah matkul selesai kalian berdua tunggu gue di kanting kampus aja setelah itu kita jalan-jalan gimana"
belum Inara menjawab, Dirga menyela
"bukannya nanti kita ada tugas kelompok ya Nara" sahut Inara
"oh iya ya" jawab Inara sedangkan Dirga menyunggingkan smriknya ke Eza yang juga menatapnya sepertinya Dirga terang-terangan menunjukkan ke tidak sukaannya ke Eza dan Arya sedangkan Arya yang menyadari itu mencoba memutar otak
"kalau begitu sore ini jam 5 aku dan Eza akan menjemputmu" usul Arya sedangkan Eza hanya menyimak dengan wajah datarnya sesekli pandangannya berpindah dari Inara ke Dirga
__ADS_1
"iya" jawab Inara saat mendapatkan jawaban itu Arya memandang Eza yang juga memandangnya kemudian mereka berdua tersenyum penuh kemenangan kemudian beralih menatap Dirga yang terlihat kesal
"sepertinya batu krikil seperti Dirga ini harus di singkirkan jika tidak ingin tersandung nantinya" batin Eza sambil tersenyum smrik ke arah Dirga yang juga melihatnya, mata keduanya manandakan sama-sama tidak suka
"baiklah kami pergi dulu sebentar lagi ada matkul..bye Syika" pamit Arya kemudian berbalik dan meinggalkan mereka semua, sedangkan Eza dengan tampang datar dan dinginnya pamit ke Inara
"bye Inara" kemudian berbalik menyusul Arya
" Eza kok jadi dingin kayak es kutub yaa nggak seperti biasanya" batin Inara heran
tak ingin terlalu larut dalam pemikiran Inara kembali bergabung dalam perbincangan dengan ke tiga temannya sedangkan Dirga dan Baim pamit terlebih dahulu
"oh my God..mereka berdua keren Nara" pekik si Caca
"ingat ada Baim tuh..si Baim mau loe kemanain" seru si Eca
"liat yang bening dikit doang mata hampir copot loe" sahut si Ifa
"hehehe namanya juga rejeki nomplok bikin mood buster jadinya lagian si Baim tetap the only one kok" jawab Caca, Inara hanya tertawa geli melihatnya
Di sisi lain tempat Eza dan Arya yang masih berjalan menuju gedung fakultasnya
"sepertinya si Dirga itu suka deh sama Syika"
"hmm..dari tatapannya aja udah bisa dipastikan" jawab Eza
"biarin ajalah gue nggak peduli asalkan bukan Inara"
"dari gelagaknya aja sepertinya dia bisa jadi gangguan deh"
"maka kita harus menyingkirkannya" jawab Eza tersenyum smrik begitupun si Arya
"yaudah gue duluan dulu...jangan lupa tungguin gue di kantin yaa" ucap Arya sebelum pergi masuk ke gedung fakultasnya sedangkan Eza masih harus berjalan beberapa meter lagi
"itu kan Justin" lirih Eza melihat Justin yang baru turun dari mobilnya
"JUSTIN" teriak Eza kemudian berlari menghampirinya
"yap" jawab Justin
"bareng yuk" ajak Eza kemudian mereka berdua melangkah bersama menuju kelas
di dalam perjalanan mereka berdua di hadang oleh Marcella cs
"hai Za..selamat Pagi" sapa Marcella, Eza hanya berdehem saja
__ADS_1
"Morning bebeb Justin" sapa Geby
"bukan bebeb loe tapi honey gue" ucap Yanti tak terima
"nggak bebeb gue"
"hiney gue" mereka berdua saling merebutkan Justin
"HENTIKAN" pekik Justin dan otomatis mereka berlima menjadi pusat perhatian
"ehem...sebaiknya kalian bertiga pergilah" ucap Justin datar dan dingin kepada Marcella cs itu
"ck..kenapa loe yang sewot Eza aja nggak merasa ke ganggu tuh" ucap Marcella tidak terima
"pergila...aku diam bukan berarti aku tidak terganggu karena ulah kalian" sahut Eza datar kemudian melenggang pergi di susul Justin
Di tempat Arya
Arya yang sedang duduk santai di bangkunya sambil memainkan gawainya di ganggu oleh kedatangan Tiara cs
"hai Ya" sapa Taiar kemudian mengambil posisi duduk di kursi depan Arya di ikuti ketiga tannya
"hai" jawab Arya ramah
"Ya gue boleh minta no hp nya temen loe nggak" tanya Tiara
"maaf nggak bisa"
"yaa...ayolah Ya please" bujuknya
sedangkan Arya hanya memutar mata jengah pasalnya selama ini Tiara sering mengganggunya hanya untuk mendapatkan kontak Eza
"nggak"
"nggak seru ih" kesal Tiara
"maaf tapi aku nggak bisa itu bersifat privasi jika kamu memang meninginginkannya mintalah ke empunya langsung" ucap Arya
Arya memang terkenal ramah pada siapa saja termasuk pada ke 4 ulet kuket di depannya ini
" kalau dia nggak mau gimana" tanya Tiara, Arya hanya mengedikkan bahu
"pergilah kalian berempat mengganggu kesenanganku"
"kesenangan apa loe aja duduk duduk gitu"
__ADS_1
"kesenangan dalam ketenanganku jadi kalian pergilah" jawab Arya datar dan baru kali ini Tiara cs melihat ketidak sukaan yang Arya tunjukkan
" tidak Dirga, tidak Tiara dkk, siapa lagi tuh yang ulet kuket satu yang selalu pengen nemplok si Eza..oh iya Marcella in the geng..dasar semuanya pengganggu..menggangu ketenangan orang aja..huu" batin Arya