~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Bab 86


__ADS_3

Tanpa terasa sudah seminggu lebih Eza dan Arya berlibur di temoat Bi Rika dan hari ini adalah hari terakhir mereka disana


"Za loe udah kemas belum" tanya Arya yang saat ini sibuk mondar-mandir merapikan barang-barangnya


"hmm.. dari kemarin malahan" balas Eza yang saat ini hanya duduk selonjoran diatas tempat tidur mengamati Arya itu


"udah belum, sebelum balik gue mau ketemu Inara bentar? buruan gih" lanjut Eza lagi sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 1 siang karena memang rencananya mereka akan berangkat pukul 2 agar tidak terkesan buru-buru katanya


"loe duluan aja, gue masih sibuk banger nanti gue nyusul di tempat biasakan? " balas Arya yang masih dengan aktivitasnya


"yaudah, gue duluan" setelahnya Eza melangkah keluar, setelah berpamitan ada Bi Rika barulah Eza menuju tempat yang memang biasa ia, Arya dan Inara sering sambangi selama mereka disini


Eza merogoh kantung celanan mengeluarkan Hp untuk menghubungi Inara


"Halo... "


"halo Za"


"temuan yuk ditempat biasa aku tunggu"


"emangnya ada apa Za? "


"nggak napa-napa sih cuman pengen ketemu doang soalnya hari ini gue udah harus balik"


cukup lama Eza menunggu tanggapan Inara di seberanga sana


"yaudah deh, tapi aga lamaan ya Za 15 menit lagi gue nyampe, soalnya aku ada kerjaan. Bentaran doang kok" balas Inara


"nggak papa yang penting kamu datang, yaudah aku duluan yaa sampe ketemu disana"


"iya"


Eza memasukkan kembali hp nya dan segera menuju tempat tujuannya


••••••


10 menit telah berlalu saat Eza melihat lingkaran jam di pergelangan tangannya dan selama itu pula Arya belum muncul juga. Apa tuh anak ketiduran yaa..pikir Eza


20 menit berlalu belum juga menampakkan batang hidung Inara membuat Eza sedikit gelisah apalagi sekarang ia dikejar waktu


baru di menit ke 30 puluh barulah Inara datang sedikit berlalri menghampirinya


"maaf Za, aku telat" ucapnya sesal kembuat Eza hanya tersenyum lembut kepadanya


"nggak papa, sibuk banget yaa"


"iya tapi sekarang udah beres kok"jawab Inara


"oh iya beneran kamu udah mau balik?" lanjutnya lagi


"hmmm, sedari kemarin Bi Mira teror aku mulu katanya harus cepet pulang padahal akunya masih pengen banget disini lebih lama"


mendengar itu membuat Inara menunduk lesu

__ADS_1


"kok lesu, takut kangen ya" goda Eza yang melihat Inara mendadak murung


"itu mah pasti kamu dan Arya pasti nantinya aku kanget"


"nggak papa kan sekarang dah canggih kita bisa VC seharian atau klo nggak aku yang kesini setiap weekend deh. Tapi lebih bagus lagi kalo kamu kembali ke Jakarta"


Inara diam entah memikirkan apa, Inara hanya tersenyum dan menangguk


"klo soal kembali ke Jakarta kek nya nggak dulu deh Za, tapi soal vc an boleh juga"


"oh iya Arya mana kok nggak ke sini?" lanjut Inara lagi


"bilangnya sih mau nyusul tapi nghak tahu kok nggak dateng" Inara hanya manggut-manggut


"nih aku punya sesuatu buat kamu tapi bukanya nanti yaa kalo kamu dah nyampe di rumah saat kamu lagi tiduran di kamar yaaa"


Inara memberikan sesuatu ke Eza yang tadi di bawahnya dan Eza dengan senang hati menerimanya


"kita selfie yuk kitakan nggak pernah foto bareng" Eza mengeluarkan Hp nya dan mengajak Inara untuk lebih dekat dengannya. dengan canggung Inara berdiri disamping Eza dan yang membuatnya terkejut saat Eza malah merangkul dirinya dan memeluknya tak lupa pula sebuah kecupan di keningnya


"astaga" batin Inara syok jantungnya berasa mau loncat saja saking deg-degan nya


dan


cekrek


"bagus" puji Eza melihat hasil jepretannya


deringan Hpnya membuat Eza kesal bukan main


"halo"


"buruan balik udah jam 2 P'A" balas Arya diseberang sana seketika Eza melirik jam di pergelangan tangannya dan memang benar jam 2


"loe nggak kesini"


"nggak sempet, Inara disitu tolong gue mau ngomong" pinta Arya, Eza melirik Inara disampingnya yang sedang mengamati ia yang menelpon dengan tamoangbpolosnya membuat Eza gemas sendiri


"Arya mau ngomong nih"


"halo" ucap Inara


"halo Syika maaf yaa aku nggak sempet nyusul soalnya prepare aku baru selesai"


"iya nggak papa kok"


"oh iya, mungkin kemarin pertemuan kita untuk terakhir kalinya aku berharap pertemuan selanjutnya kamu nggak lupa ama aku" ucsp Arya dan entah mengapa membuat Inara sedih


"justru aku yang ngomong gitu, kan kamunya kuliah di luar negeri tentunya banyak perempuan-perempuan yang cantik banget pasti aku akan di lupa deh"


"hahahaha.... kamu cemburu"


deg

__ADS_1


apa bener dia cemburu


"nggak kok ngapain juga "


"nggak bakalan aku lupa kok kamu tetap disini" ucap Arya sembari menunjuk dadanya walau nyatanya Inara tak akan melihatnya


"kamu yang baik yaa kuharap kedepannya kita berjumpa lagi. Jangan lupa telpon aku yaa klo enggak aku yang nelpon kamu"


"iya"


"Eza nya mana"


"halo.. "


"buruan balik Bi Rika nungguin kamu"


tut


"Inara sepertinya aku harus segera balik deh" ucap Eza dengan berat hati. jujur ia ingin disini disampin wanita yang disukainya pasti kedepannya ia sangat rindu akan sosok cantik di depannya ini


"iya kamu hati-hati ya"


"boleh aku peluk kamu" pinta Eza di balas anggukan oleh Inara


Eza membawa Inara dalam dekapannya membuat Inatlra merasa sangat nyaman dan membalas pelukannya itu


"aku akan merindukan mu Inara"


"aku juga"


"i love you"


deg


Inara melepaskan pelukannya memandang mata teduh itu, apa iya salah dengar ya?


"kamu bilang apa Za"


"aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu waktu itu sosok gadis cantik berlesung pipit yang mampu menggetarkan hatiku ini"


"Za... "panggil Inara lirih entah mengaoa ia bingung akan perasaanya ini.


"jika ini menjadi beban untukmu jangan di jawab sekarang tapi aku harap di pertemuan kita selanjutnya kamu udah beri jawaban"


"yaudah aku balik dulu, kamu jaga diri baik-baik dahhhh" setelah memberikan kecupan di kening Eza segera berlalu tanpa menoleh lagi takutnya ia tidak akan sanggup meninggalkan Inara disana.


sedangkan Inara


"*apa takdir masih mengizinkan kita bertemu Za" batin Inara mengadah ke atas menghalau air mata yang segera tumpah melihat Eza yang semakin jauh dari pandangannya


"aku mencintai mu sangat, tapi ada sosok yang lebih berhak atas dirimu. maafkan aku" lirihnya sembari merogoh kantong blazer nya mengeluarkan hp dan membuang kartu sim nya*.


"Ra... "panggil Rizki yang kini berlari mendekatinya

__ADS_1


"buruan yuk bentar lagi kita berangkat" ucap Rizki dibalas anggukan Inara


__ADS_2