~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Bab 88


__ADS_3

benar kata Bi Mira bahwa kerjaan di kantor sungguh menumpuk, menjadi wakil direktur tentunya tugas Eza tidak sesikit pantas saja Bi Mira selalu menerornya untuk segera pulang karena sejak ia liburan wanita itulah yang meng handle kerjaannya


huffff..... Eza menghembuskan nafas kasar melihat tumpukan berkas di atas mejanya yang baru saja Bibi nya itu letakkam disana


"nih tugasmu..bikin meja kerja ku sempit aja"


Eza menggerutu mengingat ucapan Bibinya itu


"kalo bikin sempit kenapa nggak di simpan di lantai aja, ada-ada aja bibi itu" kesal Eza dan segera memulai kerjanya


•••••••


Eza benar-benar sibuk setiap saking sibuknya kerja deadline, ia sampai tidak mempunyai waktu untuk sekedar menelpon Inara sesaat ia lupa karena sungguh banyaknya berkas yang semakin menumpuk setiap harinya


Apalagi Bi Mira sudah seminggu ini tidak masuk kerja dan hanya bersantai di rumah katanta sebagai balas dendam


ceklek


pintu ruangannya terbuka menampakkan sosok gadis cantik yang mendekatinya sembari membawa paper bag di tangannya


"hai.... "sapanya membuat Eza sesikit malas meladeninya


"hmmm"


"aku bawain makan siang buat kamu, makan bareng yuk" ajak Marcella


Eza melirik jam di tangannya dan benar waktunya makan siang, astaga cepat sekali waktu berlalu


"aku siapin bentar"Marcella duduk di sofa sambil membuka benerapa makanan yang dibawanya


mau tidak mau Eza mendekat dan melihat makanan apa saja yang di bawa gadis itu


"makanlah" Eza segera merai makanan yang di sodorkan kepadanya dan memakannya


••••••


hari ini Arya mem packing barang-barangnya taknterasa lusa ia akan berangkat ke Amerika untuk melanjutkan studinya. Dan lagi-lagi Mami Rina tak henti-hentinya selalu mengekorinya kemanapun ia pergi sambil merengek


"Arya beneran mau ninggalin mami" kalimat kesekian kalinya harus ia dengar dari beberapa waktu yang lalu


"cuma sebentar Mi nantinya juga pulang kok" jawab Arya yang juga untuk kesekian kalinya


"Tante Rina nggak bosen apa dari tadi merengek mulu, aku aja yang denger bosen tante" sela Inggrid tanpa dosa membuat Mami Rina mendelik ke arahnya

__ADS_1


"ck... "decak Mami Rina sembari menhentakkan kakinya menuju tempat tidur Arya dimana Inggrid duduk disana


"lagian. kamu ada-ada aja si sayang ngapain harus kuliah jauh-juh" omel Mami Rina lagi mendengar itu membuat Arya merotasikan bola matanya malas


"kan ini udah di bahas Mi"


"tapi tetap aja ngapain milihnya mesti jauh sih sayang kan disini juga ada"


"Mami ku sayang, cintaku Arya disanakan dah kepengen dari dulu memangnya mami nggak mau menantu bule nanti Arya bawain"


"nggak... Mami nggak mau kamu sama wanita luaran sana, Mami nggak suka" tolak Mami Rina tegas


"memang nya tante Rina nggak mau punya cucu unyu-unyu bin kyut-kyut kan biasanya anak bule pada gemasin" sela Inggrid


"nggak... sekali mami bilang nggak ya enggak dan kamu Arya jangan sampai jalin hubungan ama wanita luaran sana, jika mami tahu mampus kamu"


"iya.. iya nggak dehhh" balas Arya


"sudah semua" tanya Mami Rina


"sepertinya udah sih" jawab Arya


•••••••


walaupun jauh dari jurusan yang diambilnya, tapi karena Inara yang hobi menggambar dan membidik kamera tentunya sesikit paham akan keindahan dekorasi


Rizki... tentunya Inara dan Rizki sekantor hanya saja beda departemen.


"Ra... "panggil Rizki membuat Inara menoleh kearahnya


"pulang bareng yuk" ajaknya


"yaudah ayo" balas Inara dengan senng hati


"hai Syika" sapa seseorang di belakangnya membuat Inara dan Rizki menoleh


di kantor Inara lebih di kenal dengan panggilan Syika


"Rasya" jawab Inara


Rasya sosok lelaki yang selama seminggu ini gencar mendekatinya dan Inara akui dia tampan dan baik


"mau pulang, bareng yuk" ajak Rasya

__ADS_1


"Dia pulang bareng gue" sela Rizki cepat


"aduh maaf ya Rasya aku pulang bafeng Rizki aja kebetulan kosan kami deketan" tolak Inara harul membuat Rasya sedikit kecewa


"ahh yaudah tapi next time yaa nggak papa kan"


"iya next time yaa"


Inara mengejar Rizki yang sudah berlalu menuju motornya karena tak hati-hati Inara sampai menabrak seseorang


"aduhhh" pekiknya saat jatuh ke belakang


"astaga bokongku" batinnya meringis sambil mengusap bokongnya


Inara berdiri menatap tajam lelaki yang berdiri menjulang di depannya ini


Rizki yang melihat Inara berhadapan dengan lelaki lain segera mengehentikan motornya di samping Inara


"situ nggak mau minta maaf"ucap Inara


"ada ada Ra" bisik Rizki kemudian melirik lelaki di depannya


"astaga" batinnya


"Ra... "panggil Rizki lirih


"apaansih"kesal Inara karena Riski terus menarik-narik tangannya


"maaf... bukannya kamu yang menabrak saya" ucap lelaki itu


"maaf pak.. maafkan teman saya ini pak" sela Rizki membuat Inara mendelik kearahnya


"enak aja kenapa aku harus minta maaf orang dia yang salah ngapain jalan disini kan ngehalangin jadinya nubruk deh" kesal Inara yang tak mau minta maaf


"minta maaf Ra... aduh kamu ini"bisik Rizki lagi justru membuat Inara tambah kesal


"nggak mau" Inara malah melenggang pergi membuat Rizki cengo di buatnya


"astaga tuh anak minta di geprek apa"


"sekali lagi saya minta maaf pak... permisi" setelah sedikit menunduk Rizki kemudian menaiki kotornya mengejar Inara yang sudah agak jauh darinya


"menarik" gumam lelaki itu

__ADS_1


__ADS_2