~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 56


__ADS_3

"KAMU MENYUKAINYA" ucap mereka bersamaan.


kedua mata mereka saling pandang menunjukka keseriusan dibalik tatapan tajam masing


Eza tersenyum miring, begitupun dengan Arya yang tersenyum sinis. bagaimana bisa mereka berdua berada dalam situasis seperti ini menykai satu wanita yang sama


INARA


tiba-tiba suasana menjadi oanas, dinginnya ac tak mampu menyejukkan keadaan.


"gue nggak ingin karena wanita hubungan persahabatan yang kita jalin selama ini berantakan Za dan inilah yang gue takutkan kalo elo juga suka sama Inara" ucap Arya yang kembali lembut seperti biasanya


"ituah kenapa gue marah sama elo karena loe bareng si Marcella itu" lanjutnya lagi


"huffff....gue cuma bantuin dia nggak lebih"jawab Eza


"tadi mobilnya mogok kebetulan gue lewat karena nggak tega makanya gue tolong" lanjutnya lagi


Arya hanya memasang wajah kusutnya layaknya seorang kekasih yang cemburu


sesaat hening


mereka berdua mnlenyelami pikiran masing-masing


"soal Inara, jujur gue suka ama dia dan jika suatu saat ia lebih memilih loe gue ikhlas setidaknya dia jatuh pada orang yang tepat" sahut Eza tiba-tiba membuat Arya yang sesri tadi melamun menoleh kearahnya


dilihatnya Eza swdang tersenyum hangat menyambut tatapannya, sadar tidaknya Arya dibalik senyum itu ada kepedihan


"begitupun gue Za..jika seandaianya suatu saat Inara pilih loe gue juga ikhlas" ucap Arya lembut


...................Rz...................


esok harinya.....


hari yang sangat mendebarkan bagi mahasiswa/siswi di semester terakhir, untuk mendapatkan gelar s1 tentunya sidang skripsi menjadi hal yang mendebarkan.


tapi tidak bagi Eza, Justin dan Arya, walapun mereka bertiga somplak tapi soal kepintaran tak diragukan lagi


dengan mudahnya mereka melewati sidang skripsi dan kini mereka bertiga tengah bersantai di kantin kampus.


"Hai Just" sapa lembut seseorang di belakangnya


"loh yank kok disini" jawab Justin kemudian tersenyum menyambut kekasihnya


"terus aku harus dimana yank" jawab Ifa bercanda


"disini" tunjuk Justin tepat didada kirinya


"gombal" ucap Ifa tersipu malu, sedangkan Justin kesemsem sendiri melihat keimutan kekasihnya itu


"serasa dunia milik berdua yaa...yang lain manikin" cibir Arya yang jengah melihat kebucinan sahabat satunya itu


"makanya jang jomblo mulu...entar karatan loh..jomblo kok dipelihara" jawab Justin tak kalah pedasnya, sedangkan Arya yang mencebikkan bibirnya kesal


"Inara mana Fa" tanya Eza yang sedari tadi diam, walaupun memang biasanya selalu diam


"ada kok, nih katanya lagi otw" jawab Ifa sambil menunjukkan pesan chatnya


Tak lama kemudian....


Inara, Eca, dan Caca datang


"nanti malam ada acara nggak" ucap Arya tiba-tiba


mereka semua serentak menggeleng


"gimana nanti malam kita party" ucap Arya antusias


"dimana" ucap Caca,Eca, dan Ifa serentak


"dirumah Eza" jawab Arya polos tanpa beban tanpa ia sadari tatapan membunuh mengarah padanya


"nggak papa Za, sekali-kali" ucap Arya dibalas tatapan jengan dari Eza


"okey malam ini kita party"


"yeayyy"


mereka kembali menikmati kebersamaanya saling bercengkrama kemudian tertawa


"guys gue pamit dulu mommy gue nelpon nyuruh balik katanya" ucap Arya tiba-tiba


kemudian disusul Justin dan Ifa yang pergi ngedet, Eca yang dijemput tunangannya dan Caca yang pergi bareng Baim.


Tinggallah Inara dan Eza yang masih stay di tempat itu.

__ADS_1


"emm...aku balik ya" ucap Inara canggung. sejak kejadian itu entah mengapa rasanya canggung dekat dengan Eza, apalagi sampai saat ini ia belum mengerti akan perasaan yang sebenarnya terhadap Eza


"yaudah aku antar" jawab Eza ceoat kemudian mereka berdua beranjak pergi menuju parkiran


sesampainya disana...


baru saja Eza buka pintu seseorang memanggilnya


"Za..."panggil seseorang di belakangnya


Eza dan Inara melihat kearahnya


"Marcella" batin Inara


"apa" jawab Eza datar


"emmm...minta tolong boleh" jawab Marcella


"apa" ucap Eza


"aku boleh nebeng nggak Za..di depan doang kok bengkel depan" ucap Marcella


"maaf nggak bisa" jawab Eza kemudian masuk kemobilnya disusul Inara yang sedari tadi diam


selama perjalanan Inara hanya diam begitupun dengan Eza


"kita ke mall bentar sekalian beli bahan-bahan buat pesta nanti" ucap Eza memecah keheningan


"emm...iya deh" jawab Inara


"kok diam" Eza


"nggak kok cuma bingung aja mau bahas apa" Inara


"gimana sidangnya" Eza


"lancar kok"


"syukurlah"


sesampainya di mall...


Eza dan Inara belanja segala kebutuhana yang diperlukan dalam party nanti


"hai Ra" sapa Dirga yang kebetulan juga ada disana


"belanja juga yaa..sama siapa Dir" ucap Inara basa basi


"sama adikku..tuh" jawab Dirga sambil menunjuk adiknya yang ada disana


"ohh..kirain ama pacar Dir"


"rencananya sih kamu Ra" ucap Dirga serius detik kemudian ia tertawa mengubah kecanggungan


Inara yang sempat terkejut kemudian tertawa tak ingin mengambil pusing ucapan Dirga barusan


Eza? twntunya ia paham akan situasi saat ini


"kita pulang" sahut Eza kemudian menarik tangan Inara menjauh dari Dirga


setelah membayar belanjaanya, medeka menuju rumah Eza


"ini rumah siapa Za..kok kesini" Eza rak menjawab, ia keluar kemudian mengambil semua barang di dalam bagasinya.


Inara yang merasa aneh kemudian menyusul


"Za kok nggak dijawab..ini dimana" ucap Inara lagi


"rumah ku" jawab Eza datar dan dingin membuat Inara diam seketika


"tapi kan party nya nanti malam Za, sekarang aja masih jam 10"


Eza tak menjawab melenggang jauh masuk ke dalam rumah mau tak mau Inara mengikutinya.


"loh Za..udah pulang cepet amat" ucap Bi Mira yang bingung melihat Eza yang pulang saat ini pasalnya kan hari ini ia sidang skripsi


"udah pulang Bi...sidangnya udah selesai" jawab Eza setwlah menaruh belanjaannya didapur


Inara hanya diam berdiri, kemudian bersembunyi di belakang Eza saat Eza sudah berdiri di dekatnya


"ini siapa Za" tanya Bi Mira yang mencoba melihat Inara yang masih bersembunyi


"calon istri" jawab Eza


Inara yang terkejut akan ucapan Eza spontan mencubit pinggang Eza

__ADS_1


"aww...."desis Eza kemudian melirik Inara yang dibalas tatapan tajam dari Inara


"kuliah aja belum selesai udah bawah calon bini segala" omel Bi Mira


"namanya Inara bi....Ra kenalin ini bibi ku yang cantik namanya Mira" ucap Eza memperkenalkan


Inara yang masih sedikit kaku mencoba melihat Bi Mira walau terkesan mengintip di balik tubuh Eza yang kekar


"disangka dedemit kali yaaa" gerutu Mira yang melihat tingkah Inara


sedangkan Eza beda lagi justru gemes sendiri melihat kelakuan Inara


"Inara tante" ucap Inara pelan kemudian menundukkan kepalanya


"santai aja kali Ra...bi Mira nggak bakalan ngemut kamu kok" canda Eza kemudian duduk di sofa diikuti Inara yang tak ingin lepas darinya


"hahahaha....kamu kenapa sih Ra"


"nggak kok...cuma..cuma..nggak enak aja tiba-tiba kamu bawa aku seni" jawab Inara


"santai aja kali"


"oh iya..kamu disini aja nggak usah balik nanti malam aja setelah party aku antar pulang"


"tapi kan...."ucap Inra ragu kemudian melirik Bi Mira yang masih terlihat bingung menatapnya


melihat Mira yang melihat kearahnya, Inara kembali menunduk


"ck..dasar nih bocah..dikira gue dedemit apa,cantik gini disangka mak lampir" gerutu Mira yang masih bisa di dengar


"hahahahahaaaa"tawa Eza pecah mendengar gerutu bi Mira


"kurang ajar" teriak Bi Mira yang tak terima di tertawakan


Inara yang merasa tak enak ditambah mendengar gerutu dari Bi Mira semakin tak enak


belum lagi Bi Mira yang teriak, Inara kira mungkin Bi Mira marah akan kelakuannya, tapi jujur saat ini ia memang takut belum pernah rasanya ia dibawa ke rumah seseorang apalagi yang tidak dikenalnya, kan yang dikenal cuma Eza nya, makanya ia merasa takut saat Eza membawa ia kerumahnya


"Za.."panggil Inara lirih


Eza yang dipanggil melihat ke arah Inara


"astaga Ra"ucap Eza yang sedikit oanik melihat Inara tiba-tiba ingin menangis


"gara-gara bibi nih" kesal Eza kemudian membawa Inara dalam pelukannya,.menyembunyikan wajah ketakutan Inara didadanya


"apa...lagian dia sih orang cantik gini seperti lihat mak lampir aja" balas Mira yang juga sebal


"cantik gimana orang rambut amburadul gitu kek singa" ucao Eza yang masih kesal sesekali mengusap lembut lengan Inara yang ia yakini kali ini menangis karena merasa bajunya basah


"astaga emang ia yaa" ucap Mira kemudian mencari hp nya dan menyakan kamera


"ASTAGA" pekik Bi Mira melihat penampilannya kini


"gara-gara sinetron sialan itu"


Beberapa menit sebelum.kedatangan Eza


Bi Mira yang saat ini asyik nonton sinetron andalannya di chanel ikan terbang dibuat gemes sendiri dengan adegan-demi adegan di dalamnya


menceritakan soal perjuangan seorang lelaki terhadap wanita yang dicintainya, tapi sang wanita yang rela meninggalkan lelaki tersebut akibat desakan orang tua yang menjodohkannya dengan anak rekan kerjaanya, membuat wanita terpaksa menikah dan meinggalkan sang kekasih tanpa sepata kata


hal inilah membuat Bi Mira yang heboh sendiri melihatnya kadang berjingkrak-jingkral, ngomel-ngomel bahkan sampai mengacak-ngakan rambutnya


selesai....


"dasar korban sinetron" cibir Eza


"ck.."Bi Mira hanya berdecak kesal mendengarnya


Bi Mira kemudian berlalu ke kamarnya untuk memperbaiki penampilannya


"udah Ra..Bi Mira baik kok orangnya" ucap Eza lembut


"iya..hanya saja aku sedikit takut" jawab Inara sambil menghapus air matanya


"kamu istrhat gih dikamarku"


"kok dikamarmu"


"terus"


"nggak ada tempat lain apa"


"nggak ada..yaudah yukk" Eza menarik tangan Inara menuju kamarnya

__ADS_1


j


__ADS_2