~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Kembali


__ADS_3

Hari ini , dimana hari yang telah ditentukan oleh Bi Mira untuk kembali ke kota. wanita cantik itu telah selesai bersiap-siap untuk kembali walaupun merasa sangat berat meninggalkan tempat ini tetapi ia tak boleh egois dimana ia juga sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang dibangun oleh kakak dan kakak iparnya sebagai penanggung jawab yang telah diberikan amanah ia tak boleh lalai, sebenarnya amanah yang sama juga diberikan kepada Rika hanya saja wanita itu lebih memilih mengelolah panti dan menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada Mira seorang.


setelah selesai Bi Mira beserta koper yang di gandengnya keluar dari kamar menuju ruang tamu sambil menyesap teh manis menunggu dua pemuda yang menyebalkan itu untuk segera keluar dari sarangnya


15 menit menunggu tapi belum juga menunjukkan batang hidung dua pemuda itu entah apa saja yang mereka lakukan apakah mereka sedang menjarah seisi panti ini sehingga mereka berdua begitu lama pikirnya


"ck.. mereka berdua kemana Rika kenapa mereka belum keluar juga" tanya Mira ke Rika yang sedari tadi duduk manis sambil menikmati secangkir teh beserta kudapan lainnya


"entahlah..aku rasa mereka masih betah disini mengingat mereka baru beberapa hari disini mengkin ia belum puas menikmati alam sekitar" jawabnya sesekali menyeruput tehnya


"begitupun aku Rika andai saja pekerjaan tak menunggu ku, aku juga ingin berlama-lama disini" ucapnya lesu


"Ayolah Rika bantu aku mengurus perusahaan itu" sambutnya lagi memohon


"aku tak bisa..kau tau sendirikan jika panti ini juga membutuhkan aku"


"ck...apakah kau tau pekerjaan kantor itu sangat sulit melebihi sulitnya cari jodoh"


"kau itu pintar makanya perusahaan kakak dan kakak ipar bisa berkembang sampai saat ini dan soal jodoh jika itu mudah mengapa kau tak mencarinya lagi mengingat kau sudah sangat lama menjomblo"


"aku tak bisa...masa lalu selalu menghantui ku dan menurutku aku hanya akan menikah sekali seumur hidup saja tak ada yang bisa menggantikan mas Radit dihatiku" jawabnya sedih


"hmm..aku jadi teringat Radit pria baik itu terlalu cepat meninggalkan kita, aku harap kau bisa menemukan sosok Radit lain diluar sana mengingat usiamu masih mudah"


"ck..muda apanya orang udah mau kepala 4"


"hahaha..tapi masih cantik ko masih laku lah dipasaran hahaha"


"kurang asem emang" ucapnya males


"tuh bocah pada mana sih dari tadi kagak nongol-nongol" tambahnya lagi


karena terlalu lama menunggu Bi Mira memutuskan untuk mengecek mereka berdua disusul Bi Rika di belakang

__ADS_1


ceklek


"Astaga....EZA...ARYA...."suara Bi Mira menggelegar dalam ruangan itu ketika melihat dua orang yang sedari tadi ia tunggu ternyata masih setia dibawah selimut


mendengar suara yang amat dahsyat falesnya seketika membangunkan dua penghuni kamar itu, dimana kemarin malam Arya berusaha merayu Eza untuk tidur dikamarnya.


Eza dan Arya yang terpaksa harus membuka matanya akibat suara cempreng itu tengah duduk sambil bersandar pada headboard untuk mengumpulkan nyawa yang masih tersisa di alam mimpinya diiringi dengan alunan cerah dari Bi Mira


"kalian ini yaa bisa-bisanya masih tidur, dari tadi Bibi sudah nungguin di luar. Jika dalam waktu 15 menit kalian belum keluar jangan salahkan Bibi jika kalian aku seret dalam keadaan kalian seperti sekarang"


sekarang ini Eza dan Arya hanya memakai boxer pendek saja untuk menutupi tubuhnya dan lucunya boxer itu bergambarkan kartun spongeboob dan mickey mouse


"astaga tega banget Bi" sahut Eza sedangkan Arya reflek menutup tubuhnya dengan selimut


"biarin...biar orang tau kalau cowok maco seperti kalian suka memakai boxer kartun" cibir Bi Mira sedangkan Bi Rika sedari tadi hanya menyimak sesekali tertawa melihat keadaan


"mau ditaruh dimana nih muka kalau gadis-gadis desa liat cowok maco seperti kita seperti ini" tanya bodoh Eza kepada Arya sedangkan yang di tanya hanya bingung menanggapi bagaimana bisa Eza berpikiran macam itu sedangkan apa yang diancamkan Bi Mira belum tentu akan terjadi, tidak mungkinkan Bi Mira setega itu hingga menyeret mereka keluar hanya dengan memakai boxer saja pikirnya


"bodoh kok di jaga nggak bakalan jadi emas tuh" cibit Arya membatin


"e..e..e..biar body kayak gini tapi para gadis pada ngantri tuh" jawab Arya tak terima apa yang diucapkan Bi Mira


"alah....kalau aku jadi gadis itu aku cari yang berisi jadi enak kalau dipeluk empuk-empuk gimana gitu nggak seperti kalian kalau di peluk serasa meluk tulang kebungkus kulit"


"pulang dari sini aku akan ngegym..puas" kesel Eza


mendengar kata pulang seketika mengingatkan kembali Bi Mira


"oh iya bibi lupa.."ucap bi Mira kepotong oleh Eza


"faktor U tuh" cibir Eza


"dasar durjanda...dalam waktu 10 menit kalian belum siap awas aja ancaman bibi akan bibi laksanakan"ucap Bi Mira sambil tersenyum licik dan berlalu pergi

__ADS_1


melihat senyum itu membuat Eza dan Arya saling berpandangan bergedik ngeri seolah-olah atmosfer dalam ruangan itu berubah menjadi mencekam sepeninggal Bi Mira


"yasudah sana mandi lepas tuh kalian siap-siap jangan buat Mira menjadi mengamuk lagi kalian tau sendiri kan seperti apa dia jika tanduknya sudah keluar" sahut Bi Rika membuat Eza dan Arya memandanginya sambil mengangguk selepas itu ia berlalu


bagaimana jadinya jika Bi Mira mengamuk bisa-bisa jiwa iblisnya meronta-ronta lagi


beberapa menit kemudian Eza dan Arya keluar dengan tas ransel yang bertengger di belakang punggungnya


"yaudah Rika kita balik dulu, jika ada waktu luang lagi kami pasti kesini" pamit Bi Mira sambik bercipika-cipiki dengan Rika


"Bi Zaza balik dulu, doain Zaza agar Zaza sukses dan sehat selalu" pamit Eza ambil menyalami dan berpelukan


"pasti sayang"


"Bi Arya tampan dan manis ini balik dulu jika ada waktu luang lagi Arya janji akan kesini lagi..iya kan Za" ucapnya sambil menyenggol Eza kemudian menyalami Bi Rika


"narsis bener nih bocah" cibir Bi Mira


"nggak papa Bi yang penting aslinya memang seperti ini hehehe" Arya cengengesan


"yaudah aku balik ya Rika kapan-kapan kamu yang kesana kami tunggu"


"iya jika ada waktu luang" jawabnya senyum


mereka bertiga pun menuju mobil yang terparkir dengan Bi Rika yang senantiasa menemaninya


"yaudah aku balik yaa..kamu jaga kesehatan" ucap Bi Mira kemudian masuk di kursi penumpang


"aku balik ya Bi..jangan lupa sering telpon Zaza" ucapnya sambil memeluk bi Rika kemudian masuk dan duduk di kursi kemudi


"aku balik ya bibi cantik..jangan rindu soalnya rindu itu berar jika dipikul hahaha" ucap Arya sambil memeluk Bi Rika dan masuk duduk di samping Eza


"iya"

__ADS_1


"dahhhh" ucap mereka bertiga sambil melambaikan tangan dengan suara klakson mobil yang berbunyi


sedangkan Bi Rika senantiasa melambaikan tangan mengitringi kepergian mobil Eza yang semakin lama semakin menjauh


__ADS_2