~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Pasar Malam #2


__ADS_3

Mereka bertiga kembali berjalan menelusuri setiap tempat yang ada, berbagai jenis stand permainan dan wahana telah mereka coba, hanya ada tiga wahana lagi yang belum mereka coba dan itu membuat mereka bertiga saling adu pendapat mengenai itu


"kita kesitu dulu yuk" tunjuk Inara pada wahana rumah hantu


"No" tolak Arya cepat


"nggak ah..kita naik yang itu aja" tunjuk Eza pada wahana ontang-anting


"tapi yang itu juga lebih seru deh" lanjutnya kagi pada wahana kora-kora


"No" tolak Arya lagi


"kenapa" tanya Inara heran


"oh iya..kamu nggak tau ya Arya itu penakut" bisik Eza ke Inara


"lah..laki maco gini kok penakut" cibir Inara ke Arya yang masih berdiri mematung sambil menggendong boneka panda, terlihat sangat menggemaskan


"nggak kok..hanya saja aku nggak suka aja dengan wahana yang menguji adrenalin gitu" elak Arya


"yaa nggak seru dong" ucap Inara sendu


"lah kenapa" jawab Eza dan Arya barengan


"nggak bisa main dong" jawab Inara


"kenapa..bareng Eza kan bisa" tanya Arya lagi


"iya sih..tapi tetap nggak seru dong. kan kita kesini bareng betiga masa mainnya nggak barengan sih, kenapa sih Rya kamu harus penakut gitu"


"tapi kan..."sahut Arya yang terpotong oleh Inara


"nggak bakalan kenapa-napa kok percaya deh nanti aku dan Eza jagain kamu kalau nanti kamu takut..yayaya" bujuk Inara


"ayolah Ya..iyain ajalah lagian inikan cuma wahana doang loe nggak bakalan kenapa-napa..belive me" sahut Eza yang entah mengaoa sangat menyebalkan bagi si Arya


"dasar si bambang masa dia lupa atau pura-pura lupa sih kan gue takut mainan yang kayak ginian..ck..apes-apes punya sahabat kok jahanam banget" gerutu Arya dalam hati


"baiklah"jawab Arya lesu


mendengar itu Inara sangat senang saking senengnya ia berlari menuju tempat penjual karcis untuk wahana rumah hantu yang diinginkannya meninggalkan Eza dan Arya di belakang


"loe lupa atau gimana sih Za, loe taukan kalo gue nggak suka mainan kek gituan" geruru Arya sambil melangkah menuju Inara


"tau kok...tapi yaa mau gimana lagi loe nggak kasian apa liat Inara, dia seneng gitu loh masa gara-gara loe yang penakut gitu dia jadi gagal mainnya"

__ADS_1


"ck...belum juga masuk kaki gue udah gemetaran Za" ngaduh Arya yang memang nyatanya entah mengapa kaki panjangnya itu kini gemetar seiring melangkah


"tenang ada gue kok...tapi kalau loe pingsan nanti gue nggak nanggung loh yaa..gue ninggalin aja loe di dalam jadi tahan jangan sampe pingsan oke..." ucap Eza sedikit menenangkan plus ancamannya juga turut serta


"pingsan sih nggak masalah gue yakin loe nggak bakalan ninggalin gue Za kan ada si Inara,tapi kalo gue kencing di celana kan malu. malunya sampe matipun kebawa Za ckck...aarggg" batin Arya frustasi


"ayok...si Inara dah nungguin tuh" ucap Eza sambil sedikit menyeret si Arya yang kini menggenggam erat boneka panda


"kuatkan aku panpan" batinnya


"yuk.."Inara segera menggandeng Eza dan Arya di kiri dan kananya


"bismillahirohmanirahim..ya allah lindungun Arya ya allah" batin Arya sambil menutup wajahnya dengan boneka panpan ditangannya seiring kaki melangkah ke dalam


saat kaki mulai masuk seketika suasana mencekam bagi Arya berbeda dengan Eza dan Inara yang santai


teriakan histeris dari para pengunjung menambah ketegangan, belum lagi manekin hantu ataupun hantu jadi-jadian yang sering muncul tiba-tiba membuat Arya semakin takut


"permisi...numpang lewat nggak ganggu kok..yang adem yaa...misi" ucap Arya yang membuat Eza dan Inara terkekeh geli mendengarnya


"Ra..kita lari yuk" ajak Eza yang jail sedikit berbisik


"tapi kan...kasian si Arya" balas Inara juga berbisik


"nggak papa kok lagian kan pitu keluar udah deket tuh" bisik Eza sambil menunjuk pintu keluar


"hei..Ra jangan di lepas" ucap Arya yang masih menutup wajahnya dengan bineka panpan


"hei..Za..Ra" teriak Arya yang tak merasakan Eza dan Inara di dekatnya membuat ia terpaksa harus melihat keadaan sekitar


"EZA....INARA...AAARRRGGHHHH" teriak Arya menggema ketika sosok kuntilanak jadi-jadian muncul tiba-tiba


bugh... satu bogem mentah reflek mendarat di wajah hantu itu, setelahnya Arya lari sekuat tenaga menuju lintu keluar


"sue....nyari dui gini amat yaa udah muka cemong, pake daster gini dapat pukulan lagi...apes-apes" gerutu mas kunti itu


sedangkan di luar sana Eza dan Inara tertawa lepas setelah mengerjai si Arya


"dasar Eza P'A loe mwu bikin gue jatungan haa..hos..hos"


"tapi aman kan..jantung loe tetap nempelkan kan atau malah nyungsep di perut hahaha"


"sue...brengsek"


Inara hanya mampu terkekeh geli mengungat kejadian tadi, sebenarnya ada sedikit rasa bersalah dan kasihan dalam dirinya tapi mau gimana lagi ajakan Eza sedikit menghibur baginnya walaupun mengorbankan satu orang yaitu Arya

__ADS_1


"maqf ya..ini tuh ajakan Eza" ucap Inara


"sudahnya..nggak papa memang si somolak ini nggak ada buat-buatnya" gerutu Arya yang hanya membuat Eza tertawa lepas


"masih mau main lagi nggak" ajak Inara


"he em...kora-kora gimana" usul Eza


"nggak..." tolak Arya lagi melihat wahana itu saja sudah membuat bulunya meremang


"okey...."jawab Eza yang seketika tuli tak ingin mendengar penolakan akhirnya Eza menyeret Arya menuju wahana kora-kora


"hei..gue nggak mau..lepasin nggak" Artmya sedikit memberontqk tapi apalah daya Eza memegangnya kuat


"mas..tiket 3 orang" ucao Eza


"baik mas"


sedangkan Inara mengambil si panpan dari tangan Arya walaupun agak kesusahan membawanya tapi mau gimana lagi, ia ingin Arya menikmati permainanya tanpa si panpan yang mengganggu walau tanpa sadar Inara sadari jangankan menikati niat saja Arya nggak punya


mereka bertiga sudah duduk masing-masing dengan posisi Inara di tengah


permainan di mulai, awalnya masih pelan lama-kelamaan agak cepat membuat para pengunjung teriak histeris tak terkecuali Arya


"aaargggg...."


"*ya allah jantungku..." bagin Arya


"aaargggg*"


"hueekkk"


"huekkk"


"huekkk" Inara memijqt tengkuk Arya yang muntah akibat permainan tadi sedangkan Eza pergi membeli mainuman


"udah baikan" tanya Inara sedangkan Arya hanya mengangguk lesu


"nih minum dulu" sahut Eza seraya meyodorkan 1 botol minuman dingin


"gimana nih mau kanjut atau tidak"


"nggak usah deh kasihan si Arya udah pucet gitu..kita pulang aja yah" jawab Inara


"yaudah deh yuk..." ucap Eza kemudian memapah Arya yabg masih sempoyongan

__ADS_1


"dasar lembek..."bisik Eza ke Arya yanga hanya dibalas tatapan tajam dari Arya


"sue..."


__ADS_2