~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Part 75


__ADS_3

Pagi ini, Eza menuju desa tempat dimana Bi Rika dan Inara tinggal. setelah tadi terjadi drama yang menurutnya sangat menyebalkan dimana Bi Mira tak tega mengijinkannya pergi sendiri apalagi tanpa Arya.


yah...dengan berat hati Arya menolak ajakan Eza untuk ke desa karena tepat hari ini juga ia harus berangkat ke Makassar, kampung halaman sang Mami Rina


mau tidak mau membuat Eza dengan ekstra sabar serta bujuk rayuan agar mendapat izin dari Bi Mira hingga Bi Mira meng iyakan nya. Bukan tanpa alasan Mira tak mengijinkannya apalagi Eza berangkat sendiri tanpa Arya


baru saja terlepas dari Bi Mira, Eza kembali di buat jengkel dengan kehadiran Marcella secara tiba-tiba apalagi mendesaknya agar diizinkan ikut dengannya.


akhirnya niat hati berangkat jam 7 pagi malah berangkat jam 10 pagi...dan syukurlah tanpa Marcella


•••••


setelah melewati perjalanan yang panjang, akhirnya Eza sampai juga di desa tempat dimana Bi Rika tinggal.


tempat yang masih sama seperti terakhir kali ia berkunjung...sejuk dan asri


suara klakson membuat Bi Rika yang sedang sibuk di dapur dengan terpaksa menghentikan kegiatan memasak-masaknya


"assalamualaikum...."sapa seseorang dari luar membuat Bu Rika mempercepat langkahnya


"waalai....kum...salam....EZA" pekik Bu Rika namun terpaku pada tempatnya memastikan apakah yang dilihatnya benar Eza keponakannya


"astagfirullah...Eza..."BI Rika berlari dan merengkuh tubuh tegap sang ponakan

__ADS_1


"apa kabar Bi" balas Eza penuh sayang


"kamu datang kok nggak ngabarin Bibi kalo tau gini Bibi masakin kesukaan kamu, lagian sih Mira kok nggak ngabarin sih" cerocos Bi Rika membuat Eza terkekeh geli melihatnya


"napas Bi..napas" kekeh Eza membuat Bi Rika melayangkan pukulan di bahunya


"masuk gih" Bi Rika menuntun Eza ke ruang tamu sedangkan ia menuju dapur buat minuman


Eza duduk sambil menelisik penjuru ruangan dimana terdapat beberapa foto ayahnya mulai dari kecil hingga remaja, bahkan foto pernikahannya pun tergantun indah di dinding, Eza hanya memapu terseyum perih melihatnya


tiba-tiba rasa rindu menyeruak dalam dirinya, ia sangat merindukan ayah dan ibunya.


"nih minum dulu" sahut Bi Rika sambil meletakkan segelas jus di depannya membuat Eza tersentak


"kok tiba-tiba datang Za" tanya Bi Rika yang kini duduk di hadapan Eza


"kangen aja Bi, lagian Bibi nggak dateng sih di wisudanya Eza"


"maaf yaa , Bibi sibuk soalnya"


"iya"


"teman mu yang waktu itu nggak dateng Za"

__ADS_1


"ohh Arya, nggak Bi Arya lagi pulang kampung" jawab Eza membuat Bi Rika hanya manggut-manggut


"yaudah kamu habisin gih lepas itu istirahat pasti kamu lelah"


•••••


sore harinya....


Eza berjalan menelusuri indahnya pedesaan, sapaan dari para warga desa saat berpapasan dengannya membuat Eza selalu mengumbar senyum manisnya.


kakinya membawanya ketempat dimana terdapat air terjun disana, tempat dimana ia dan Arya waktu itu ia datangi


"masih sama" gumamnya sambil menikmati kesejukan alam yang disuguhkan


kembali Eza melangkahkan kakinya dimana hamparam berbagai bunga terpampang indah di depannya. Tak lupa Eza mengabadikan momen dan memgirimnya pada Arya.


"biarlah ia iri" pikirnya


Eza kembali berjalan dan kali ini tujuannya di bukit dimana ia, Inara dan Arya datangi waktu itu


sesampainya disana, Eza menghamparkan jaket sebagai alas tidurnya.


sambil memandangi langit senja disana, Eza menaruh harap agar segera bertemu dengan Inara. Rasa rindu begitu membuncah dalam dirinya bahkan kali ini ia bertekad akan mengutarakan perasaannya selama ini.

__ADS_1


sesaat Eza memejamkan mata, meresapi kedamaian yang didapatkannya. setelah mengabadikan beberapa ikon yang cocok diabadikan.


__ADS_2