~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Pamit


__ADS_3

Sore ini Eza siap-siap keluar untuk mencari Inara, ia ingin bertemu sekaligus pamit bahwa besok ia harus kembali ke Kota


"oke sip udah cakep" ucapnya narsis di depan cermin


buru-buru ia melangkahkan kakinya keluar tapi entah mengapa langkah kakinya membawa nya menuju kamar Arya entah naluri bahwa kemana-mana harus bersama si Arya, bagaimana kalau dia harus menikah tidak mungkin kan dia ajak Si Arya untuk menikah juga pikirnya


tok


tok


tok


ceklek


ketika pintu terbuka terpampanglah wajah tampan sang empunya yang sedang berdiri dengan wajah kocaknya yang super duper nyebelin itu


"baru juga mau dibukain eh..tau-taunya loe langsung nyosor duluan"


"elonya yang kelamaan, ngapain aja sih loe di dalam, Bersemedi"


"bertelepati ama dewa cupid agar nggak salah nembak panah cintanya untuk jodoh gue" jawab Arya enteng


"ck...gue mau keluar mau ikut nggak kalo nggak mau ya udah bye"sahutnya langung cabut


"belum juga dijawab udah cabut aja tuh bocah" gerutu Arya sambil mengejar Eza


sesampainya di depan pintu keluar mereka berpapasan dengan Bibi Mira dan Bibi Rika yang sedang melangkah masuk dengan membawa keranjang yang berisi beberapa bunga cantik dan beberapa buah


"kalian mau kemana" tanya Bi Mira


"mau keluar bentar" Eza


"ngapain"


"mau pamit pada alam" sahut Arya


"ck..gaya bener yaudah jangan lama-lama sebelum magrib kalian harus pada pulang nggak baik anak perawan keluyuran" cibir Bi Mira sambil melangkah masuk ke dalam


"dia kira kita anak gadis ngapa" ucap Arya sambil melangkah pergi menyusl Eza yang sedari tadi melangkah pergi


"mau kemana kita" Arya


"jalan-jalan" jawan Eza enteng


"kemana"


"kepelaminan hahaha"


"alay...gue masih normal keles" cibir Arya


"cari Inara gue mau pamit"


"ohhh nyari si Syika" sahut Arya mangut-mangut


"ribet amat sih gue panggilnya Inara trus elo manggilnya Syika enggak kompak amat sih"


"ck gue nyamannya manggil Syika"


"tapi gue lebih suka menggil Inara" sewot Eza


"kalau gitu panggil Munaroh aja kan gampang" jawan Arya enteng


Pletak


satu tepukan mendarat mulus di kepala Arya


"nama udah bagus gitu elo ganti kasian tau emak dia udah mikir-mikir nama cantik untuk anaknya"


sedangkan Arya masih setia mengelus lembut kepalanya yang mendapat hadiah cantik dari Eza itu


"elonya sih ribet bener perkara nama doang" cibir Arya


"kita panggil Inara aja lebih bagus" ide Eza


"bagus kan Syika" Arya tak mau kalah


"Inara"


"Syika"

__ADS_1


"Inara"


"Syika"


"Inara


"Syika"


"Hai" sahut seseoeang tiba-tiba


"Astagfirullah"


"Eza kampret" ucap Eza dan Arya bebarengan


"astoge loe ngagetin aja sih" sahut Arya sambil mengelus dadanya menenangkan sang jantung yang saat ini memompa lebih cepat begitupun dengan si Eza


"yahh kalian sih dari tadi ribut nggak jelas sampe-sampe nggak sadar aku ada disini" sahut Inara


"kalian ribut apaan sih" tanyanya kepo


"ohh itu kita lagi berunding cocoknya kita manggil loe Syika apa Inara" sahut Arya sedangkan si Eza hanya mangut-mangut membenarkan ucapan Eza


"ohhh itu terserah kalian aja gimana baiknya kan ujung-ujungnya aku juga" ucapnya sambil mengulas senyum manisnya


" cantik" batin Eza


" manis" batin Arya


"kalau gue sih nyamannya manggil loe Syika kayak gimana gitu pas aja dech dilidah gue ini"


"kalau aku lebih suka Inara"


sedangkan si gadis itu hanya memutar mata jengah bisa-bisanya mereka berdua ribut gara-gara nama yang tidak sejalan pikirnya


"panggil saja sweety soalnya aku manis hehehe" narsis gadis itu


"Sweety" sahut Arya dan Eza bareng


"ia soalnya nama ku banyak..nyokap manggil aku dengan Nara, temen manggilnya Syana, tetangga manggilnya Ika, keluarga manggilnya Inara, mantan manggilnya Kara dan untuk kalian manggilnya cukup Sweety supaya beda dari yang lain hehehe" jawab gadis itu panjang lebar


sedangkan dua pemuda itu menganga tak percaya bisa-bisanya satu orang punya banyak panggilan pikir nya


"solanya kalian berdua berbeda" sahut gadis itu enteng


"oh iya kalian kemana"


"nyari kamu" jawab Eza


"loh kok nyari aku, aku punya hutang gitu perasaan enggak deh" jawab lnya sambil berpikir


"ck ngapain juga aku nagih hutang kalau nagih cinta kamu baru iya eaaa hahaha"


"sempet-sempet nya loe ngegombal" cibitr Arya


"apaan sih" jawabnya malu


"yaelah malu-malu jigong hahaha" ucap Arya saat melihat gadis itu bersemu merah


sedangkan gadis itu ketika bersedekap dada sambil mengerucutkan bibirnya gemes kesel dengan si Arya


sedangkan Eza hanya memperhatikan tingkah gadis itu tanpa berpaling sedikit pun


"kamu mau kemana sweety" tanya Eza yang mulai memanggil Inara dengan sebutan Sweety


"aduh dipanggil gitu kayak gimana gitu ada manis-manisnya hahaha"


"kan kamu yang nyuruh aneh" cibir Eza kesel


"sorry-sorry..aku mau kesan biasa buat motret-motret" jawabnya sambil memperlihatkan kemera yqng bertengger di lehernya


"yuk berangkat kita temenin takutnya loe diculik lagi" ucap Arya


dan mereka bertiga pun berangkat bersama menuju tempat yang di inginkan si Sweety


Eza dan Arya layaknya dua bodygard yang mengawal dan menjaga nonanya yang sedang sibuk melakukan pemotretan


karena ke asyikan mereka sampai tak menyadari bahwa senja telah menyapa mereka bertiga


"yahhh udah mau malam aja perasaan baru sebentar kita disini" ucap Inara

__ADS_1


"kalau sama elo seolah waktu tak ada cukupnya dech" ucap Arya


"kalau gitu kita ke bukit yang ada disana yang tempat waktu itu Ya" sahut Eza


"yok...kita nikmatin senja disana"


"kemana" tanya Inara


"ikut ajalah"


mereka bertiga menuju ke sebuah bukit yang waktu itu..


setelah sampai disana dilihatnya matahari telah separuhnya tenggelam dibawah cakrawalah menyisakan perpaduan warna yang indah dilangit angkasa


dari ketinggian itu tampaklah suasana yang indah dan damai khas pedesaan


mereka bertiga membaringkan diri diatas rerumputan di bawah pohon disana, pabdangan mereka tak luput dari langit indah diaras sana


"susana ini akan gue rindukan jika balik nanti" sahut Arya


"emangnya kapan kalian balik" tanya Inara


" besok" sahut Eza


"loh kok cepet bener"


"entah kata bibi ada urusan yang mendesak di kota"


"yaaa..." ucah Inara sedikit kecewa


"gue juga kecewa sweety belum juga lama liburannya udah harus balik kegantung tau nggak"


sedangkan Inara hanya mengehela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan


" jangan gitu dong kapan-kaoan kita balik kesini lagi" hibur Eza


"yaaa kalau kita ketemu lagi"jawab Inara


"loh kok ngomongnya gitu" ucap Arya dibarengi Eza yang mebatap heran ke arah Inara


"kan kita nggak ada yang tau kehiduoan kedeoannya itu seperti apa..biasa aja kan kalian kesini aku nggak ada atau sebaliknya"


sedangkan dua pemuda itu membenarkan ucapan gadis itu


"yaudah mana hape loe" sahut Arya


"ngapain" tanya Inara


"jangan bawel sini in"


"ck ini...jangan duambil ho butut juga" sahut Inara sambil memberikan hpnya kepada Arya


sedangkan Arya yang menerima ho itu langsung mengotak atiknya, beberapa saat kemudian


tring..tring


terdengar nada pesan dari hp Eza dan juga Arya


"nih gue balikin" sahut Arya sambil menyerahkan hp Inara


sedangkan Eza dan Arya segera merogoh saku celanya mengejek hp merek


"ini grub apa Ya" tanya Eza


"ini grub kita bertiga" jawabnya dan seketika Ibara memeriksa hp nya


"puuuft..namanya kok aneh bener" sahut Inara menahan tawa


"GJ apaan tuh" sahut Eza


"Gak Jelas" jawab Arya


"kok itu sih"


"ya emang kita bertiga Gak Jelas" sahut Arya enteng


"kalo loe nggak jelas jangan diajak kita dong"


sedangkan Inara hanya tertawa saja menanggapi ucapan mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2