
2 hari telah berlalu, dan selama itu pula Eza belum bertemu Inara.
pagi ini, Eza berjalan-jalan menyusuri rindangnya pohon-pohon pinus niatnya pagi ini ia ingin ke air terjun waktu itu
sambil melakukan vidio call dengan Arya, Eza menyusuri jalan sambil tertawa riang akibat candaan yang meraka lontarkan sendiri
"kapan loe balik Ya, kesini gih keknya gue masih lama disini deh"
"besok kalau nggak hujan... hahahaha"
"cih kampret.... gue tunggu jangan lupa oleh-olehnya"
"okey, kalau perlu jodohpun gue bawaiin lumayan cewek tanah bugis nggak kalah cakep euyyy"
"nggak perlu, Inara aja udah cukup buat gue"
"dasar bucin"
"biarin...hahaha, udah dulu Ya gue mau lanjut lagi bosan gue ngelihat lubang hidung loe doang"
"nggak ada syukurnya loe emang dikasih pemandangan indah malah di tolak, yaudah gue mau mandi dulu"
•••••
Eza kembali melangkahkan kakinya sambil mengabadikan keindahan alam dalam kamera yang dibawanya
"pagi mas" sapa beberapa warga yang melintas
"pagi pak"
hingga sampailah Eza di sebuah air terjun yang selalu menjadi tempat favoritnya selama ia berada disini
__ADS_1
cekrek
cekrek
cekrek
"good" pujinya sendiri akan hasil yang didapatkannya
••••••
pagi ini entah mengapa Inara ingin sekali melukis, terasa sudah cukup lama baginya tidak melukis
dengan perlengkapan seadanya ia menorehkan kuas pada kanvas, mencoba melukis sesuatu disana
sesekali pandangannya melihat objek yang dilukisnya, namun kensentrasinya terganggu akibat blis camera menganggu penglihatannya
"EZA" gumam Inara lirih saat mengetahui sosok yang memotret tak jauh di depannya adalah Eza
•••••
Arya dan keluarga tengah bersiap-siap menuju bandara sultan hasanuddin makassar, beberapa hari disana membuat dirinya sedikit bosan. Keluarga dari sang mami sedikit monoton menekan dirinya agar segera mencari pasangan, jika tidak sebagai istri setidaknya pacar yang mendampingi dirinya. tentunya hal inilah membuat Arya tak betah berlama-lama disana.
untung saja ada satu sepupunya yang mengerti akan dirinya dan selalu menghiburnya membawa ia jalan-jakan keliling kota makassar
sesampainya di bandara, keluarga yang mengantar kepergian mereka berangsur-angsur pulang setelah saling berpamitan
"kenapa nggak bareng Tante aja ke Jakartanya Ben, bukannya itu bagus" ucap Mami Rina pada keponakannya itu
"pengennya sih begitu, namun ada beberapa hal yang harus aku persiapkan dulu untuk bekerja disana, lagipula Inggrid juga harus menyelesaikan beberapa pengurusan sebelum lanjut kuliah di Jakarta" jawab Ben sopan
"yaudah Tante tunggu kamu disana, jangan lupa hubungi tante jika kamu udah mau berangkat agar tante siap-siap menyambutmu disana"
__ADS_1
"makasih tante"
"yaudah tante pamit yaa, salam mama papamu" kemudian Mami Rina menuju sang suami yang berdiri tak jauh disana
"gue pamit dulu, makasih atas waktu luangnya selama gue di sini" kali ini giliran Arya. "
"ngomong apaan sih, lagian itu nggak gratis gantian saat gue disana nantinya"
"beres, yaudah gue pamit dulu gue tunggu kedatangan loe disana" setelahnya mereka berpelukan kemudian Arya berlalu menyusil mami dan papinya
••••••
sedangkan Marcella tampak uring-uringan didalam kamarnya sambil memandangi Hpnya
"kok nggak diangkat ya, ihhh Eza kemana sih kok telpon aku nggak diangkat-angkat" gerutunya kesal
"MOMMY... MOMMYYYY" pekiknya mencaru sosok sang mommy yang keberadaannya entah kemana
"apa sih Cella teriak-teriak nggak jelas gitu kek dihutan aja" omel mommy Manda yang kini menyiapkan sarapan bagi keluarganya, sedangkan daddy Frengky hanya duduk tenang menunggu hidangan yang disiapkan istrinya itu.
"mom bilangin ke tante Mira dong kasih tau si Eza kemana sih" rengek Marcella yang entah ke sekian kalinya membuat kedua orang tuanya jengah
"si Mira nya nolak katanya Eza butuh refreshing dengan adanya kamu disana malah ngeganggu lagi"
"mommy mah gitu" balas Marcella bersungut-sungut
"sudahlah, lebih baik kamu duduk dan makan setelah ini kamu harus mempersiapkan segala sesuatu buat lanjutin S2 mu" sahut sang Daddy tak terbantahkan membuat Marcella hanya nurut tanpa berkata-kata, jika sang daddy sudah bicara maka mustahil bagia ia dan sang Mommy membantah
•••••
"EZA" gumam Inara lirih
__ADS_1
terkejut, tentu ia bagaimana bisa pikirnya
"hai..... "balas Eza