~Tentang Kita~

~Tentang Kita~
Berteman


__ADS_3

" nama yang bagus" Eza


" makasih" Inara


tangan terlepas dan suasana menjadi canggung


hening


hening


selama keheningan melanda keduannya Eza hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seolah hanya ingin mencari kegiatan di tengah kecanggungan yang melanda


sedangkan Inara sendiri ia sudah kembali ke posisi awal duduk dan melanjutkan kegiatan lukisnya kembali


" kenapa suasananya jadi horor gini yaaa udah nih tempat sepi banget lagi, hembusan anginnya bikin bulu badanku melambai-lambai kalau di cerita horor mah suasana kayak gini biasanya hantu demit pasti langsung CILUK BAA tapi ini mah beda kisah anggap saja sekarang lagi suasana romantis ajalah" gumam Eza membatin


"ehmm...ehemm" deheman Eza mencoba menarik perhatian Inara yang ada di depannya


tidak ada tanggapan


"ehemm...ehemm" dehemannya lagi


sedangkan Inara yang posisinya membelakangi Eza sudah merasakan gugup yang luar biasa wajahnya sudah merah merona bahkan kuas yang ia pegang sudah bergetar manari di atas kanvas. sebenarnya ia mendengar deheman Eza hanya saja karna rasa gugup dan malu ia pun berusaha mengacuhkannya


"emm...Inara" panggil Eza


sekarang tubuh Inara sudah bergetar hebat apalagi sekarang ia berada dalam mode silent ( diam ).


" ia" jawab Inara singkat tanpa merubah posisinya


" waduhh ni cewek jutek amat ...untung cantik kalau enggak yaa enggak papa..dasar sombong amat" guamam Eza kesel


"ya tuhan jagalah jantungku agar tetap di tempatnya" gumam Inara seraya merasakan jantungnya sedang dangdutan


tung tak...tak tung tak ( anggap saja bunyinya seperti itu)


"Inara" panggil Eza lagi


Inara spontan berdiri dan menghadap ke arah Eza


" apaan sihh" jawab Inara dengan setengan teriak


Eza reflek terjungkal ke belakang sambil memegangi dadanya karena yang ia rasakan ritme jantungnya sedikit meningkat


"Astagfirullah" sahut Eza sambil mengelus dadanya


" ya tuhan ini cewek ko cantik-cantik galak..ciri-ciri ibu tiri galak nihh


" kenapa sih dari tadi loe manggil-manggil gue, loe pikir gue tuli apa, emangnya loe mau ngomong apaan sih" ucap Inara ber api-api


bahkan ia tak sadar sudah memakai kata LOE DAN GUE


Sebenarnya Inara juga tidak tahu mengapa ia marah nggak jelas gitu mungkin ini hanya dorongan dari rasa gugupnya kali ya...


Eza masih diam tak bergeming dengan posisi yang masih terduduk di tanah


"ehhh kok kamu duduknya di tanah sihh" ucap Inara seolah-olah tak terjadi sesuatu


Eza diam dan melongo menatap Inara


" nih cewek jangan-jangan punya masalah ingatan jangka pendek lagi.. bisa-bisanya dia lupa dengan kejadian sepersekian detik barusa ckck" gumam Eza yang tak percaya dengan si Inara ini


"ohh ini aku hanya sedikit kaget saja karena kamu tiba-tiba ngebentak aku karna nggak ada pegangan jadi jatuh dech hehehe" ucap Eza sambil menggaruk tengkuknya


"ohh maaf saya khilaf" jawab Inara dengan rasa bersalah


" sini aku bantu berdiri" sahutnya lagi

__ADS_1


Inara menjulurkan tangannya ke arah Eza dan Eza pun menerimanya


"maaf yaa...aku tadi ngebentak kamu" ucap Inara


" sebernanya aku gugup" Inara membatin


" iya nggak papa kok..lagian ini kan belum lebaran jadi nggak perlu minta maaf hehehe"ucap Eza sambil cengengesan memperlihatkan deretan giginya


"kita duduk disana yaa...aku mau lanjutin lukis lagi" ajak Inara


"iya" Eza


Selama Inara melukis Eza hanya memperhatikan kanvas di depannya, sungguh coretan tangan yang indah fikirnya


"kamu mulai lukis sejak kapan" tanya Eza basa-basi


"sejak sd aku udah bisa ngelukis walaupun belum sebagus sekarang tapi karna terus belajar jadinya gini dech" jawab Inara


"ohhh"Eza


"ohh iya aku mau nanya sesuatu ke kamu apa boleh" sahut Eza lagi seraya menoleh ke arah Inara


"boleh" jawab Inara tanpa berpaling dari kanvasnya


"apakah kita pernah bertemu sebelumnya" ucap Eza basa-basi


deg...


"emmm...itu" jawab Inara sedikit gugup


"mungkin aku salah orang mungkin kalian hanya mirip aja kali" Eza


" itu memang aku...kita pernah bertemu 2 kali sebelumnya di taman itu makanya aku sangat terkejut tiba-tiba kamu ada disini" ucap Inara


" tuhh kan bener jadi dia juga ngeliat gue kan" gumam Eza


Inara hanya bersemu merah menahan malu karena di puji oleh Eza walaupun ujungnya pahit karena dikira hantu


"kamu tau kenapa" tanya Eza setelah berhenti tertawa


Inara hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


" itu karena setiap aku mau menghampirimu kamu udah hilang" jawab Eza


" aku nggak hilang kok buktinya aku masih ada" jawab Inara sambil tersenyum manis walaupun tak menghadap ke arah Eza tapi Eza bisa melihat senyum indahnya itu


" cantik dan manis" gumam Eza


" apakah kamu tahu..."


" enggak" jawab Inara sambil menggeleng-geleng ria


"ihhh...janagn potong dulu aku belum selesai ngomongnya" jawab Eza gemes melihat Inara


"hehehe maaf silahkan lanjutkan" jawab Inara


" lucu" batin Eza


" sejak pertemuan-pertemuan itu aku selalu berharap bisa bertemu lagi dengan mu, aku selalu ke taman itu berharap bisa ketemu kamu lagi tapi ketika aku lihat kamu ehhh kamunya keburu hilang, belum sempat kenalan lagi" ucap Eza sambil tertawa renyah


" memangnya kenapa" tanya Inara sebenarnya Inara sudah merasa sangat bahagia ternyata pemuda itu menginginkan bertemu lagi dengannya


" entahlah..." jawab Eza singkat


setelah saling berbincang-bincang basa-basi dengan Inara yang tetap menggerakkan kuas di kanvasanya akhirnya lukisan Inara pun selesai


"wahhh ini indah sekali" puji Eza kini matanya berbinar-binar melihat lukisan itu

__ADS_1


"makasih" jawab Inara menahan malu


"ohhh iya ini udah jam sore udah jam 4 aku mau balik dulu yaa takutnya ibu nyariin" ucap Inara sambil merapikan segala perlengkapannya ke dalam tas


"ohhh iyaa nggak kerasa yaa udah jam 4 tan aja...mau aku antar pulang" jawab Eza


"emm...enggak usah makasih" tolak Inara secara halus


Inara pun berlalu pergi tapi sebelum melangkah jauh Eza memanggilnya


"INARA" panggil Eza


Inara berbalik melihat Eza tengah berlari kecil kearahnya


"ada apa" tanya Inara


"aku boleh nggak minta nomor telpon kamu..aku ingin kita bisa berteman dan kenal lebih dekat lagi" jawab Eza menunduk menahan malu


Inara hanya tersenyum melihatnya


"tentu saja..sekarang kamu catat saja" Inara


"okeyyy makasih ya kuharap kamu nggak pernah nolak panggilan dari aku" jawab Eza sambil tersenyum


"iyaaa" jawab Inara


Dan pertemuan itupun berakhir


Kini Eza melangkahkan kakinya menuju panti dengan perasaan bahagia yang membuncah, ukiran senyum tak pernah lepas dari wajah tampannya bahkan langkah kakinya terasa sangat ringan seolah ia ingin terbang saja


setelah sampai dipanti Eza sdah disambut oleh Bibinya


" Eza kamu dari mana aja sih jam segini baru pulang berangkat pagi pulang sore kalau kamu hilang gimana" ucap Bibi mira penih khawatir


" hehehe biasa bi lagi nyari kembang desa" jawab Eza cengengesan


"kembang desa...kembang desa lap ingus aja belum bener udah nyari kembang desa" gerutu Bi Mira


"ohh ya bi si Arya mana kok nggak nongol-nongol" tanya Eza celingak-celinguk mencari Arya


" dia lagi nyari kamu dia pikir kamu hilang di telan hutang" jawab BiMira sambil berlalu kedalam panti


mendengar itu Eza pergi mencari Arya dan ia bertemu dengan Arya dijalan menuju air terjun tadi


" wahhh itukan si Arya bener-bener tuh bocah pake alasan lagi nyari gue ehhh ternyata lagi tebar pesona sama gadis desa" guamam Eza saat nelihat Arya bercengkrama dengan salah satu gadis


" ARYAAA" teriak Eza sambil melambai dan menyuruh Arya ke arahnya


Seolah tahu kode Eza, Arya pun berpamitan ke gadis itu sambil menuju ke arah Eza


"loe dari mana aja sihh..capek tau aku nyarinya aku kira loe hilang di telan hutang lagi" omel Eza


"yang hilang siapa yang marah siapa....yang hilang itu elo bukan gue, gue kan udah bilang jika dalam waktu setengah jam loe nggak balik gue akan nyariin elo" jawab Arya sambil menoyor kepala Eza


"DASARR..." lanjutnya lagi


"yaudah yuk balik udah sore juga.. para penunggu hutan pasti lagi berkeliaran keluar mau kepasar" ucao Arya sambil berlalu


sedangkan Eza masih berdiam mencerna perkataan Arya barusan


" penunggu hutan memangnya ada gitu..ngapain juga dia nunggu hutan mau ngelamar gitu" batin Eza dengan kebodohannya


Dan Eza pun berlari mengejar Arya


" ARYA TUNGGU"


" BODO AMAT..LOE PUNYA KAKIKAN MAKANYA PAKE LARI"

__ADS_1


__ADS_2