
saat ini Eza, Inara dan Bi Rika duduk saling berhadapan di teras luar sesekali tertawa di tengah pembicaraan serius yang mereka bicarakan
"Eza sih udah feeleing Bi kalo yang Zaza maksud Inara itu aku tapi dasarnya Inara aja yang nggak percayaan orangnya"
"aku sih udah feeling tapi sedikit ragu tqkutnya Bi Rika yang kamu maksud orang lain bukan Bi Rika yang ini" tunjuk Inara pada Bi Rika yang tersenyum ramah menatap muda-mudi di depannya itu
"tapi Bi Inara tanya boleh" pinta Inara dibalas anggukan oleh Bi Rika
"tapi kok Eza nggak inget Inara ya Bi andai saja Eza nggak ngomong soal mimpinya Inara juga nggak tahu klo Eza ini temen kecil Inara Bi"
"soal itu Bibi nggak tahu sayang, mungkin Eza nya aja sengaja luoa atau gimana"
"eh.. eh.. enggak bi mana mungkin Eza lupa hanya saja tidak ingat" sela Eza dengan senyum menyebalkannya
"sama aja kali" ketus Inara
••••••
Di tempat lain....
Bi Mira saat ini berada di salah satu cafe tempat ia mengadakan rapat dengan kliennya, namun atensinya teralihkan saat sosok yang tak asing ditangkap indra penglihatannya
"mmm Bu Mira bagaimana kesepakan yang kami ajukan apakah ada sanggahan dari Bu Mira"
seketika atensi Mira kembali teralihkan mencoba tetap fokus pada meeting kali ini
"ahh iya pak, sesuai kesepakantan awal pihak kami menyetujui kesepakatan yang bapak ajukan. semoga kelak kita bisa sama-sama menjadi partner bisnis yang baik kedepannya, saling menguntungkan dan membawa perusahaan masing-masing besar sampai kancah dunia" balas Mira
"amin Bu Mira... karena rapatnya selesai bagaimana kalo saya traktir bu Mira dan asisten Jack buat makan siang bersama" usul pak Restu
tak ingin menolak akhirnya Bi Mira meng iyakan
__ADS_1
Restu Pangestu lelaki tampan dan mapan berusia 36 tahun, lelaki yang sukses dengan berbagai bisnis yang telah ia geluti.
"terima kasih atas teraktirannya pak Restu lqin kali gantian saya teraktir ya pak" ucap Mira sedikit candaan
"siap Bu Mira dan saya tunggu hari itu tiba" balas Restu
akhirnya mereka berpisah menuju mobil masing-masing...
dalam perjalanan Mira masih memikirkan apa benar yang dilihatnya itu Fadil atau bukan tapi apa mungkin....
setelah hampir 3 tahun ia pergi akhirnya ia kembali tapi bukan untuk dirinya melainkan orang lain....
yah..Mira yakin bahwa yang tadi itu Fadil tidak salah lagi dan dia bersama wanita lain
sedih tentu....
penantiannya yang ia jalani selama ini akhirnya berbuah juga namun bukan manis yang ia dapatkan melainkan pahit... pahit obak empedu
"ya Bu... "
"panggil Mira aja Juck kita nggak lagi dikantor"
"ada apa Mir" ucap Juck lagi sambil fokus menyetir
"aku minta tolong boleh, tolong cari tahu apa Fadil Kusuma pemilik Kesuma Corp ( maaf yaa lagi2 author lupa apakah udah nyantumin nama perusahaan fadil atau belum jadi aku pake ini aja ) apa udah di Indonesia tau masih di Ausy"
"siap"
"aku tunggu malam ini Juck"
"aku butuh kepastian... "sambungnya dalam hati
__ADS_1
sesampainya di kantor Mira kembali berkutat dengan pekerjaannya, walaupun mata nya jeli melihat berbagai berkas namun hati dan fikirannya tertuju akan satu sosok yang tadi di lihatnya
"huffffff...."sesaat ia menghembuskan nafasnya dan bersandar pada kursi kerjanya memutar sehingga kini ia menghadap pada pemandaan di luar jendela
pikirannya melanglang buana
"jika kamu memang udah kembali kenapa kamu nggak nemuin aku Dil, akmu nggak tau apa selama ini aku nungguin kamu pengen ngomong kalo aku cinta sama kamu." batin Mira
akhirnya jarak dan waktu membuat Mira yakin bahwa rasa yang membelenggu ini adalah CINTA dan akan ia utarakan saat Fadil kembali nanti... tapi apa yang ia lihat tadi justru sangat jauh dari angannya
•••••
Eza membaringkan tubuh lelahnya, saat seharian ini menemani Inara keliling-keliling berbagai tempat di Panti temoat Bi Rika
"Arya kok belum nyampe juga yaa" gumam Eza seraya menghubungi Arya
"halo Ya.. kok belum nyampe loe nggak tersesat kan" ucap Eza saat telponya sudah tersambung
"dikit lagi Za, tadi gue mampir kebeberapa tempat dulu buat beli oleh-oleh" jawab Arya bersungut-sungut membuat Eza yang mendengarnya terkekeh geli
"oh yaudah gue tunggu, gue kirain loe tersesat baru aja gue mau kirimin elo bala bantuan"
"sialan, yaudah bye"
tut... tut.. tut
"dih ngambek" gumam Eza kembali merebahkan dirinya mengingat kegiatannya hari ini
ahhh.... nggak nyangka ternyata ia dan Inara dah kenal dari kecil tapi kok ia nggak ingat yaa...
ahh... nggak penting yang penting sekarang ia bahagia dangat bahagiaaaaaaaa
__ADS_1