7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Menambah Kadar Cinta


__ADS_3

" Alhamdulillah kalian sudah baikan lagi,, kita sempet khawatir sama kesehatan Refal juga Rin. " ungkap Tommy saat mereka kumpul di apartemen Refal.


" Yah.. alhamdulillah,, terimakasih Kak Tommy sudah ingetin aku buat lebih perhatikan suami aku,, dia suami hebat.. maaf ya.. yang,,sempet abai sama kamu.. "


" Iya.. nggak papa,, manusia pasti ada salah dab silap kan,, tinggal kita mau perbaiki atau tidak." ungkap Refal penuh dengan tatapan cinta pada sang istri.


" Owhhh. ..so sweet,, aku kok jadi melow yaa.. beb,, aku pengen di peluk sama kamu.. " ungkap Jaenap yang tiba-tiba mellow lihat kemesraan Arini dan Refal.


" Yaahh.. yahh... jangan nangis gitu dong Yang,, astagfirullah kenapa kamu sensitif banget sih.. " keluh Ical memeluk istrinya juga.


" Jangan-jangan lo ngisi Je..?? " ujar Arini dengan wajah berbinar.


" Ngawur lo,, biasanya kan kalau orang bunting munteh munteh.. ngapa gw demen banget nangis." ucap Jaenap


" Lo udah periksa belom, maksud gw periode lo lancar nggak? " kata Fitri.


" Omo.. omo.. omo,,gaess.. gw baru inget.. hapir dua bulan gw nggak dapet tamu bulanan." ucap Jaenap kegirangan.


" Ya udah buruan di cek ke dokter." ucap Ayu.


" Besok lah Yu,, sekarang kan udah malem.. " ujar Jaenap


Mendengar jawaban dari Jaenap mereka hanya bisa tepok jidat,, karena memang Jaenap rada-rada konslet.


" Siapa juga yang nyuruh periksa sekarang JEJE.... "ucap Ayu sewot


" Iya yah.. nggak ada Yuu.. yang nyuruh." jawab Jaenap lagi dengan wajah tanpa dosannya


Melihat ke telmian Jaenap membuat mereka tertawa,memiliki sahabat seperti Jaenap dan Ical yang rada-rada memang membuat hiburan tersendiri.


" Trus gimana persiapan buat pernikahan kalian? " tanya Refal menunjuk Tommy dan Ayu.


" Alhamdulillah lancar,, Insyaallah.. bulan depan kita nikah.." ucap Tommy.


" Alhamdulillah.. " ucap yang lain ikut gembira dengan berita sahabat mereka.


" Ya Allah.. aku nggak nyangka, sahabat orok aku mau nikah juga.. " ucap Arini meledek sahabatnya Ayu.


" Sue lo.. !!" umpat Ayu " Tapi,, kita ngadain di kampung,, dengan sesederhana mungkin. " ungkap Ayu lagi.

__ADS_1


" Yang terpenting kalian sah menjadi suami istri dan bisa selalu sama-sama juga." kata Fitri.


" Trus lo sama kak Bagus gimana? " tanya Arini dengan senyum meledek.


" Doa in yah,, semoga tahun depan kita bisa nyusul kalian.. " jawab Bagus dengan senyum tertuju pada wanita pujaannya.


" Aminn.. kita selalu doakan yang terbaik buat kalian. " timpal Ical.


Jam sebelas malam, para sahabat Arini dan Refal kembali ke rumah mereka masing-masing.


Kini Arini dan Refal sudah ada di kamar mereka. Refal masih sibuk mengecek ponselnya menerima email laporan dari kantor, sementara Arini sedang membersihkan dirinya.


Setelah lima belas menit kemudian Arini keluar dengan baju yang terlihat menggoda.


" Mas,, Oma sama yang lain kapan kembali ke Jakarta?" tanya Arini dengan duduk di depan meja riasnya,tangannya sibuk memakai skin care untuk merawat wajah dan kulitnya.


" Mungkin lusa, kenapa?" tanya Refal dengan masih fokus dengan ponselnya.


" Nggak papa sih, mas mau aku buatkan air jahe lagi? " tanya Arini dengan melangkah keluar kamar.


Saat akan keluar, Refal baru mendongakkan pandangannya melihat sosok istrinya, dia sangat terkejut dengan tampilan sang istri yang terlihat menggoda.


Refal dengan susah payah menelan silvanya, karena memang penasaran apa yang dia lihat barusan, akhirnya Refal menyusul Arini ke dapur,, dan benar saja pemandangan yang terlihat menakjubkan.


Refal memeluk tubuh Arini dari belakang,, menghirup wangi tubuh yang teramat menenangkan.


" Ehhh.. mas,, kamu ini buat aku kaget aja,, ini sebentar lagi kelar,, bukannya tadi lagi sibuk sama hp?" sindir Arini


" Aku tadi liat kamu mau keluar kamar,, kirain aku salah liat.. " ujar Refal dengan masih memeluk tubuh Arini


"Liat apa?" tanya Arini.


" Liat bidadari syurga yang buat junior bangun dari mati suri.. "bisik Refal mencium pipi Arini


" Ihhh... mesum!! " umpat Arini


" Gimana mau nggak pikiran aku mesum sayang,,wujud kamu ini buat aku tergoda.." ucap Refal dengan suara sexy nya.


Refal membalikkan tubuh Istrinya dan menghimpitnya, men mengangkatnya dalam gendongannya,, kaki Arini melingkar di pinggang Refal seperti bayi koala. Sementara Refal sudah mulai aksinya menyerap sari yang begitu manis,, semakin dalam masuk dalam sarinya,, membelit, menyes ap nya,, Arini pun sengan suka rela membalas perlakuan Refal suaminya karena memang suaminya membutuhkan dirinya untuk melayani nya.

__ADS_1


Refal membawa Tubuh Arini,dan mendudukkannya di meja mini bar,, mereka masus saling bertaut, makin dalam dan. makin rakus berebut oksigen sekian lama saling bertukar silva akhirnya mereka melepaskan tautan mereka.


" Aku menginginkan kamu.. " ucap Refal lirih dengan masih tetengah-engah mengatur nafasnya.


" Aku hak kamu mas,lakukanlah.." jawab Arini dengan wajah yang terlihat sayu


Mendengar perkataan Arini tak pikir panjang akhirnya Refal kembali menautkan indra pengecapnya kembali meluluh lantakkan pertahanan Arini.


Malam yang membuat mereka saling bertukar keringat,, saling menyalurkan kerinduan yang sudah lama mereka tak rasakan,,menambah rasa cinta mereka,, harmoni cinta mereka bertaut tak terpisahkan.


Malam yang begitu hangat dengan turunnya hujan di luar namun,, di dalam perduan dua insan sedang dimabuk asmara,, menciptakan decakan yang saling bersahutan. Lenguhan panjang keluar dari bibir Refal kala telah sampe puncak yang melambungkan mereka berdua,senyum bahagia keduanya seperti pasangan pengantin baru yang sedang kasmaran.


" Terima kasih sayang.. " ucap Refal


" Sama-sama mas." jawab Arini dengan masih mengatur nafas mereka.


" Nggak sakit kan,, kalau aku keterlaluan kamu bisa bilang yang.. " ucap Refal mengingat Arini yang masih dalam tahap penyembuhan.


" Nggak papa,, it's okey.. aman kok." ucap Arini dengan menghapus jejak peluh yang ada di wajah suaminya.


" Kita bebersih,, lalu istirahat yaa.. biar mas bantu kamu." ucap Refal.


" Aku bisa sendiri kok mas, nggak kayak pertama juga.." terang Arini.


" Nggak masalah, walaupun ini bukan yang pertama tapi,, aku ingin berikan kesan selalu seperti yang pertama." ungkap Refal.


Arini tersenyum lebar saat mendengar perkataan suaminya.. " Bisa aja kamu,, tambah hari tambah manis yah,, kata kata suami ku ini.. " ledek Arini.


" Biar tambah muda,, karena aku tambah cinta sama kamu." ungkap Refal


" Gombal..!! " seru Arini


Akhirnya Refal mengangkat tubuh Arini ke dalam kamar mandi ,sama sama membersihkan diri setelah pertarungan cinta mereka.Setelah selesai pun Refal kembali mengangkat tubih Arini kembali ke ranjang,, membantu memasang baju tidurnya.


" Terima kasih sweet husband." ucap Arini dengan mencium wajah suaminya


" No problem.. my beautiful Wife " jawab Refal.


Mereka tertawa bersama mengingat dengan perkataan manis mereka,, menjadi pasangan yang lebih baik lagi untuk menjaga keutuhan Rumah Tangga mereka.Walaupun nantinya akan ada badai menerpa Rumah Tangga mereka kembali.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2