7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Operasi Arini berhasil


__ADS_3

" Kamu jahat Tom.. jahat sama aku.." ucap Ayu dengan lirih di pelukan Tommy.


" Maafin aku yaa... aku menyesal,, aku,, aku cemburu Yuu,, kamu pasti banyak merasakan sakit hati sama aku,, tapi.. aku janji sama kamu aku akan memperbaiki semuanya dan mempertanggungjawabkan kelakuanku sama kamu,, karena memang aku yang merusakmu." ucap Tommy


" Trus apa arti ucapan tadi?" tanya Ayu


" Yang mana?" tanya Tommy dengan seperti nampak berfikir.


"Itu kamu yang bilang I Love You.. ka..


"I love you too Ayu Hapsari." serobot Tommy.


" Ihhh...kok kamu,, ihhh.. kamu ngerjain aku,, ihhh.. kamu tuh.. " ucap Ayu kesal


" Jangan ngambek lagi, nanti kita bicarakan kembali urusan kita, sekarang kita balik ke dalam semoga Operasi Arini sudah selesai." ucap Tommy


Ayupun menyetui, Tommy menggenggam tangan Ayu dengan erat beriringan masuk dalam Rumah Sakit.


.


.


Sementara di depan ruang Operasi, semua nampak khawatir.


" Fal, mendingan kamu makan dulu.. kamu belum makan kan? " ucap Abah Rahmat pada menantunya.


" Nggak selera bah,, abah sama yang lain saja,, biar Arini saya yang tunggu." jawab Refal dengan wajah yang memang terlihat sayu.


" Kamu harus makan,biar nggak sakit.. gimana bisa jaga Arini kalau kamu sakit Fal." ucap mak Dijah.


" Mak jangan khawatir,, saya malah khawatir sama kalian,, dari kemarin ikut sibuk urusin Arini, pemakaman Disha, pemakaman Firman juga. Maafin Refal yah bah, mak, papa, mama, Refal yang sudah sangat merepotkan kalian." ungkap Refal.


" Kalian itu nggak pernah merepotkan kami, bagaimana pun kalian anak-anak kami,, kesedihan kamu juga kesedihan buat kami, kebahagiaan kamu pun begitu." ucap Papa Angga pada sang putra.


Drrt Drrt.


📞Marco Calling...


" Yah,, apa ada perkembangan? "


" Pelaku gw udah eksekusi dia ada di markas."


" Oke,, nanti Tommy dan yang lain akan ke lokasi, gw masih nunggu Arini lagi Operasi."

__ADS_1


" Oke kalau gitu, gw tunggu."


" Hemmm"


Akhirnya Refal menutup panggilan.


" Tom, untung lo udah balik.. bisa gw ngobrol sama lo bentar." ucap Refal saat melihat Tommy yang baru kembali dengan Ayu.


" Oke, bisa ini tante Om makan dulu kami tadi sekalian beli ini buat kita." ucap Tommy menyerahkan paper bag ada mama Hanna.


" Makasih Tom.. " ucap mama Hanna.


Akhirnya Tommy dan juga Refal berbicara emat mata sediki yg menyingkir dari para keluarga.


" Ada apa? " tanya Tommy.


" Pelaku sudah di tangkap sama Marco, dia ada di markas,, gw minta lo sama yang lain tolong awasi dia,, nanti gw nyusul kalau keadaan Arini sudah oke." ungkap Refal


" Lo tenang aja,, gw penasaran kenapa dia tega banget sih sama Arini." ucap Tommy dengan geramnya dia ingin melihat siapa dalang di balik kecelakaan itu.


"Oke,, Thank's.. kalian semua sudah bantu gw ." ungkap Refal


" It's Oke,, kalian sahabat gw dan setelah Arini sehat gw sama Ayu juga minta bantuan kalian,, gimana? " ucap Tommy.


Refal yang tau tentang apa yang terjadi pada sahabatnya lun menyunggingkan senyum.


" Serius lo,, jangan becanda Fal? "tanya Tommy meyakinkan


" Kapan gw ngibul kayak lo,, iyaa.. tenang aja,, lagian pelit amat lo sama calon bini." ejek Refal


" Yahh.. usaha gw belum sekelas Kesuma Group kali Fal.. " ungkap Tommy.


Refal dan Tommy pun membagi tugas yang mereka akan lakukan selama beberapa hari.


Terlihat dokter Kinan dan team keluar dari ruang Operasi,mereka yang melihat pun langsung mendekati Dokter Kinan.


" Bagaimana dengan Operasi Arini dok? gimana kondisi istri saya, dia baik-baik saja kan,, dia sekarang dimana dok" pertanyaa-pertanyaan Refal langsung terlempar saat dokter Kinan keluar dari ruangan Operasi.


" Alhamdulillah operasi ibu Arini lancar,, sukses,, alhamdulillah juga jantung baru pun sudah ada dalam tubuh bu Arini dan sekarang bu Arini untuk di bawa ke ruang ICU dulu karena masih dalam pemantauan pasca operasi kemungkinan selama tiga hari kedepan,agar tidak menimbulkan masalah yang kita tidak inginkan." ucap Kinan.


" Tidak diinginkan maksud dokter? " tanya Refal mengerutkan keningnya


" Maksudnya saya, ketika jantung baru di pasang di dalam tubuh, tidak menutup kemungkinan tubuh penerima jantung akan melakukan penolakan "jelas Dokter Kinan dengan secara perlahan.

__ADS_1


"Dan hal tersebut bisa terjadi juga pada Ibu Arini, sehingga untuk itu kita harus pantau keadaannya beberapa hari ,team medis akan memantau dan memastikan dengan sekasama ada atau tidaknya penolakan yang dilakukan tubuh ibu Arini pada jantung barunya. Jika beberapa hari tidak ada reaksi berbahaya apapun, ibu Arini akan di pindahkan keruang rawat biasa untuk menjalani pemulihan kelanjutan." terang dokter Kinan lagi.


" Oh gitu ya dok. " ucap Refal paham


" Trus, istri saya bisa di jenguk nggak dokter." tanya Refal


" Bisa Tuan, tapi.. maksimal dua orang bisa masuk ruangan ICU,kebersihan disana harus si jaga dengan ketat jadi untuk orang yang menjenguk di batasi dan di utamakan orang yang paling dekat. "jelas Dokter Kinan.


" Ya udah,, Mak Dijah sama Refal dulu kalau gitu papa sama yang lain tunggu sini. " ucap Papa Angga


" Oke kalau gitu Refal sama emak dulu." jawab Refal


" Baiklah kalau begitu, saya undur diri dulu,,,


ucap Dr Kinan


" Iya dokter terima kasih banyak dok.." ucap Refal


" Sama-sama tuan, sudah jadi tugas pekerjaan saya. " jawab Dr Kinan dan ber lalu dari tempat itu


Saat ini Refal dan mak Dijah pun masuk ke dalam ICU, dan seorang perawat memberikan baju khusus yang streril untuk masuk ke dalam ruangan.


" Mari Tuan.. ibu.. " Ucap sang perawat membimbing keduanya masuk dalam ruangan itu.


Terlihat Arini yang terbaring, belum sadar,, Arini belum tersadar dengan banyak alat medis terpasang pada tubuhnya ,walaupun sudah berhasil menerima jantung dari Firman ,tetap saja Arini masih memerlukan perawatan yang intensif.


" Anak emak.. " ucap mak Dijah pelan


Posisi Refal di samping tempat dimana Arini berbaring tepatnya di samping kiri, sementara sang perawat pun masih memantau dari sebelah kanan tempat Arini.


" Cepat pulih sayang,, kita semua nunggu kamu bangun. "ucap Refal memandang sendu wajah istrinya. " Jangan lama-lama tidurnya,, aku kangen sama kamu yang.. " ungkap Refal


Mak Dijah mendengar ucapan sang menantu tersenyum tipis ,sempat khawatir dengan rumah tangga sang anak dan menantunya,, karena takut Refal menyalahkan Arini yang tak bisa menjaga kandungannya.


" Mba " panggil Mak Dijah pada sang perawat " Pasiennya bisa di sentuh nggak? " tanya mak Dijah.


" Untuk sementara jangan dulu bu, nanti kalau sudah ada ijin dari dokter yang bersangkutan saya beritahu ibu. " jawab sang perawat dengan sopan.


" Oh.. oke terima kasih. " ucap mak Dijah.


" Semoga setelah ini kalian bisa lagi mendapatkan zuriat, dan kebahagiaan selalu datang pada kalian. " ucap Mak Dijah pada menantunya.


" Iya mak, Aamin,, terima kasih doanya mak." jawab Refal

__ADS_1


Refal memadang wanita wajah wanita yang sangat dia cintai, penyesalan selalu datang di akhir cerita,, namun dia akan berusaha untuk lebih baik dari kemarin. Berusaha membahagiakan istrinya.


Bersambung.


__ADS_2