7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Jemput Arini


__ADS_3

Tiga bulan berlalu begitu cepat waktu berganti, sudah lebih dari tiga bulan rumah tangga Arini dan Refal berjalan seperti orang asing.


Namun, bagi Arini menyiapkan makanan dan sekedar minuman, selalu dia sediakan untuk suaminya walaupun dalam tiga bulan ini juga Refal tak pernah menyentuh apapun yang Arini sediakan.


Sedih, namun bagaimana lagi...buntut dari kesepakatan mereka berdua. Arini hanya pasrah dengan takdirnya.


Sebulan belakangan Arini sangat di sibukkan dengan toko Rotinya yang tiap hari ramai, sampai-sampai dia sendiri yang ikut membuat roti-roti nya dan juga kadang menjadi cashier atau pelayan. Semua itu dilakukan Arini dengan senang hati.



Arini yang sekarang pun sudah menyesuaikan, itu juga berkat adik iparnya yang selalu mengompirinya untuk lebih modis, karena memang Arini sekarang adalah menantu keluarga Kesuma dan juga owner sebuah toko roti yang sedang naik daun "Toko Roti Sofia" diambil dari nama belakang Arini Sofia.


"Bu Arini nya ada? " tanya seorang pria dengan pakaian kemeja dengan tangan di gulung sampe siku menambah kadar ketampannya.


" Ada tuan, silahkan duduk disana saya panggilkan.. maaf dengan tuan siapa? " tanya karyawati bernama Via.


" Bilang saja sama Arini suaminya datang." ucap Refal


" Ba-baik tuan.. tuan tunggu sebentar." ucap Via terbata.


Via langsung cepat-cepat ke belakang memanggil Arini yang sedang sibuk membantu bagian dapur.


Sementara Refal yang tak peduli seramai apa tempat Arini, dia duduk di sebuah kursi sambil memainkan ponselnya.



" Mba Arini maaf, ada yang mau bertemu." ucap Via sedikit tak enak.


" Siapa Vi, Oma ,Mama atau Zaskia ?" tanya Arini mengabsen yang biasa berkunjung ke tokonya.


" Bukan Mba..tapi, ngakunya suami mba Arini. " ucap Via


Arini mendengar siapa yang menunggunya tiba-tiba berhenti.

__ADS_1


" Siapa Vi.. suami saya,mas Refal ?" tanya Arini lagi.


" Wahh.. lupa nanya namanya mba,tapi mas nya bilang suami mba Arini.Tapi, emang pantes mba kalau mas nya bilang suami mba Arini.. orang nya ganteng mba." ucap Via memuji pesona Refal


" Hadeuh.. bisa aja kamu,emang kamu tahu siapa suami saya dan wajahnya juga emang pernah lihat ,belum to.. siapa tahu suami saya sudah kakek-kakek.. " ucap Arini dengan senyum jahilnya.


" Mosok mba.. nggak mungkin deh mba ,suami mba kakek-kakek." ucap Via.


Arini menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Via.


Arini melangkah ke depan dan menilik seisi tokonya yang ada banyak antrian di cashier, namun..mata Arini terpaku pada sosok yang sedang fokus ke arah ponselnya. Arini menghampiri pria itu, entah mimpi apa.. kenapa tiba-tiba suaminya datang ke tokonya.


" Mas Refal.." tegur Arini


Refal yang mendengar namanya di sebut sontak langsung menoleh pada objek di depannya.


Wanita cantik dengan dandanan yang begitu mempesona walaupun peluh membasahi wajahnya.


" Kenapa nggak ngomong mau kesini?" tanya Arini.


"Berarti ganggu."


" Bukan, nggak juga ganggu cuma lagi rame takut kamu bosen.. tapi,mas ada perlu apa kesini? " tanya Arini.


" Ada undangan dari Rizal dan kita perlu dateng kesana."


" Perlu banget dateng ke tempat bang Ijal? "


" Bang Ijal siapa, Rizal.. sabahabat aku Arini bukan Ijal." ucap Refal.


" Iya Mas.. aku manggilnya bang Rizal itu bang Ijal, syukuran Rumah barunya? " tanya Arini.


" Kamu tahu, soal rumah baru Rizal? "

__ADS_1


" Tahu, dia kan lagi deket sama Jeje."


" Jeje siapa lagi?


" Jaenap sahabat aku,biasa kita panggil dia Jeje."


" Astaga, ada aja deh.. nama orang di ganti-ganti. Bisa nggak nih.. aku udah jauh jauh-jauh kemari lho?!


" Jadi, nggak ikhlas jemput aku? "


" Ikhlas lah, makanya buruan.. nanti sampai sana kemaleman." ucap Refal.


" Baiklah, sebentar aku ambil tas."


Arini bergegas menuju Ruanganny dan mengambil tas dan ponselnya.


" Yuk mas.. " seru Arini.


" Hemm.. " jawab singkat Refal. yang terkesan cuek.


" Tumben kamu ajak aku di acara temen kmu, biasanya nggak? " tanya Arini.


" Jadi, nggak suka nemenin aku pergi gitu." ucap Refal bete.


" Nggak gitu juga.. sudahlah,cuma aku belum terbiasa aja." ujar Arini memberi alasan.


" Padahal banyak wanita cantik yang berharap jalan atau sekedar nemenin aku kayak gini tau nggak" ujar Refal dengan PD nya.


" Kalau aku pengennya bisa jadi istri kamu beneran." ucap Arini dengan senyuman kecutnya.


Refal mendengar penuturan Arini,hanya diam dan melihat fokus ke depan. Entah senang, atau tidak suka,memiliki kesempatan untuk bisa lebih baik dari hubungan yang sekarang Belum ada eksepktasi itu di p kirab seorang Arini.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2