7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Terima kasih Firman


__ADS_3

Sampai Kesuma Hospital Refal menemui Dr. Kinan.


" Pagi Tuan Refal,, silahkan duduk.. begini pak Refal alhamdulillah, nyonya Arini sudah sadar beberapa waktu yang lalu. Dan untuk operasi transplantasi Jantung nyonya Arini kita akan melakukan besok pagi, karena alhamdulillah keadaan jantung pendonor sanagat baik, semasa hidupnya seseorang yang menjaga kesehatannya juga."


" Saya bisa bertemu dengan istri saya? " tanya Refal


" Bisa pak,, silahkan.. sudah di pindahkan di ruang VVIP dengan penanganan khusus, seperti keinginan keluarga Kesuma." jelas Kinan.


" Baik dokter terima kasih ,info lainnya bisa di infokan lagi kesaya." pungkas Refal meninggalkan ruangan Kinan


Refal menuju ruangan Arini, di depan ruangan sudah berkumpul semua keluarga Arini dan Refal.


Refal menyalami mertua dan kakak iparnya.


" Bah, mak.. maaf Refal baru dari ruangan Dr Kinan." jelas Refal.


" Temui istri kamu,, kami minta ijin ingin ke makam Disha dulu." ucap sang Abah.


" Biar di antar supir papa kalau gitu." ucap Refal.


Setelah itu, Refal melangkah masuk ke dalam kamar rawat Arini, ada rasa takut berhadapan dengan sang istri karena dia takut tidak bisa menahan diri.


" Assalamualaikum bun.. " salam dari Refal memanggil Arini dengan sebutan bunda.


" Wa'alaikum salam." jawab Arini dengan lirih.


Refal melihat istrinya yang masih sangat lemah, masih terpasang alat-alat di tubuhnya.


" Mass.. anak kita,mana dia aku mau lihat."ucap Arini lirih.


" Sebaiknya kamu istirahat,nanti kalau kamu sudah sehat kita bisa ketemu sama Disha." ucap Refal menggenggam tangan Arini.


Ingin rasanya Refal menumpahkan air matanya. Namun, sebisa mungkin dia bisa tegar di depan sang istri.


" Disha,nama yang cantik."ungkap Arini.


" Devanie Ayudisha Kesuma itu nama putri kita sayang.. "terang Refal dengan senyum getir.


" Mas,, kamu sudah tahu kalau..

__ADS_1


" Iyaa,mas sudah tahu..dan sebentar lagi bunda akan sembuh, sekarang bunda istirahat,besok Insyaallah kamu akan segera operasi.Jadi,harus banyak istirahat." ucap Refal


" Ablasi? terus gimana mas kalau aku nggak..


" Rin.. semua akan baik-baik saja, jangan banyak pikiran. Kamu nggak boleh stres, karena kita sudah dapat pendonor untuk kamu." ucap Refal.


" Maksudnya,, mas tahu kalau..


" Rin, aku suami kamu.. kamu hidup ku,saat ini aku hanya ingin kamu sehat, ada orang yang baik dengan rela memberikan jantungya tertanam di tubuh kamu,maka jangan sia-siakan Pengorbananya. " ungkap Refal.


" Siapa dia mas?" tanya Arini.


Ceklek


Saat bersamaan dengan itu Kinan masuk untuk melakukan pengecekan pada Arini.


" Pagi Rin,, gimana sudah mendingan? kamu harus jaga kondisi kamu, kita akan melakukan operasi besok, jangan sampe kamu drop atau darah kamu naik, itu akan menghambat rencana kita." ungkap Kinan


" Kak, kak Kinan pasti tau.. siapa yang mendonorkan jantungnya buat Arini.aku mohon kak,, siapa dia.. aku nggak mau merasa bersalah, aku bisa hidup dan dia tidak." ucap Arini.


Kinan mandang Arini dan Refal, akhirnya dia merogoh saku jas putih kebanggaannya.


" Kamu harus janji sama kakak, untuk jaga kondisi kamu,, jangan sia-siakan pengorbanan dia. Dia sangat ingin membuat kamu bahagia dengan suami kamu." ucap Kinan.


" Tolong jawab kak siapa yang sudah baik sama aku kak, siapa orangnya? " desak Arini.


" Pendonor jantung untuk kamu sudah ada dan sebelum menghembuskan nafas nya yang terakhir,orang baik itu.. mengungkapkan keinginannya untuk mendonorkan jantungnya untuk Arini, dan bahkan saat nanti jantungnya tak cocok untuk kamu, dia bilang dia ingin mendonorkan jantungnya untuk tenaga medis yang terkena gagal jantung seperti kamu." terang Kinan.


" Lalu? " tanya Arini


" Kita akan melakukan tes kecocokan untuk jantung baru kamu" ucap Kinan.


Dengan prosedur yang mereka jalani kini Arini memaksa untuk menemui pendonor jantung untuknya, walaupun sudah tak betnyawa,Arini ingin menjadi orang yang paling berterimakasih pada orang tersebut.


.


.


Kini Arini dengan kursi roda dia di bawa ke ruang jenazah, setelah tadi menjalani. pemeriksaan Arini sudah tidak dipasang oksigen ,dan tinggal menjalani badrest untuk esok menjalani operasi

__ADS_1


Arini ditemani Refal dan juga Kinan, kini mereka ada di ruang Jenazah.


" Dia berpesan jika alasannya memberikan jantungnya pada Arini itu bentuk rasa sayangnya pada Arini, bentuk permintaan maaf darinya untuk Arini, dia ingin melihat kamu bahagia dengan Refal, dia ingin menjadi bagian dari hidup kamu,walaupun tidak bisa menjadi orang yang selalu setia bersamamu, tapi.. setidaknya jantungnya bisa selalu memberikan kamu kehidupan yang bisa membuat kamu bahagia nantinya." terang Kinan.


" Siapa kamu? " batin Refal


" Nggak mungkin Firman kan, bang Firman..." batin Arini.


Kini tangis Arini pecah, saat melihat tubuh yang terbujur kaku di depan matanya, wajah pucat itu terlihat damai, seperti tersenyum khas Firman yang biasa Arini lihat.


Yah.. orang yang mendonorkan jantungnya untuk Arini adalah Firman.


Firman mengalami kecelakaan yang sangat parah sampai merenggut nyawanya.


Firman di larikan ke Rumah Sakit sempat ditangani oleh team medis namun karena memang lukanya parah terutama bagian kepalanya.


Satu jam Firman di tangani,Firman sempat bangun saat sebelumnya dia tak sadarkan diri.Pada moment itu dia menyampaikan keinginanya untuk mendonorkan jantungnya untuk Arini dan amanat itu di utarakan di depan team medis dan ada juga rekaman suaranya.


Dan setelah itu ngalami penurunan kesadaran dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.


" Bang Firman"


Suara Arini bergetar ,matanya masih tak dapat lepas dari sosok yang ada di hadapanya, jenazah Firman mantan kekasihnya yang sekarang jasadnya tertutip kain putih


" Kamu yang kuat " ucap Refal " Firman melakukan ini semua ikhlas untuk kamu, dia sayang sama kamu,jadi..kamu harus kuat." ucap Refal


Alih-alih mendengar ucapan suaminya kini Ar ini sudah meneteskan air matanya.


" Makasih bang, abang Firman orang baik.. aku tau itu, aku nggak tau harus membalas nya dengan apa bang." gumam Arini yang kini sudah ada diatas brangkar nya.


"Kita akan melakukan yang terbaik buat Firman yang.., biar nanti aku dan papa akan bicara dengan keluarganya, sekarang infonya keluarga nya sedang mengarah kesini, katanya baru sampe sore dari Surabaya." ungkap Refal.


Tanpa membuang waktu, Refal dan anggota keluarga yang ditunjuk Papa Angga ikut mengurus pemakaman Firman, jam tiga sore keluarga Firman datang dan mendengarkan penjelasan dari team medis dan memberikan dokumen yang di perlukan dan memberi tahukan pesan Firman sebelum dia meninggal.Mama Firman sempat syok saat tahu Firman mendonorkan jantungnya, namun saat tahu bahwa Arini lah yang menerima jantung Firman, mama nya pun ikhlas karena dia juga menyayangi Arini seperti putrinya.


Refal mengatakan pada mama Firman pun, tak. cukup untuk membalas semua pengorbanan Firman untuk Arini, namun.. Mama Firman cuma ingin bisa sesekali bertemu dengan Arini jika dia merindukan Firman, karena bagaimanapun dalam diri Arinu ada bagian dari Firman. Semua orang yang mendengar nya pun tak keberatan, Keluarga Kesuma dan Keluarga Arini, juga Firman saling bahu membahu untuk membarikan yang terbaik untuk Firman.


Arini meminta untuk hati-hati menangani jenazah Firman.


Sebelum di berangkatkan ke rumah duka Arini dan Refal sempat melihat untuk terakhir kalinya setelah di sucikan.

__ADS_1


" Terima kasih Bro.. terima kasih, aku tau kamu berjanji pada putriku untuk membuat bundanya bahagia, walaupun aku tak mau kamu berkorban untuk Arini, karena aku yang bertanggung jawab atas diri istriku, tapi.. takdir membawamu untuk menyelamatkan istriku." batin Refal dengan memandang wajah Firman untuk terakhir kalinya, wajah yang damai dengan senyuman yang paling manis *dan tenang seperti orang tidur.


Bersambung*


__ADS_2