
Malam hari setelah sholat Isya Refal mulai memeriksa laporan pekerjaan nya yang di kirim lewat email nya.
" Mas.. kopinya." ucap Arini meletakkan segelas kopi di meja.
" Terima kasih, kamu sudah ngantuk.. istirahat aja dulu, aku mau periksa laporan dari Tommy.
" Nggak juga sih,mas..kamu yakin mau bantuin warga yang lahannya di wilayah yang sama dengan sawah abah?" tanya Arini
" Insyaallah ,iya.. kenapa emang? " tanya Refal yang tetap fokus dengan tab nya.
" Nggak kenapa-napa, cuma kan kamu orang kota trus ke sawah, ke kali itu kan tempat kotor sedang kamu kerja di tempat dingin ber AC." ungkap Arini.
Mendengar ucapan sang istri, Refal mengalihkan pandangannya pada sang istri, dan tersenyum kecil.
Pletakk
" Ausssttt.. mas,kenapa jidat aku di sentil sih,,kan sakit.." keluh Arini
" Heii..denger,, kamu nggak inget siapa suami kamu,, atau jangan-jangan kamu nggak tahu kerjaan aku selama ini? " kata Refal memandang sang istri.
" Yaahh,, aku tahu nya kan emang kamu seorang CEO dari Kesuma Group kan kerjaannya di ruangan AC nggak panas-panasan." jawab Arini.
" Berarti kamu nggak tahu siapa dulunya suami kamu, denger..,, suami kamu juga pernah jadi kuli." ungkap Refal
" Serius,,masa sih..,,kok tetep ganteng??" canda Arini.
" Ya Ampunnn... istri mas ni,, sudah pinter puji-puji suami atau sudah pinter ngerayu?? beneran, mas dulu kuli di kantor papa, sampe sekarang pun kalau ke lapangan juga masih kuli,semua pekerjaan itu ada resiko dan juga ada yang enak. hidup adalah perjuangan ,,inget.. kamu punya suami yang kerjaannya gambar alias arsitek." ucap Refal
pencubit hidung Arini dengan gemas.
" Ihhh.. mass,, oke.. ternyata aku nggak rugi nikah sama orang baik,, ganteng,,kayak lagii.. hehhehe...." ucap Arini dengan tawa renyaknya.
" Oh iyaa,, mas pernah denger kamu daftar kuliah,, gimana ..kamu sudah di terima? " tanya Refal.
" Sudah sih,, kuliahnya minggu depan mulainya di Kampus T mas,, aku ambil fakultas design." jawab Arini.
" Alhamdulillah,, kuliah yang rajin.. biar lulus tepat waktu." ucap Refal dengan mengelus rambut sang istri.
" Oh iya,,tiga hari lagi Bang Ijal sama Jaenap dia mau nikah,nggak nyangka mereka berani ngambil langkah buat ta'aruf. " ucap Arini.
__ADS_1
" Dari pada pacaran lama nggak di nikah-nikahin, ujung-ujungnya gagal mendingan langsung nikah, bisa belajar bareng buat jaga pernikahan, pacaran halal maksudnya." ucap Refal dengan melirik sang istri.
" Kamu nyindir aku atau lagi ngomongin diri sendiri? " ucap Arini memicingkan matanya
" Nggak ada,, cuma berdasarkan pengalaman kita kan begitu.. yang di perjuangin nggak mikir malah nikahnya sama orang yang nggak kenal sama kita sendiri." ungkap Refal
" Kan kita kenal mas.."ucap Arini membenarkan kata kata suaminya.
" Iya juga sih,, tapi.. kita kan cuma kenal luaran saja belum dalemnya." ucap Refal
Mendengar ucapan Refal ,,Arini menyipitkan matanya.
" Maksud mas,, baru kenal luaran maksudnya sifat dasarnya saja,, bukan keseluruhan gitu maksudnya." ucap Refal balik karena dia merasa kalimat yang awalnya dia katakan terasa ada yang tidak tepat.
" Aku kira,, lama pacaran sudah sampai tahu isi r* k nya." sindir Arini
Glek..
Refal hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar mendengar sindiran istrinya.
" Apaan sih kamu,, sudahlah,, tauuu.. aja tapi kalau nyicipin punya kamu doang." ledek Refal menoel dagu Arini genit.
" Masss,,ihhhh.. " ucap manja Arini.
" Habisnya mas tuh.. genit..!! " umpat Arini
" Genitnya juga cuma sama kamu,,kita ke kamar yukk..?!" bisik Refal dengan senyum penuh arti.
" Ngapain, kan lagi ngerjain pekerjaan kamu." ucap Arini
" Kamu sih,, mancing-mancing mas.. sudah ayokk..!! " ajak Refal dengan menarik tangan Arini pelan.
" Iyaa.. sebentar matiin lampu sama cek pintu dulu.. " Ucap Arini karena memang semua orang sudah masuk kamar masing-masing
"Nggak sabaran banget kalau soal yang satu itu.. " gerutu Arini mengikuti suaminya.
Sampai kamar, tanpa membuang waktu Refal langsung mengajak Arini berpetualang mengarungi samudra cinta dengan penih kasih dan kelembutan membuat Arini selalu diajak terbang ke awan sampe kelangit ke tujuh, Merasakan betapa suaminya memuja Arini, tak hentinya mengatakan cinta nya.
Sampai bersama kepuncak yang begitu indah yang mereka rasakan, penuh peluh membasahi tubuh mereka dengan diiringi suara jangkrik di tengah malam.
__ADS_1
Malam indah buat dua orang yang paling bahagia menyelami mimpi indah bersama saling berpelukan, dengan wajah bahagia.
.
.
Pagi hari, setelah sholat subuh dan juga membantu sang kakak di dapur menyiapkan sarapan, bersama sang ibu juga. Sementara Refal berkutat dengan tab nya meneruskan pekerjaannya yang tertunda semalam karen tergoda dengan sang istri yang sayang si lewatkan.
" Wahhh,, pegawai teladan.. lagi cuti masih sibuk saja..kamu." ucap Safyan melihat iparnya duduk fokus menatap tab nya dan ponselnya.
" Yaahh,, kalau nggak gini gimana mau gaji gede,, kamu nggak buka toko? " tanya Refal memandang Abang iparnya.
Saofan dan Refal yang memang seumuran jadi,,bicara pun selayaknya teman. Refal dan Arini beda 5th seperti sang kakak Jenar.
" Hari ini tutup dulu, katanya kita mau liat sawah.,, kamu jadi kan,,ikut kita ke sana?" tanya Sofyan.
" Jadilah,, Insyaallah bisa bantu." jawab Refal.
Benar saja Refal ,Sofyan, juga abah mendatangi dimana letak sawah pak Rahmat yang kemarin di katakan terancam kekeringan..
" Kalian sewa pompa, buat pengairan berapa harganya? " tanya Refal saat mereka sudah ada di pinggir kolam pengairan untuk sawah yang letaknya memang di bilang tak menuntungkan buat para petani yang sawahnya di block sama dengan sawah mertuanya .
" Lima ratus ribu sebulan untuk satu petak sawah tapi, nggak mungkin pengairan hanya butuh sebulan." ucap Satyo
" Saya rasa system pengairan Berselang nggak mungkin kalian terapkan, karena memang bagusnya kalian terapkan pengairan/irigasi secara terus menerus.
Palagi kalau menerapkan system bergantian sangat rawan gagal panen.
Jadi saya sarankan untuk Abah dan teman-teman yang sawahnya ada di block yang sama menggunakan system kontinous Flow." ujar Refal dengan mengedarkan pandangannya sekeliling lahan sawah yang menghampar luas.
" Fal, sebenarnya abah kurang ngerti apa yang dimaksud kamu itu, cuma abah ingin tanya,, apa yang bisa kita lakukan untuk lahan kita yang terancam gagal panen." ucap sang mertua.
" Pembuatan Irigasi mandiri, kalau mau kita cari sumber Air dan kita alirkan ke sawah dengan catatan kita buat kolam kecila yang menampung air dan juga nanti akan otomatis mengalir ke sawah bapak-bapak." ucap Refal
" Siapa orang ini, gawat.. juragan harus tahu kalau pria ini sepertinya bisa mengancam posisi juragan." batin orang yang terlihat bersembunyi di gubug tak jauh dari orang-orang bersama Refal
" Siapa orangnya yang berani membod*hi orang-orang ini, sebulan 500rb sama saja mereka nggak dapet apa-apa ." batin Refal saat melihat keadaan yang menurutnya kelewatan
" Refal kelihatan cerdas, sebenarnya siapa adik iparku ini." batin Sofyan.
__ADS_1
Kehidupan Refal memang tak di terangkan oleh keuarga Kesuma, Oma pun menerangkan jika Refal staf kantor yang selalu mengecek pekerjaan karyawan, dan mereka menganggap Refal hanya sebatas Manager seperti Firman dulu.
Bersambung