
" Sayang.. kenalin,, dia Mila sahabat ku waktu kuliah, dan Mila ini adalah kejutan yang akan aku tunjukkan padamu. Dia Arini istri yang sangat aku cintai,, dan dia sedang mengandung anak ku,, doakan semoga ponakan kamu sehat dan juga ibu nya juga sehat." ucap Refal dengan memeluk tubuh istrinya.
" Haiii... wahhh,, bener-bener kamu Fal,,aku nggak nyangka aja.. kamu bisa dengan mudah melupakan Dinda bahkan mungkin sahabat seperti ku." ucap Mila
" Yah,, nggak lah ..kan lo sahabat gw juga." jawab Refal dengan santai.
" Aku Arini senang berkenalan dengan sahabat Mas Refal yang lain." ucap Arini dengan ramah
" Aku juga senang kenal kamu Arini,, wanita yang bisa menaklukkan gunung es dan juha manusia keras kepala,, gil* kerja pulak. " ucap Mila.
"Sekarang kita makan dulu...yaa,,kasian cucu mama pasti laper." ucap Mama Dewi.
" Ahh,, iya.. aku juga kangen sama masakan tante Dewi." balas Mila.
Mereka akhirnya mulai dengan makan malam mereka, Kia tak habis habis mengumpat sang kakak saat tau membawa Mila ke rumah besar itu.
" Awas aja kamu berniat tidak baik pada kakak ipar ku,, akan aku bongkar kebusukanmu. " batin Kia.
" Buat apa dia datang lagi,, bukannya keluarganya pindah ke Australia,, apa dia ada maksud tertentu pada cucuku." batin Oma Sukma.
" Aku pastikan kebahagiaan kamu akan sirna Arini,, aku yang pantas jadi bagian keluarga Kesuma,, dulu Sonya,,Dinda,, dan akan ku pasti kan juga kamu akan tersingkir juga." batin Mila dengan senyuman liciknya.
" Arini,, Oma bisa minta tolong.. nanti setelah kita makan malam ,,kamu ke kamar Oma.. Karena Oma rindu pijitan kamu lho." Ucap Oma Sukma.
" Baik Oma.. nanti Arin pijit kaki Oma,,pasti capek yaa.. selama di Semarang? " ucap Arini.
" Lumayan lahh.. " jawab Oma Sukma.
" Mila,, kegiatan kamu apa sekarang?" tanya Papa Angga.
" Mila jadi pengangguran Om,, makanya Mila mau minta kerjaan sama Refal,, kali aja ada lowongan." jawab Mila dengan santai.
" Bukannya keluarga kamu sudah pindah ke Australia? " tanya Oma dengan wajah datarnya.
" I_itu benar Oma,, cuma Mila nggak betah juga disana,, karena disana nggak ada sahabat sebaik Refal." jawab Mila dengan senyum manis.
" Kalau mau coba kamu kirim CV kamu ke Kesuma,, aku butuh sekretaris buat bantu Kalina,, kasihan dia.. keteter kerjaannya." jawab Refal.
Mendengar penuturan Refal membawa angin segar pada Mila.
__ADS_1
" Refal,, kenapa tadi kamu nggak antar Arini cek up,, kamu tahu kan.. Oma pernah bilang jangan mengabaikan Arini.Tapi,,baru juga di tinggal kita beberapa hari.. malah buat ulah." ucap Oma dengan nada tak suka.
" Maaf Oma,, aku nggak bisa batalin Meeting pentingku,,karen.....
" Refal,, papa nggak ngajarin kamu begitu saja mengabaikan istri kamu,,tender ratusan juta hilang tak jadi masalah,, keselamatan anak istrimu lebih penting. Ingat Refal.. kalau kamu nggak bisa jaga istri kamu,, biar Arini tinggal disini dengan kami." ucapan tegas Papa Angga membuat Refal melirik Arini.
" Maaf pah,, aku akan memperbaiki semuanya,, semoga nanti saat ada sekretaris lagi aku lebih bisa meluangkan waktu buat Arini dan anak aku." jawab Refal.
" Sudahlah pah,, Arini. juga salah.. ngasih tahu mas Refal mepet karena memang jadwal kontrol nya pun di majukan." ucap Arini.
" Rin ,,Oma lihat kamu makannya nggak banyak biasanya jmkamu suka banget sama menu malam ini." ucap Oma
" Ohh.. lagi ngrasa begah aja Oma. " ucap Arini.
" Tapi,, jangan lupa asupan vitamin, nutrisi lainnya buat baby ya nak.. " ucap Mama Dewi.
" Iya mah..." jawab Arini.
.
.
Malam ini Refal memutuskan untuk menginap di rumah besar,,dan saat Mila ingin pulang Refal berniat untuk mengantarkannya.. Namun,, dengan tegas papa Angga melarang. Dan akhirnya diantar pak Badrun sopir sang Oma.
" Arin,, Oma mohon jangan pernah tinggalkan Refal,, seandainya nanti.. dia salah jalan tolong bantu dia buat keluar dari ketersesatannya." Ucap Oma memandang sendu cucu mantunya.
" Oma kenapa ngomong gitu? "tanya Arini sedikit berfikir keras.
" Oma khawatir dengan kedatangan Mila,, Refal sangat percaya dengan Mila,, karena rasa bersalahnya pada gadis itu dia selalu ingin membelanya." ungkap Oma.
" Maksudnya Oma? " tanya Arini masih bingung dengan permintaan sang Oma.
" Dulu waktu kuliah Refal punya sahabat dari SMP namanya Gading dia adalah kakak dari Mila yang kebetulan satu tingkat di bawah mereka,, saat masa SMA.. mereka terlibat sebuah tawuran,,saat itu Refal yang sedang di kroyok oleh anak-anak SMA lain,, Gading dan juga Tommy, Ical dan Bagus mencoba menyelamatkan Refal,, namun saat Gading berusaha menarik Refal dari amukan musuh Gading terkena tikaman oleh pihak lawan mereka. Saat itu Refal benar-benar down dan merasa dia yang bersalah dengan meninggalnya Gading,, jadilah Refal menggantikan posisi sebagai kakak, untuk Mila namun.. kami melihat saat mereka kuliah,, Mila memandang Refal bukan sebagai kakak tapi, ada cinta sepihak dari mereka." terang Oma.
" Oma tahu dari mana soal itu?" tanya Arini
" Ical dan kamu tahu,, Refal sudah berulang kali kami peringatkan tapi,, tetap dengan prinsip nya ,ingin melindungi Mila seumur hidupnya." terang Oma.
Mendengar penjelasan Oma sudah barang tentu, Arini akan selalu tersisih.. ada nilai plus minusnya,, Refal yang sedang sibuk dengan kerja nya otomatis tak akan pernah melihat Arini kesakitan,, buruknya dia lama kelamaan akan tersingkir.
__ADS_1
Sementara di ruangan lain,, terlihat Papa Angga dan Refal sedang terlibat dalam sebuah perdebatan.
" Papa ingatkan sekali lagi,, kamu harus lebih memprioritaskan istri kamu juga anak kamu,,papa tahu kamu ingin bertanggung jawab atas diri Mila,, tapi.. kamu harus tahu batasannya, kamu sudah menikah." ucap papa Angga.
" Papa juga belum lupa kan,, pengorbanan Gading untuk Refal,, dia meninggal..
" Stopp Fal..!! Gading meninggal sudah takdirnya,, kematian kita nggak bisa kita pilih dengan jalan apa.,,karena itu rahasia Allah." bentak papa Angga.
Suara bentakan papa Angga membuat Arini dan yang lain terkejut.
Brakk...
Refal keluar dari ruang kerja sang papa, dengan pandangan yang tak biasa Refal langsung naik ke lantai dua,menuju kamarnya.
" Susul suami kamu,, redakan amarahnya sayang.. " ucap Mama Dewi.
" Iya mah.. " jawab Arini
Namun, sebelum naik ke atas..Arini membuatkan Dark Chocolate ke sukaan suaminya.
Ceklek..
Arini dengan mengedarkan pandangannya melihat sosok suaminya yang ada di balkon kamarnya.
Terlihat Refal dengan menghembuskan kepulan asap rokok dari mulutnya.
"Mas,, Arin bawakan Dark Chocolate buat kamu, minum yaa,, habis itu mas bebersih.. Arini siapkan air buat mas,, trus lanjut sholat isya.. mas belum sholat kan,, jangan kelamaan di luar,,nggak baik buat kesehatan.." ucap Arini mengusap lembut punggung sang suami.
" Rin.. " panggil Refal
" Yaa..?? "
Refal dengan pelan menarik tubuh istrinya dan memeluknya dari belakang, sebelumnya dia sudah matikan rokok yang dia pegang.
" Sedih boleh,, tapi.. ada porsinya mas.. kita manusia cuma bisa berencana namun Allah yang akan menentukan,,perbanyak istighfar Insyaallah hati kita akan tenang,,masuk yuk.. baby nya udah kangen banget sama ayahnya." ucap Arini dengan senyum manis nya.
Akhirnya Refal mengikuti sang istri masuk dalam kamarnya,, segera membersihkan diri. Sementara, Arini dengan cepat meminum obat yang harus dia konsumsi.
__ADS_1
" Aku nggak mau menambahkan beban pikiran kamu mas,,biarlah rahasia sakit ku ini akan aku ceritakan saat baby ini lahir." gumam Arini mengelus perut yang sudah mulai membuncit.
Bersambung