7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Berhasil.


__ADS_3

" Oo.. jadi kamu calon suami Ayu,, sorry saya cuma mau tanya baik-baik kok tapi,, Ayu sepertinya tidak mau mengatakannya." ucap Karman


" Sebaiknya kamu tanya Yani apa yang terjadi malam dimana,Arini menolakmu. Penolakan Arini bukan serta merta keinginan Arini tapi,, ada alasan yang Arini harus putuskan." ucap Ayu dengan penuh teka teki


" Bicara saja,, apa yang kamu maksud." ucap Karman dengan menatap Arini dan Ayu bergantian.


" Juragan Karman,, maaf Abah memotong sebaiknya kita bicarakan di rumah saya.. biar lebih etis,, kita kan di jalanan,mengganggu warga juga." ucap Abah Rahmat


Akhirnya Karman pun menyetujui usul abah Rahmat.


" Mas,, kenapa sih.. kita harus kerumah Arini,, nggak level banget." ucap Yani dengan menahan lengan suaminya.


" Lebih baik, kamu pulang jika kamu masih menolak ke rumah Arini,, saya ada perlu." Ucap Karman dengan datar.


" Tapi mas...


" Bakti, antar Yani pulang." potong Karman menyuruh Bakti mengantar Yani


" Baik Juragan." jawab Singkat Bakti dan segera bergerak mengerahkan Yani untuk pulang.


" Nggak usah Bakti,, biar aku ikut mas Karman." tolak Yani


Akhirnya dengan terpaksa mereka masuk kedalam rumah sederhana milik keluarga Rahmat.


Karman dan Yani tadi,, dibuat penasaran saat di halaman abah Rahmat ada mobil mewah yang pastinya Karman taksir harganya diatas 500jt.


" Kenapa tadi ada mobil mewah yo ..mas? "bisik Yani.


" Punya suami Arini,, jadi jangan macam-macam." bisik Sofyan pada pasangan suami istri itu.


Tanpa sengaja memang Sofyan mendengar omongan Yuni,, jadilah dia spontan yang menjawab.


Mendengar ucapan Sofyan,, Yuni semakin penasaran siapa sebenarnya suami Arini, memang beritanya yang beredar saat pernikahan Arini yang diadakan di gedung yang di bilang sederhana menurut keluarga suami Arini,, namun bagi orang lain pernikahan Arini itu sangat mewah.

__ADS_1


Pernikahan Arini saat ijab qobul memang diadakan dengan private, hanya keluarga inti yang hadir,, walaupun mang dari keluarga Refal dengan seserahan banyak dan juga keluarga besar yang ikut serta juga banyak. Sedangkan resepsi pun, Abah Rahmat mengundang tak banyak hanya warga sekitar,, saat Juragan Karman di undang, dia tak datang karena merasa sakit hati Arini menikah dengan yang lain. Penduduk dan keluarga Arini memang tahu Refal berasal dari keluarga kaya namun,, pemikiran mereka sebatas kaya,, bukan melihat Refal secara individu.


Siapa yang nggak mikir kaya, saat lamaran saja yang datang mobil mewah,, dandan para ibu pejabat,, namun.. pemikiran keluarga Arini saat itu hanya penampilan mereka tetap sesuai momment saja.


.


.


" Jadi,, Juragan Karman ingin menayakan apa pada Ayu,apa masih ada hibungannya dengan penolakan Arini,, maaf Juragan.. peristiwa itu sudah lama,, apa sebaiknya kita sudahi saja,, emang juragan nggak capek harus merasakan dendam tak berkesudahan?" tanya abah Rahmat pada Karman.


" Saya hanya penasaran saja abah,, apa maksud Arini menolak saya,, biar bisa dapat yang lebih kaya dari saya bah,, seperti sekarang..dia terlihat bahagia bersama suaminya yang kaya raya." ucap Karman melirik sinis pada Arini.


" Baiklah, dari pada kamu selalu memusuhi ku dan keluargaku,, aku akan jujur..aku menolakmu pertama memang aku belum siap menikah saat itu,,tapi.. ada alasan lain yang buat aku menolakmu. walaupun kamu pernah bilang,, akan nunggu aku sampe aku siap,, tapi.. aku nggak bisa karena saat sebulum kamu menanyakan apa jawabanku,, Yani tiba-tiba datang pada ku dan memberikan aku sebuah bukti jika kamu sudah punya hubungan terlarang dengan Yani,, itu kebenarannya." ungkap Arini dengan memandang Yani yang sudah menundukkan wajahnya.


" Apa benar Yan,, kamu sudah bilang begitu? " tanya Karman dengan suara baritonnya dan wajah sudah menahan amarah.


" Maaf mass.. aku terpaksa harus bilang begitu dengan Arini,, memang kita sudah pernah melakukannya dengan tanpa sadar mas.." ucap Yani dengan tangis yang sudah pecah.


" Tapi,, kamu menjebakku.. dan bod*hnya aku,, terjebak lagi oleh mu dan terpaksa aku menikah dengan wanita macam kamu..!! " bentak Karman.


Dengan cepat dan tanpa berpamitan, Karman menarik Yani kembali kerumah.


" Terus urusan Tommy sama Ayu gimana?" tanya Arini dengan memadang Tommy Dan Ayu.


" Aku rasa ada baiknya kamu langsung lamar Ayu mumpung disini masih beberapa hari kan? " ledek Refal pada sahabatnya.


" Nggak!! " tolak Ayu dan Tommy bersamaan.


" Wahh,, udah kompak aja,, belum juga jadian udah punya chemistry yang kuat." goda Jaeanap.


" Udah tunggu apa lagi,, biar Abang yang wakilkan buat lamar Ayu." usul bang Sofyan ikut mengompori kedua musuh bebuyutan itu.


" Nggak akan.. " ucap kompak keduanya.

__ADS_1


" Cie.. cie.. cie.. kompak nie..!! " ledek para sahabat Ayu dan juga Tommy pada keduanya.


.


.


.


Setelah beberapa hari mereka membangun kincir air dan juga penampungan buat pengairan,,hari ini adalah hari dimana uji coba tahap akhir yang sebelumnya sudah dilakukan juga sebelumnya.


" Bismillahirohmanirrohim.. semoga apa yang kita harapkan dan kita usahakan, bisa berjalan dengan baik dan untuk tenaga listrik nanti team saya akan kesini dan koordinasikan pada pihak pengairan dan juga dinas terkait, lalu juga pastinya dari pihak PLN juga akan ikut serta.. sudah siap Bapak-bapak,,dengan Bismillahirohmanirrohim ..kincir air kita nyalakan." ucap Refal dalam sambutannya.



(Visualisasi Kincir air dan juga penampungan buat pengairan sawah)


" Alhamdulillahirobbil'alamin." Semua mengucapkan Syukur karena apa yang mereka kerjakan tidak sia-sia.


" Terima kasih mas." ucap Arini pada suaminya.


" Sama-sama ini sudah jadi kewajibanku,, dan demi desa juga keluarga." jawab Refal dengan memeluk erat Arini.


Semua orang sudah bisa bernafas lega,, dengan adanya kincir air di desa itu,, sawah yang tadinya bergantung pada penampungan milik Karman kini bernafas lega dan mengucapkan terima kasih pada Refal karena sudah merealisasikan apa yang seharusnya mereka lakukan.Tak lupa pula dari pemerintah desa pun mengucapkan terima kasih.


Setelah mengadakan doa selamat untuk proyek kecil didesa Arini ,Refal kembali ke rumah mertuanya. Saat mereka sampai di halaman rumah,, melihat Karman dan juga Yani yang terlihat matanya yang sembab.


Melihat kehadiran laki-laki yang menaruh hati pada istrinya Refal dengan cepat merangkul bahu istrinya menggiringnya menuju teras rumah,, terlihat Karman dan Yani duduk diteras.


"Assalamu'alaikum,, juragan Karman ada apa yaa? " tanya Abah Rahmat pada Juragan Karman.


" Bisa kita bicara pak?" tanya Karman dengan suara yang terlihat tak sesombong sebelumnya.


Akhirnya mereka masuk semua,,Arini dan Refal pun duduk dengan posisi yang terlihat Refal yang posesif.

__ADS_1


Karman melihat posesifnya Refal, tersenyum kecut dengan apa yang dia lihat itu, sementara Yani masih saja menundukkan wajahnya.


Bersambung.


__ADS_2