
Refal dengan cepat menghubungi Tommy.
" Hallo Fal,, semua oke.. malam ini kita berangkat. Tapi, ada sedikit masalah."
" Masalah apa? "
" Tadi, Rizal bilang Jaenap cs pengen ikut kesana sekalian Ayu mau balik juga,dia bilang khawatir sama Arini soalnya masalah lo ini ada hubungannya sama masa lalu Arini, apa benar? "
" Secara nggak langsung iyaa.. ada orang dari masalalu Arini yang masih saja ganggu keluarga mertua gw, makanya gw minta Marco sama Geon siap-siap saat hari eksekusi."
" Oke,.jadi nggak masalah para cewek-cewek ikut sama kita? "
" Nggak masalah, nanti sekalian lo beli cincin buat lamar Ayu ke orang tuanya." goda Refal pada sahabatnya
" Ngaco lo, gw sama Ayu nggak ada apa-apa kali.. ya udah, gw pastiin aja sama lo..gw kabarin semuanya habis magrib kita jalan,, tiket pesawat kita jam delapan malam."
" Oke,, gw tunggu nanti akan ada orang dari hotel buat kasih mobil buat kalian kemari."
Setelah selesai dengan pembicaraan kedua sahabat itu akhirnya, Refal memberitahu Arini jika para sahabatnya akan datang nanti malam. Tentu saja Arini yang mendengar berita itu sangat senang. Arini langsung menghubungi Ayu dan membicarakan kelanjutannya untuk mereka menginap,, Ayu di minta Arini untuk sahabat mereka menginap di tempat Ayu dan sahabat Refal tinggal di rumahnya.
Untung saja rumah sederhana itu punya dua kamar lagi yang kosong bekas kamar kakek dan nenek Arini dan satunya memang di siapkan untuk saudara yang menginap.
Malam pun menjelang setelah isya para warga yang diundang ke tempat abah Rahamat yang punya kepentingan atau dibilang yang punya sawah di blok sama dengan abah Rahmat.
Setelah mendengar secara singkat untuk apa mereka di kumpulkan di rumah itu, karena akan ada yang harus di bahas pada para warga dan Refal minta kesediaan para warga mendukungnya dan memberikan tanda tangan sebagai dukungan tentang rencana Refal.
" Mas Refal apa dengan kita membuat Kincir air nggak akan masalah, soalnya biaya buat kincir air memerlukan banyak biaya, semantara pihak desa pernah bilang nggak sanggup membantu buat pendanaan setengahnya mungkin bisa." ucap Agung
__ADS_1
" Baiklah, begini bapak-bapak,,kebetulan saya punya sketsa pembuatan kincir air, untuk merealisasikan saya butuh dukungan Bapak-bapak untuk mendukung program ini, tentu saya akan. meminta persetujuan dari desa dengan pembiayaan mandiri alias tidak ada pemungutan biaya bagi warga semua, kincir air ini saya buat dengan pendanan pribadi,jadi saya hanya butuh bantuan bapak sekalian untuk membantu membuat dan memberikan dukungan untuk saya dan rekan-rekan saya, kebetulan rekan-rekan saya akan menuju kesini untuk membantu kelancaran rencana kita." jelas Refal dengan mantap.
Semua yang mendengar penuturan Refal saling pandang, saat Refal dengan pembiayaan pribadi tentu saja membuat mereka terkejut karena mereka tahu jika biaya membuatnya menguras kantong .
" Refal, kamu yakin dengan apa yang kamu bicarakan? " tanya Sofyan yang ikut kaget dengan kalimat yang di ucapkan adik iparnya.
" Saya serius,,dan saya lakukan demi keluarga dan juga tentunya istri saya Arini." jawab Refal yakin
" Baiklah mas Refal kita sepakat untuk membantu tenaga dan juga mendukung rencana mas Refal. Tapi, untuk ijinnya? " tanya Satyo
" Untuk itu,,saya sudah buat proposal untuk diajukan ke desa juga kecamatan, dan saya butuh bang Sofyan ,Agung dan Satyo antar Proposal ke Kecamatan dan dinas pengairan dan saya nanti akan di temani abah untuk ke balai desa." jelas Refal
Akhirnya selesai sudah kesepakatan para warga dan Refal untuk besok mulai bergerak untuk menjalankan rencana mereka.
Setelah semua orang sudah kembali kerumah mereka, sekarang keluarga Arini. masih berkumpul di ruang tamu membahas kembali rencana Refal untuk mendanai pembuatan kincir air.
Refal tersenyum mendengar ucapan mertuanya dan memandang sang istri dan menggenggam tangan Arini dengan erat.
"Mak, abah.. doa kan saja ,,apa yang Refal lakukan demi Arini.Refal hanya ingin memberikan sedikit pelajaran untuk orang yang sombong seperti Karman biar dapet karma sekalian." ucap Refal sedikit bercanda
" Pasti kita doakan, kamu harus hati-hati sama Karman, dia punya power di daerah sini." ucap Sofyan mengingatkan.
" Pasti." jawab Refal singkat
Tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah sederhana milik abah Rahmat. Semua anggota keluarga akhirnya keluar menyambut tamu mereka, terlihat sebuah Minibus terparkir di depan rumah itu. Satu persatu penumpangnya pun keluar.
Pertama kali Tommy yang keluar, disusul Bagus, Rizal, Jaenap, Fitri, Ayu, Geon,dan Marco.
__ADS_1
" Arini..!! " seru ketiga sahabat Arini.
" Assalamu'alaikum.." ucap para pria yang bersama mereka
" Wa'alaikum salam." jawab keluarga Arini.
" Bro.. akhirnya nyampe juga." ucap Refal
Mereka saling berpelukan dan mengenalkan pada keluarga Arini.
Mereka masuk dalam rumah dan berbincang dengan santai, menikmati cemilan juga hidangan yang sengaja Arinj siapkan untuk sahabat suaminya juga sahabatnya sebelum ke rumah Ayu yang tak. begitu jauh dari rumah Arini.
" Kita kangen tau sama kamu Rin, kenapa ponsel kamu non aktif sih.. kamu pasti marahan sama Refal kemarin kan, gara-gara Sonya-Sonya itu." cerocos Jaenap tanpa rem
" Husss... sembarangan, aku nggak marah kok.. cuma pengen liat mak sama Abah juga,,jadi pulang kesini.. trus mas Refal nyusul kesini.. seharusnya niat aku besok pulang ternyata mas Refal punya rencana untuk buat kincir air buat sawah para warga, jadi nambah liburnya." Ucap Arini.
" Aku dukung 1000% kalau Refal mau ngasih pelajaran buat Karman, biar nggak sombong lagi. Apalagi yang di bilang sahabat itu, harus tahu siapa kamu sekarang Rin... seorang istri pewaris Kesuma Group,, wehh.. kalau dia tahu pasti pingsan,apalagi dia tahu kekayaan dan kekuasaan suaminya nggak ada apa-apa nya sama suami kamu.. seujung kuku aja nggak ada..Oeyyyy.. " ungkap Ayu dengan penuh semangat.
" Maksud kamu berbicara begitu apa Yu,pewaris..maksudnya Refal suami Arini itu anak orang kaya raya? "tanya Jenar memastikanapa yang dia dengar.
" Hahhh,,mbak Jenar nggak tahu kalau punya adik ipar tajir mlintir,, kekayaannya nggak akan abis tujuh turunan, delapan tanjakan, sembilan tikungan?" tanya Jaenap melihat reaksi kakak sahabatnya. " Onde mande,,mak ..juga nggak tahu punya mantu kaya raya? " tanya Jaenap lagi ke mak Dijah masih syok dengan kenyataan punya mantu kaya raya.
" Kita tahu nya Refal kerja sebagai orang tukang koreksi kerjaan karyawan,kita kira sama kayak.. Firman mantan pacar Arini dulu,, dia kan dulu begitu kerjaannya. " ungkap Jenar dengan polosnya.
" Astaghfirullahal'azhim.. jadi keluarga kamu belum tahu suami lo kaya Rin? " tanya Ayu lagi.
Arini cuma bisa menggeleng cepat membenarkan perkataan sahabatnya, mendengar jawaban Arini ketiga sahabatnya hanya bisa tepok jidat.
__ADS_1
Bersambung