
Arini saat ini sedang ada di halaman sebuah rumah besar ber cat putih, di depannya sebuah taman bunga yang begitu luas.
Arini mengedarkan pandangannya melihat sekitarnya,Namun,,sosok yang dia cari belum di temukan.
" Haii,,Rin.." seru seorang laki-laki dengan kemeja putih dan celana panjang putih mendekati Arini
" Bang Firman, abang ngapain disini? "tanya Arini.
" Aku pengen ketemu sama kamu,, kenapa? kok sedih? " tanya Firman membelai kepala Arini yang terbalut hijab.
" Abang kemana aja, Arini sakit bang." ucap Arini dengan air mata yang jatuh dari matanya
" Jangan nangis begitu,, kamu wanita kuat dan juga baik. kamu harus sembuh ada Refal yang menunggumu,tugasku sekarang menjaga dia untukmu. " ucap Firman
Firman menunjuk seorang anak kecil yang sedang duduk di taman dengan tetsenyum bahagia.
" Maafin aku Rin,, selama ini menyakiti hati kamu, aku nggak bisa menepati janjiku untuk selalu menjagamu. " ucap Firman dengan membelai lembut wajah Arini.
" Abang selalu mendengar apa yang Arini rasakana, buat Arini abang pelindung Arini." jawab Arini dengan deraian air mata.
" Abang ucapkan terima kasih,, karena kamu sudah memberikan rumah yang sanga yg indah buat kami. " ucap Firman
Maksudnya mungkin adalah Pusara indah di sebuah pemakaman mewah Sandiego Hill, yang terkenal dengan pemakaman mewah dengan harga yang lumayan mahal,puluhan bahkan ratusan juta untuk per-unitnya.
" Bunda.. " panggilnya melihat Arini dengan tawa gembira.
Anak kecil itu terlihat cantik dan juga sangat bersih, saat akan dekat dengan Arini dengan cepat Firman meraih tubuh kecil itu dan menggendongnya menciuminya dengan sayang.
" Kembalilah,Refal mengkhawatirkan kamu,, hiduplah dengan bahagia kita akan selalu bersamamu jangan sedih lagi, aku akan menjaganya dia untukmu dia kesayanganku disini,, dia menunggu bunda dan ayah nya bahagia."ucap Firman dan melangkah menjauh meninggalkan Arini.
" Bang, Bang Firman jangan pergi.. !!! teriak Arini meneriaki Firman yang makin menjauh dan menghilang dengan senyuman bahagia tersungging di bibir Firman dan sosok kecil di gendongannya.
Sementara ,Dokter sedang menangani Arini yang baru saja merespon dengan gerakan jari.
" Arini, dengar saya.. "ucap Febri dokter ICU saat meminta respon Arini.
" Aaeeuhhh.."lenguhan lirih Arini, dan sedikit demi sedikit membuka matanya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu bangun juga."ucap Febri
" Fir,,man,,Firman." ucap Arini lirih.
__ADS_1
" Yahh.. sebenarnya yah,, adanya suami kamu Refal. "ucap Febri
Tak ada jawaban dari Arini,karena masih dalam pengaruh obat dan juga baru siuman dan Kinan pun masih intensif memantau kesehatan Arini.
" Bagaimana Arini, apa ada keluhan? "
Baru membuka mata dan sadar beberapa menit yang lalu setelah tak sadarkan diri selama sehari semalam .Dr. Febri yang bertugas di ICU memantau perkembangan kesehatan Arini.
Bukan siang saat Arini siuman, namun saat ini menunjukkan waktu jam sepuluh malam dan sekarang Arini sedang di periksa Febri ,dia hanya diam sebelum dia membuka mulutnya.
" Nggak ada " ucap Arini lirih
" Saya nggak ngerasain keluhan apapun ."
" Syukurlah kalau begitu," ucap Dr. Febri.
"Jika terus membaik besok mba Arini bisa di pindahkan ke ruamg rawat biasa untuk menjalani pemulihan."
Arini hanya diam tak menjawab, otak nya masih berputar dengan mimpinya barusan sebelum dia sadar. Kedua matanya mulai mengedar -berusaha mengenali tempat dia berada ,Arini menyadari jika dirinya tak di ruang rawat melainkan ICU.
" Berapa lama saya seperti ini dok?" tanya Arini dengan suara yang masih lirih,karena pasca operasi tubuhnya masih terasa lemas.
" Mba Arini menyelesaikan operasi kemarin malam dan jika dihitung sehari semalam mba baru sadar. " ucap Febri
" Berhasil." kata Dr Febri.
" Sejauh ini ,tubuh mba Arini tidak menolak kehadiran adanya jantung baru dan jantung pun bekerja dengan cukup baik,detakkannya normal."jelas Febri.
"Jantung baru?" batin Arini.
Mendengar perkataan itu pun, tangan Kanan Arini yang di balut infus terangkat, lalu perlahan telapak tangannya mendarat di dada .
Tanpa ekspresi ,Arini memejamkan mata meresapi irama detak jantungnya yang baru.. dan.. ya,,itulah jantung yang dia rasakan taka ada rasa sakit lagi di dadanya, karena memang sekarang jantung yang ada di dalam tubuhnya adalah milik Firman.
Menurut pemeriksaan Jantung Firman dalam keadaan kondisi yang baik dan tentunya memiliki kecocokan yang tinggi dengan Arini maka dari itu tidak banyak kendala dan jantung itu terasa nyaman berdetak di tubuh barunya .
" Ada yang dirasakan mba Arini? " tanya Febri saat melihat Arini sibuk dengan kegiatannya itu.
" Tidak. " ucap Arini.. " Tidak ada saya hanya mengecek saja kok.".
" Oh baiklah, saya bersyukur kalau memang tidak ada keluhan apapun." ucap Dr Febri
__ADS_1
" Keluarga saya ada disini? " tanya Arini
" Ada ,kebetulan satu jam lalu suami anda baru dari kembali dari musholla Rumah Sakit,mau saya panggilkan ?"tawar Dr Febri
" Dia memang nggak pulang ?" tanya Arini
" Menurut sepengetahuan saya tidak, malah semenjak mba Arini masuk Rumah Sakit, cuma sekali pulang, lalu nggak lama di kembali lagi kesini,beberapa jam sekali juga beliau mengecek keadaan anda di sini dan menanyakan soal perkembangan kesehatan anda." jelas Dr Febri
" Mau saya panggilkan suami anda? pasti beliau akan senang mendengar anda sudah siuman sekarang, dia sangat mengkhawatirkan keadaan anda." tawar Dr Febri
" Tidak usaha." tolak Arini
penolakan Arini membuat Dr Febri mengerutkan keningnya
"Pasti dia lelah ,biarkan dia istirahat ,,sudah malam juga." ujar Arini lagi.
" Oh,baiklah." jawab Dr Febri pasrah.
"Saya mau sendiri dokter,,anda bisa pergi." ucap Arini.
" Baiklah, jika ada apa-apa tolong panggil saya. "kata Dr Febri
" Iya. " jawab Arini singkat.
Akhirnya Dr Febripun berbalik dankeluar dari ruangan itu.
Sepeninggal Dr Febri, yang di lakukan Arini hanya diam larut dalam lamunan, yang di pikirannya saat ini adalah Firman,,Firman yang muncul dalam mimpinya,, mimpi yang terlihat aneh dan Arini pun teringat sosok anak perempuan yang ada dalam gendongan Firman, dan manggilnya bunda,, Siapa anak itu? pertanyaan besar itu yang ada dalam benak Arini, Firman yang terlihat bahagia bersama anak kecil itu. Arini begitu larut dalam lamunan.
" Arini."
Lamunan Arini teralihkan saat mendengar seruan seseorang yang berdiri di dengan nafas terengah di ujung kasur.
Memakai baju khusus untuk masuk keruang ICU, laki-laki itu nampak memegangi gorden yang baru di buka saat lalu.
" Mas.. "
Ucap Arini saat melihat suaminya yang muncul dihadapannya.
" Jadi bener kamu sudah bangun?" tanya Refal .
Refal bisa ke ICU dengan buru-buru karena sesaat dia tertidur dan bermimpi kalau Arini akan meninggalkannya dan saat terbangun dia langsung menuju ICU memastikan keadaan istrinya, namun saat mau masuk tak sengaja berpapasan dengan perawat yang ada di ICU dan memberikan informasi jika istrinya sudah sadar.
__ADS_1
Betsambung.