
Refal dan Arini saat ini sudah ada di sebuah Rumah Sakit dimana Sang Oma menanamkan saham di Rumah Sakit itu,,dan dengan sedikit menggunakan kekuasaan keluarga pemegang terbesar di Rumah Sakit itu Refal di berikan kemudahan untuk melakukan pemerikasaan tanpa mengantri. ( Sultan mah bebas woii..)
" Selamat Siang Tuan Refal dan Nyonya Arini,, maaf ada yang saya bisa bantu? " tanya sama orang dokter kandungan bernama Salma
" Begini dokter,, istri saya sudah satu bulan lebih tidak datang bulan dan tidak menutup kemungkinan dia hamil,, apa bisa kita langsung anda periksa keadaan istri saya." Ucap Refal dengan bahasa formal.
" Baiklah nyonya Arini,, kapan terkhir anda datang bulan? " tanya Salma.
" Sudah mau dua bulan dok." jawab Arini.
" Baiklah,, bisa ikut saya nyonya.. kita periksa yaah.. kita lakukan USG sekalian agar lebih akurat." ucap Salma mengarahkan Arini untuk berbaring di atas brangkar.
Seorang Suster pendamping pun,, ikut membantu mengolesi perut Arini dengan gel.
Sementara Refal dengan setia mengamati setiap pergerakan sang dokter,, mengawasi cara kerjanya.
"Baik nyonya,, Tuan,, bisa perhatikan ke monitor ini yaaa..,disini ada seperti titik ,dan bagian ini di sebut rahim dan ini adalah bakal janin,, itu artinya Alhamdulillah,, nyonya Arini sedang mengandung. " ucap Salma dengan wajah berseri.
" Betulkah dok,, istri saya ha_mil?" ucap Refal dengan mata yang berkaca-kaca.
Sedangkan Arini jangan ditanya rasa nya tak percaya,, bahagia,, haru dan tak pernah dia bayangkan akan mengandung benih dari cinta 7Hari nya itu.
" Masss... aku akan jadi ibu.." ucap Arinu dengan memeteskan air mata haru.
" Alhamdulillah sayanggg,, dia bukti cinta kita yangg... sehat-sehat ya.. nak,, ayah sama bunda akan selalu menjaga kamu.. " ucap Refal dengan mengelus perut rata Arini.
" Selamat buat Nyonya Arini yang akan menjadi ibu,, dan Tuan Refal menjadi seorang Ayah,, kandungan nyonya Arini masih masik di minggu ke lima,, dan tandanya masih rentan akan terjadinya keguguran maka dari itu,, tolong dijaga dengan baik dan ada yang mau di tanyakan taun,, nyonya.. " kata Salma dengan gamblang.
" Kalau soal hubungan suami istri gimana dok, masih boleh kan? " tanya Refal
" Masss... kenapa tanya itu sih?" ucap Arini merasa malu dengan apa yang ditanyakan suaminya.
Salma hanya bisa tersenyum dan memperhatikan intetaksi pasangan muda itu.
" Nggak papa nyonya,, itu wajar kok.. masih boleg tapi.. jangan sering-sering trus harus hati-hati,, soalnya kandungannya masih sangat rentan tuan." jawab Salma.
" Baiklah,, saya akan selalu berhati-hati." ucap Refal.
" Baik ini resep obat vitamin,, dan Alhamdulillah nyonya tidak mengalami Morning sickness juga." ucap Salma.
__ADS_1
" Baik dok,, terima kasih.. kami pamit dulu.." ucap Refal
Dengan perasaan bahagia Refal memeluk sang istri sekaligus mencium pucuk kepala istrinya saat mereka menunggu Obat untuk Arini.
" Arini?!" panggil seseorang.
Arini yang mendengar namanya di panggil otomatis menoleh pada sumber suara dan ternyata Firman dan Intan.
" Mau apa dia disini? " gumam Refal menatap tajam kearah Firman.
" Haii Rin,, kamu sakit?" tanya Firman dengan wajah terlihat khawatir.
" Nggak dia sehat kok,, malah sangat sehat,, cuma memang harus cek kandungan saja." jawab Refal
Refalah yang menjawab pertanyaan dari Firman dengan menunjukkan betapa bahagianya mereka yang akan menjadi orang tua.
" Ohh.. kirain Arini sakit,, soalnya wajahnya agak pucat aja.. selamat yah Rin,, tuan Refal dengan kehamilan Arini.. semoga kalian semua selalu sehat." ucap Firman dengan tulus.
" Terima kasih bang.. Intan sama abang ngapain disini? " tanya Arini balik.
"Anterin mama cek up aja Rin." jawab Firman
" Sayanggg.. yuk,,obatnya udahan nih...kita langsung ke rumah besar." ucap Refal yang tadi sempat meninggalkan Arini mengamvil obat setelah menjawab pertanyaan Firman.
" Iya,, selamat yah Rin atas kehamilannya" ucap Intan.
" Terima kasih,, kami duluan yaa.. "pamit Arini.
Refal dan Arini meninggalkan Intan dan Firman yang masih menunggu obat mama Firman.
" Kamu sudah bahagia dengan nya Rin, aku ikurmt senang..kamu mendapat pria baik dari pada aku yang sudah sangat menyakitkan hatimu." batin Firman memandang kepergian Arini dan Refal
" Kenapa,, kamu cemburu sama ke bahagiaan mereka? " tanya Intan tiba-tiba.
" Nggak lah,, aku malah bahagia liat Arini sudah menemukan kebahagiaannya. " jawab Firman dengan merasakan hatinya mendadak nyeri.
.
.
__ADS_1
Sementara itu Refal dan Arini menuju rumah besar untuk makan siang bersama di rumah besar,, selama di mobil Refal dan Arini hanya diam tanpa ada yang mau membuka suara.
Tak butuh waktu lama, Arini dan Refal sampai di rumah besar.
Arini keluar mobil terlebih dahulu, sebelum Refal keluar.
" Assalamualaikum.. " salam takzim diucapkan oleh Arini saat masuk dalam rumah besar.
" Wa'alaikum salam.. " ucap Bi Siti yang kebetulan menyambut mereka.
" Apa kabar bii? " tanya Arini dengan ramah.
" Alhamdulillah non,, silahkan non,, tuan muda semua sudah menunggu kalian datang." ucap Bi Siti mempersilahkan kedua majikannya.
" Siang semua.. " ucap Refal saat melihat keluarganya berkumpul.
" Haii.. Fal,, tumben kalian berdua ngajak makan siang bareng." ucap Papa Angga
" Kebetulan aku lagi cuti pah,, makanya dari Rumah Sakit kita bisa kesini." ucap Refal
" Rumah Sakit,, siapa yang sakit? "tanya Oma dengan perasaan khawatir.
" Nggak ada yang sakit Oma,, kita cuma mau periksa kandungan Arini,,karena Alhamdulillah,, Arini sekarang sedang mengandung.. 5 Minggu." jwab Refal dengan perasaan yang sangat bahagia.
" Alhamdulillah... akhirnya,,,papa mau jadi Opa..hahahaha...god job boy..selamat untuk kalian ?!!! ucap papa Angga dan memeluk sang putra.
" Terima kasih pah.." ucap Arini dan Refal bersamaan.
" Selamat ya nak.. alhamdulillah,, mama sangat senang.. Mama jadi Oma." ucap mama Dewi dengan tangis haru.
" Selamat bang, kak Arini.. Kia senenggg banget akhirnya aku punya ponakan juga... " ucap Sazkia dengan memeluk kakak iparnya
" Oma sudah duga,, dari Arini makan malam disini..pembuktian Oma,, kamu berhasil son... dan Alhamdulillah,, Oma mau jadi uyut.. " ucap Oma Sukma menangis haru juga memeluk Refal dan Arini.
" Jaga Arini dengan baik,, sekarang tanggung jawabmu makin banyak dan jangan lagi menyepelekan apapun,,inget Refal kamu beruntung bisa bersama gadis yang baik juga sabar seperti Arini.. Oma nggak mau kamu menyekitinya lagi." ucap Oma Sukma memberikan sebuah pesan pada cucu kesayangannya.
" Sekarang kita makan yaa... Arini harus banyak makan,, trus harus makan makanan yang sehat." ucap mama Dewi pada menantunya.
" Iya mah.. " jawab Arini dengan wajah berseri.
__ADS_1
Mereka makan siang bersama di rumah besar dan dengan kabar bahao menyertai mereka.
Bersambung.