7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Rencana Arini


__ADS_3

Jam sebelas siang Refal terbangun, karena mendengar ponselnya terus berbunyi.


📞 Tommy Calling..


Refal dengan cepat menjawab panggilan itu.


" Hallo, dimana lo..!!


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum salam, dimana lo.. kata Kalina kamu dari pagi nggak ngantor? "


" Hemm.. kenapa?"


" Kenapa lagi lo bilang, kita ada meeting habis makan siang bro."


" Hahh... iya, emm.. gw ke kantor abis makan siang."


" Sebenernya lo dimana sih?"


" Di apartemen, gw ketiduran tadi.. Arini juga lagi istirahat, ya..udah gw siap siap..Assalamualaikum"


" Ehhh...


Tanpa mendengar sahutan dari Tommy, Refal langsung memutuskan panggilan. karena di pastikan Tommy akan bertanya banyak soalan.


Refal menatap wajah polos Arini yang masih terlelap tidur.


" Kasihan.. pasti kelelahan." gumam Refal dengan senyuman tipisnya mengingat beberapa waktu lalu, setelah pertama kalinya dia menyentuh istrinya, bukan sekali saja mereka melakukannya, Refal yang memang tak tahu kenapa seakan Arini seperti candu baginya


Refal bergegas kekamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah dua puluh menit menyelesaikan kegiatan mandinya dia bersiap dengan setelan kemeja dan celana bahan.


Refal mengutak atik ponselnya dan memesan beberapa jenis makanan lewat aplikasi.


" Rin, heii.. mas berangkat kekantor sebentar yaa..? " bisik Refal saat akan pergi ke kantor.


" Emmm.. mas, ini jam berapa? ucap Arini terkejut melihat Refal yang sudah rapih dengan setelan kantornya.


" Hampir jam 12siang, mas sudah pesenin makanan buat kamu.. nanti akan di anter pak Eman dari pos, aku suruh pak Eman ngasih nya kalau kamu sudah mau bangun..kamu istirahat aja, pasti masih capek kan? " goda Refal


" Massss... ih, malu tahu.." ucap Arini dengan menyembunyikan wajahnya dibalik selimut tebalnya.


" Kenapa mesti malu, kan mas sudah lihat semuanya .. " ledek Refal.


" Ihhh.. mesum..!!"


" Siapa yang mesum, emang iya kan..

__ADS_1


" Iya, iya.. udah jangan di bahas,kamu hati-hati di jalan, kabarin kamu pulang jam berapa. " ucap Arini sembari duduk bersandar di kepala ranjang.


" Sebenernya males juga ngantor, tapi.. ada meeting penting nggak bis di cancel." ucap Refal dengan wajah lesu.


" Lha.. kan emang harus kerja, udah bismillah.. semoga semua lancar hari ini.."


" Okelah.. aku berangkat, kamu baik-baik di rumah.. bisa ke kamar mandi sendiri nggak,pasti masih sakit kan itunya."


" Bisa aja kamu modusnya.. udah sana berangkat, nanti telat."


" Ngusir..


" Nggak


" Nggak apa? " tanya Refal dengan senyum yang selalu terbit di bibir nya.


" Yah, nggak ngusir.. cuma kamu kan harus profesional juga." ujar Arini.


" Oke, aku berangkat.. kamu nggak usah ikut kedepan,istirahat aja.. Assalamualaikum"


Cup.. Cup..


Pamit Refal, sebelum keluar dari kamarnya dia mengecup pucuk kepala Arini dan menci*m sekilas bibir Arini membuat Arini terpaku dengan apa yang di lakukan Refal barusan. Namun, dengan cepat dia tersadar dengan senyuman manisnya dia menjawab salam Refal.


" Wa'alaikum salam.. hati-hati " ucap Arini diangguki Refal.


Arini bangun dari tempat tidurnya dan melihat jelas bercak dar*h yang sudah mengering di atas sprei putihnya,dengan cepat Arini membereskan semuanya mengganti sprei dan juga membereskan kekacauan yang dia dan Refal ciptakan saat kegiatan mereka tadi pagi.


Saat Arini selesai mandi dan dia melihat ponselnya banyak sekali panggilan dari ketiga sahabatnya. Melihat pesan dari ketiga sahabatnya Arini mengingat apa yang mereka bicarakan sebelum semua terjadi.


Flasback on


Hari itu Keempat gadis yang sahabat itu, berkumpul di toko Roti Arini, mereka sengaja menemui Arini yang di pastikan sangat sibuk, saat sudah terlihat toko sepi mereka duduk di ruang kerja Arini.


" Rin, suami kamu nggak kemari? " tanya Jaenap.


" Nggak."


" Aku rasa, ada yang nggak beres sama hubungan kamu juga Refal,kalian ada masalah? " tanya Fitri.


" Kalau ada masalah bisa sharing Rin, biar kamu dapet solusinya."


" Emmm.. sebenernya ini masalah Rumah Tangga sih.. , dan hubungan kita memang nggak baik-baik saja dari awal."


" Maksud nya? "


" Kita berdua, suami istri tapi.. kami tak selayaknya suami istri. "

__ADS_1


" Refal yang minta? " tanya Ayu penasaran.


" Hemm.. "jawab Arini.


" Kenapa kamu sanggupin sih Rin, dia kan suami kamu,dia berhak atas kapmu dan begitu sebaliknya..hak dan kewajiban antara suami dan istri harus benar-benar dijalankan. " terang Fitri.


Arini menghela nafas panjang dan mehembuskannya dengan berat, menatap ketiga sahabatnya.


" Lalu aku harus gimana?" tanya Arini dengan wajah melasnya.


" Buat perjanjian " cetus Jaenap.


Ketiga gadis yang mendengar perkataan Jaenap menatapnya dengan penuh tanya, "perjanjian" apa maksudnya?


" Emang kata sinetron, perjanjian sama tanda tangan kasih materai 6000 " ucap Arini dengan mencebikkan bibirnya.


"Coba kamu kasih dia kesempatan untuk lebih dekat sama kamu? selama ini ,aku yakin kamu pasif dan kamu perlu yang aktif bahkan agresif.


" Caranya? " tanya Arini


Ayu hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendengar kepolosan sahabatnya itu.


" Kalian bisa jadikan satu momment, saling memberikan hak dan kewajiban kalian, pasti kamu tahu arti kata-kataku.. " ucap Ayu


" Gimana kalau aku tantangin dia, selama 7hari jadi suami sungguhan buat aku, dan aku pun sebaliknya.. tapi, apa dia mau? " kata Arini sedikit ragu.


" Cobalah Rin, kalau nggak di coba mana tahu berhasil atau nggak, tapi.. kamu harus siap dengan segala resikonya. Maksud aku sewaktu-waktu dia minta haknya atas diri kamu. Nggak mungkin dia tahan Rin, coba kalau kamu rubah penampilan kamu saat di rumah, pakaian tidur kamu juga kalau perlu pakai linjerie " jelas Ayu dengan senyuman jahilnya.


" Sampe segitunya aku harus lakuin, kalau dia nolak mentah-mentah gimana, malu dong...?!! " ungkap Arini membayangkan dirinya di acuhkan oleh Refal


" Harus optimis, jangan sampe gagal.. kalau ada apa-apa kita bantuin,aku mau komporin juga sahabat Refal buat ngomporin Refal gimana? " usul Jaenap.


" Kok aku ngrasa murah*n banget yaa? " ucap Arini dengan wajah sedihnya.


" Udah, jangan di pikirin.. genit sama suami dapet pahala,dari pada dia jajan di luar." ucap Fitri memprovokasi Arini.


" Oke lah, aku coba. Tapi, kalian janji bantuin aku.. karena aku nggak mau juga kalau aku gagal juga dalam pernikahan aku." uja Arini meratapi nasib pernikahannya.


Bersambung.


Maaf ya ..baru bisa up


Jangan lupa like juga sama Vote


Biar othor lebih semangat, jangan sampe baca nggak like.. tapi,, minta up date an maksa.. 😂


(guyon yaaa...) jangan di bikin serius.. 😊

__ADS_1


__ADS_2