
" Haii Rin.. Maaf kalau aku ganggu kamu, cuma aku mau ngomong sesuatu kekamu, sebentar saja.. "
" Mau apa kamu kesini, aku nggak mau ada yang salah paham dengan kamu datang kemari buat aku dalam masalah." ucap Arini dengan perasaan yang kurang nyaman.
" Rin, mama ingin ketemu sama kamu.Mama sedang di rawat di Rumah Sakit, sebelum Operasi mama pengen ketemu kamu."
" Mama bang Firman kenapa, kok sampe mau di operasi? " tanya Arini saat mendengar kabar yang barusan dia dengar dari Firman.
Yah... yang menemui Arini pagi itu adalah Firman, sebelum kembali menemani sang mama yang ada di Rumah sakit ,Firman sengaja mampir ke toko Roti Arini.
" Mama mengalami serangan jantung, dan harus segera mendapatkan penanganan yaitu operasi." ucap Firman.
" Kapan mama mau di operasi? " tanya Arini.
" Nanti sore, kalau boleh.. aku minta waktu. kamu sebentar buat jenguk mama.Karena dari kemarin mama nyariin kamu." terang Firman.
" Ba...
" Nggak ada acara jenguk menjenguk kalau kamu nggak ke sana sama suami kamu,lebih baik urungkan niat kamu karena suami kamu melarang kamu kesana sendirian."
Potong Refal, yang dari tadi mencuri dengar obrolan mereka berdua.
" Mas.. ngapain kamu kesini, kamu kan..
" Aku tahu kamu masih marah sama aku, tapi.. aku masih suami kamu yang sah. Nggak baik terlalu dekat sama pria yang bukan mahrom kamu." ucap Refal dengan kesal
"Astaga.. mas, bisa nggak sih ngomongnya di jaga.. aku sama bang Firman ketemunya juga di tempat terbuka bukan di kamar hotel, jadi jangan samakan aku sama wanita pela**r itu." sindir Arini dengan wajah yang sudah menahan amarah.
Mendengar sindiran Arini membuat Refal. langsung terdiam tanpa bisa membalas perkataan istrinya.
" Maaf tuan, atas ketidak nyamanannya..saya bukan beaksud saya memancing huru hara, tapi.. saya cuma menyampaikan keinginan mama saya untuk bertemu dengan Arini, Rin.. maaf jika kamu nggak bisa nggak masalah, hargai perasaan suami kamu.Maaf jika kedatanganku buat kamu dan suami..
" Nggak masalah bang, lebih baik abang ke Rumah Sakit sekarang, kasihan mama kan? " ucap Arini memotong perkataan Firman
Akhirnya Firman pun pergi ,dan Arini dengan cepat melangkah masuk ke dalam toko sedangkan Refal mengekor di belakangnya. Bi Siti yang melihat tuan mudanya mengikuti Arini hanya bisa diam karena Refal dengan cepat memberikan isyarat supaya minta waktu sebentar.
Arini yang belum menyadari bahwa Refal mengekor di belakangnya, langsung masuk ke ruang kerjanya. Saat membuka pintu,tiba-tiba tubuhnya di dorong dan pintu ruangan itu pun terkunci.
Klik.
" Mas, kamu..!!
__ADS_1
" Iya aku, kenapa.. kamu mau seenaknya saja ninggalin aku di parkiran? "
" Nggak, kamu kan mau kerja." kilah Arini.
Refal melangkah mendekati Arini, melihat Refal yang mendekat Arini pun mundur teratur sampai pergerakannya terhenti saat tubuhnya terhalang meja kerjanya.
Refal menarik kursi Kebesaran Arini dan dengan cepat Refal pun menarik Arini menjatuhkannya di pangkuannya.
" Mass..!!! Lepas..!! "pekik Arini berusaha lepas dari pelukan suaminya.
" Biarkan sebentar saja Rin, aku semalaman nggak bisa tidur nyenyak."
" Kenapa? banyak nyamuk?
" Hahaha.. kamu ngelawak, mana ada nyamuk di Apartemen aku,nggak ada kamu yang bikin anget Rin." kilah Refal.
" Halah.. bohong,buktinya kemarin malem nyenyak banget tidurnya sampe di tonjok baru bisa bangun." sindir Arini.
" Sumpah...
" Nggak usah sumpah demi apapun mas, kalau kamu nggak bisa buktiin apa yang kamu bilang kemarin. " potong Arini.
Mendengar penuturan sang suami Arini dengan menghela nafas kasarnya, menatap kearah suaminya dengan intent.
" Yang.. masih ada sehari buat misi 7Hari Mencintaimu kan, janga lupa itu. Kamu sama aku udah sepakat lho."Ucap Refal mengingatkan.
" Maksudnya? "
" Jangan lupa, kamu masih istri ku yang sah dan sampe kapanpun kamu istriku, aku kangen sama kamu.. dulu aku kalau kangen sama kamu rela berjam-jam nungguin kamu di restauran, pagi liat kamu dari dalam mobil walaupun sakit lihat kamu sama si kampr*t itu tapi, aku lega lihat kamu baik-baik saja, siang bisa alasan makan siang disana. dan kalau sore liat kamu lagi dari jauh.. kamu dianter sampe kontrakan dengan aman, itu buat aku lega. yah... itulah kegila*n ku sudah cinta sama kamu." ucap Refal panjang lebar mengingat kegiatannya menjadi penguntit Arini.
" Masaa.. ??" ucap Arini dengan memicingkan matanya.
" Beneran yangg... kalau kata Rizal aku ternyata udah bucin sama kamu dari dulu." ucap Refal dengan tangan yang sudah d kj pinggang ramping Arini.
" Tapi.. kalaupun bucin nggak harus pake tangan nya kemana-mana.!!" ucap Arini dengan menatap tajam sang suami
Refal yang sudah terbaca niat nya pun memasang wajah sedihnya.
" Kamu segitu nggak percayanya sama aku Rin? begitu fatalnya kesalahan aku sama kamu, padahal kan belum kebukti aku salah kalau terdakwa aja masih menyandang status praduga tak bersalah kalau kebukti baru bisa di bilang terdakwa." ucap Refal dengan wajah yang nampak muram.
" Mendingan sekarang mas, berangkat kerja.. ini udah hampir jam 10 jadilah contoh yang baik buat karyawan. " ucap Arini dengan beranjak dari pangkuan Refal.
__ADS_1
" Ngusir? "
" Nggak, aku cuma bilang kalau kamu punya banyak tanggung jawab lain. Banyak orang yang tergantung nasibnya sama kamu, apalagi mereka yang predikat nya seorang kepala keluarga ada juga yang jadi tulang punggung keluarganya, kasihan kalau sampe mereka nggak ada kerjaan gimana keluarganya, pikirkan mereka.. "ucap Arini panjang lebar.
" Iya pasti aku ke kantor kok, aku cuma ingin liat istri ku aja.. kalau kerumah besar kan nggak mungkin, jadii....
" Refal...!!!! keluar kamu..!!!
Dor.. Dor.. Dorr 💥💥💢
Suara gedoran pintu ruang Arini terdengar sangat kencang memekakkan telinga.
" Astaga Omaaa...?!! kenapa dia tahu aja aku kesini? " gumam Refal geram
" Liat.. tuh.. tuh.. gimana nggak tahu, orang online ke Hp Oma.. " celetuk Arini dengan menunjuk dua sudut yang terdapat CCTV di ruangan itu
" Kenapa nggak ngomong kamu yang, kalau tahu pasti akan aku culik kamu dari tadi.. " ucap Refal kesal dengan tingkah Omanya.
" Orang kamu nggak nanya.. " ucap Arini dengan santai.
Refal mendengar penuturan sang istri hanya bisa tepok jidat,batinnya meronta karena istrinya sungguh terlalu polos.
" Refallll...!!! Oma hitung tiga kali kamu nggak keluar jangan salahin Oma, kamu nggak akan bisa sayang-sayangan lagi sama Arini.. "Ancam Oma sudah membuat Refal sangat geram
Ceklek
Pintu ruangan Arini akhirnya di buka oleh Refal dengan malas.
" Iya.. sebentar Oma.." ucap Refal dengan keluar dari dalam ruang kerja Arini.
Cup.. Cup..
Refal dengan cepat mencuri ciu*an bibir sang istri walau singkat. Dan dengan cepat kabur sebelum sang Oma ngamuk.
" Bye..Sayang I Love you..!!! " pekik Refal sebelum membuka Pintu masuk toko.
" Refallll... dasar tengil.. awas kamu..!! " ancam Oma Sukma berkacak pinggang di ambang pintu masuk toko.
Sementara Arini yang sempat kaget dengan kelakuan sang suami, sekarang ini sangat merasa malu karena banyak orang yang melihat kelakuan suaminya yang di bilang ngeselin menurut Arini.
BersambungTerima kasih sudah membaca cerita ini, terus dukung cerita ini dengan Like, Vote, klik Love juga Gift yaa.. biar othor tambah semangat nulisnya. 🙏🙏
__ADS_1