
Hari kedua Refal di Rumah Sakit,siang ini dia di perbolehkan pulang karena kondisinya pun sudah membaik.
" Fal,kamu yakin mau pulang ke Apartemen? " tanya Mama Dewi pada putranya.
" Yakin ma, lagian kan.. Refal masih punya janji sama Arini buat membuktikan semuanya." ucap Refal
" Tapi, untuk beberapa hari,, kata Oma ..Arini nggak di rumah." jelas Mama Dewi.
" Sebenarnya dia kemana sih ma? " tanya Refal
" Katanya Oma liburan kepantai, tapi.. mama nggak tahu pantai mana yang Oma maksud." ucap Mama Dewi.
.
.
Di sebuah pantai yang indah seorang perempuan duduk di sebuah ayunan.
Pikirannya melayang, entah mengapa hatinya risau mengingat suaminya.
" Ada apa dengan aku, mas Refal,,bagaimana kabarnya? " gumam Arini mengingat laki-laki yang beberapa bulan ini mengisi harinya.
" Rin.. sudah sore, abah bilang kamu harus pulang." ucap seseorang yang berdiri tak jauh dari Arini.
" Iya mbak.. kita pulang sekarang. " ucap Arini
Arini mengikuti langkah sang kakak yang sekarang sedang hamil besar.
Arini yang tadinya ingin berlibur sendiri, memutuskan pulang ke kampungnya sekalian melihat keadaan kedua orang tuanya.
.
.
Sampai di rumah, Arini langsung masuk membersihkan diri.
" Apa adik kamu sudah mau cerita kenapa dia pulang sendiri, trus tanpa ngasih tahu kita juga."
Ucap Mak Dijah pada Jenar kakak Arini.
" Mak, bisa nggak jangan Su'udzon kali aja suaminya lagi sibuk, kan tahu sendiri mantumu kerjanya apa." ucap Abah
Walaupun memang dalam hatinya dia juga penasaran kenapa Arini pulang dengan tiba-tiba.
" Lahh... kan mak cuma khawatir, apalagi mereka itu nikah karena di jodohkan,,mak takut kayak yang di sinetron-sinetron itu lho.. " ucap Mak Dijah.
" Lahh.. ini dunia nyata mak, ngapain to mikir sinetron..wes seng penting doain aja yang terbaik buat Arini sama Refal,,kalaupun ada masalah itu urusan mereka.. kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik,, dan jika di minta saran yoo.. kita jangan sampe memihak salah satunya kita netral." Ucap abah Sofyan
__ADS_1
Sementara Arini dikamar sudah selesai mandi dan terlihat sang kakak masuk ke dalam kamarnya.
" Rin, besok kegiatan kamu apa? "tanya Jenar.
" Belum ada sih mba, cuma besok pengen bantu Mba sama abang di pasar.Mbak kan lagi hamil besar, trus Mak sama Abah juga harus tanem padi, mendingan aku ikut kalian aja ke pasar." ucap Arini
" Tapi, nanti apa kata Refal.. kamu di sini pengen istirahat malah suruh kerja berat." jawab Jenar.
" Nggak masalah kok sama Mas Refal, dia selalunya bebasin aku, apapun yang aku buat yang penting aku seneng." ucap Arini
" Hehh.. ngga bisa gitu, kamu sebagai istri juga harus tahu diri, dimana tempat kita.. kamu sama Refal baik-baik saja to? " tanya Jenar akhirnya.
" Alhamdulillah baik, cuma memang mas Refal sibuk saja nggak sempet juga kesini. " jawab Arini dengan santai.
" Syukurlah, kalau kamu nggak ada masalah.. soalnya mak khawatir sama kamu, secara kalian kan di jodohkan nggak kayak mbak sama mas mu, kita aja yang nikah karena cinta suka berantem, apalagi kalian yang di jodohkan, pasti perlu ekstra buat pendekatan." ucap Jenar
Arini menanggapi perkataan sang kakak hanya dengan senyuman.
.
.
Di Jakarta, saat ini ke empat sekawan kini sedang menuju suatu tempat untuk menemui seseorang.
Perkataan sang Oma, dan tak adanya kabar dari Arini. membuat Refal frustasi.
Sampai di sebuah rumah sederhana, mereka turun dari mobil ,dan mendekat ke rumah tersebut.
" Hemm" jawab Refal dengan singkat
" Dimana dia? " sambung Refal.
" Ada di dalam sesuai instruksi." jawab Pria itu.
Akhirnya Refal Cs masuk ke dalam rumah tersebut.
Ceklek.
Terlihat seorang perempuan duduk dengan tubuh terikat dan mulut di bungkam dengan lakban.
Refal menghembuskan nafas dengan kasar melihat wanita yang dulu pernah ada di hatinya. Sonya,, wanita yang di kurung oleh anak buah Refal cs untuk membuat Sonya mengakui bahwa ada kejadian apa pada malam itu.
Bretttt..
" Aaaaghhh.. brengs*k !!! teriak Sonya.
" Gimana, mau jujur atau gw bikin lo jujur dengan terpaksa?" ujar Refal dengan mata yang menghunus bagaikan pedang.
" Hahaha.. bagaimana sekarang ,, istri kamu itu pasti sedih.. trus kamu akan ditinggalkan ..hahahaha." ejek Sonya dengan tawa puas
__ADS_1
" An***g !!! Mat* aja lo,,siapa yang sekokol sama lo,, bilang ke gw..!! Cepet bilang..!! jangan,,sampai gw tunjukin siapa gw sebenarnya..!!! " ancam Refal dengan mencengkram dagu Sonya sampai membekas.
" Aaaaghhh ..sa_kit ,le,, pas,,Please.?!!" mohon Sonya.
" Lepas?? lo buat Arini sedih Sonya.. mau lo apa sebenarnya ,, lo yang dulu ninggalin gw, kenapa disaat gw bahagia lo muncul dan bikin ulah kayak gin..? " ucap Refal yang masih dengan suara tingginya.
"Karena kamu hanya milik aku Refal,,aku masih cinta sama kamu.!!"teriak Sonya dengan lantang
" Cinta, cinta dari mananya,, kantong gw,, kekayaan keluarga gw,, lo nyesel ninggalin gw karena lo nggak dapet apa yang lo pengen?! Jawab..!! " bentaj Refal.
Tak lama ponsel Refal berbunyi dan melihat panggilan dari Marco.
" Ada apa Co? "
....
" Bagus, gw ada di base camp"
...
" Oke,, gw tunggu."
Setelah Refal mematikan sambungan ponselnya, dia melihat kearah Sonya. Tersenyum licik, dan melangkah mendekati Sonya.
" Kamu tahu, luka tangan ku nggak seberapa. Tapi, luka hati saat lihat Arini menangis sangatlah membekas, Aku ingat saat dulu kamu bilang, Kita nggak akan pernah bisa sama-sama karena kamu sudah punya pilihan hati, pilihan di mana seorang Andrew anak pengusaha sukses.
Bukannya kamu sudah bahagia, kenapa sekarang kamu repot-repot mengusik kehidupan aku,,kamu tahu.. kalau kamu orang yang nggak tahu malu." ucap Refal sinis
" Aku..
" Fal.. " seru Marco yang baru datang dengan Geon.
" Akhirnya kalian dateng juga,,sudah dapat semua? " tanya Refal.
" Sipp.. beres boss. " ucap Geon.
" Kalian jagain dia lakban lagi gw mau lihat..
"Bos mendingan kita nonton ini disini, biar gw bisa pandang pela**r itu. " ucap Geon dengan menunjuk Sonya.
Akhirnya Refal mengikuti saran Geon dan rekaman demi rekaman mereka lihat. Apa yang terjadi sebenarnya. Refal tak bisa ambil waktu terlalu lama ingin menemui istrinya yang sudah dia rindukan.
Melihat semua rekaman yang berhasil di dapat oleh Geon,tangan Refal mengepal menatap nyalang ke arah Sonya.
" Urus dia,dan jangan sampai ganggu hidup gw lagi." ucap Refal pada Tommy.
" Oke.. kita beresin dia, lo sekarang ke rumah besar temui Arini, kasihan dia,,pasti juga khawatir sama lo. " ucap Tommy.
Setelah melihat rekaman yang membuat darah Refal mendidih, ingin rasanya dia membuat perhitungan pada Sonya tapi, bukan itu yang akan dia lakukan. Dia akan. membalas dengan caranya. Yang terpintas di pikirannya sekarang hanya Arini,keadaan Arini.
__ADS_1
Bersambung