7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Sonya


__ADS_3

"Fal..,sepertinya kamu nggak suka aku kembali?


tanya gadis itu pada Refal.


" Sonya.. maaf, bukan maksud aku nggak suka sama kedatangan kamu.Aku cuma nggak nyangka aja,kamu kembali setelah delapan tahun kamu pergi.Aku kaget aja kamu tiba-tiba dateng." ungkap Refal


" Aku kembali buat kamu Fal, maafin aku.. karena aku terlalu bod*h waktu itu, rela melepasmu dan lebih memilih dia." ucap wanita bernama Sonya.


" Ya.. aku dan kamu sudah lama berakhir nggak ada yang perlu di sesali, please jangan kayak gini kamu istri orang ada akupun sudah menikah."ucap Refal


Mendengar penuturan Refal perempuan itu terkejut.


" Ka_mu sudah nikah, sama Dinda? " tanya Sonya dengan wajah yang pias.


" Bukan, dia wanita yang di pilih Oma untuk menjadi istriku." ungkap Refal.


" Hahh.. kamu di jodohkan, pasti kamu nggak cinta kan sama dia? " tanya Sonya dengan senyuman miring.


" Itu bukan urusan kamu Sonya, dan sekarang sebenarnya apa tujuan kamu kesini menemuiku? " tanya Refal dengan memandang Sonya


" Sebenarnya, aku nggak bisa lupain kamu Fal, selama aku berumah tangga dengan Drew aku tersadar jika harta bukan segalanya, maafin aku Fal saat itu aku sudah tega ninggalin kamu, bahkan lebih tepatnya aku hancurin perasaan kamu..hiks.. hiks.. " ungkap Sonya sambil menangis sesegukan


" Sudahlah, kamu benar.. hidup harus realistis..bukan melulu soal cinta, butuh uang untuk bisa hidup enak." ucap Refal dengan mengulang apa yang pernah Sonya katakan.


Sonya adalah mantan kekasih Refal sebelum Dinda, Sonya dan Refal saling mencintai dan mereka pacaran pun dari masa putih abu-abu sampai di jenjang kuliah, saat mulai kuliah karena kampus mereka berbeda.. dan Refal sering membantu sang papa di kantor ,jam kebersamaan dengan Sonya pun jadi jarang sampai Sonya pun menjalin hubungan dengan Drew dan Refal mengetahui perselingkuhan kekasihnya itu, dan Sonya memutuskan untuk bersama Drew karena memang waktu itu Drew tanpa harus bekerja keras membantu orang tuanya dia bisa merasakan fasilitas mewah dari orang tua Drew lain dengan Refal yang masih dapat uang jatah dari sang papa, dan jika ingin lebih dari yang papanya berikan dia harus bekerja membantu di kantor sang papa. Bukan tak sayang dengan anaknya.. walaupun bergelimang harta Refal tak serta merta mendapatkan apa yang dia inginkan harus ada perjuangan untuk mendapatkannya, itu dilakukan sang papa untuk melatih Refal lebih bertanggung jawab atas dirinya dan nantinya dia akan menjadi penerus yang tak lembek.


" Fal...?! "


" Sudahlah, sebentar lagi aku ada meeting. Maaf bukan ngisir kamu,maklum aku pekerja bukan orang yang dengan senang hati menghabiskan harta orang tuanya saja." sindir Refal dengan wajah datarnya.


" Baiklah, aku akan pergi.. aku harap kita bisa ketemu lagi.. aku di Jakarta selama dua minggu aku harap kita masih bisa berteman,karena aku tak punya siapa-siapa lagi disini selain kamu." ungkap Sonya dengan wajah sedih.

__ADS_1


" Hemm.. " ucap singkat Refal.


Dengan berat hati,Sonya melangkah meninggalkan ruangan Refal.


Sementara Refal menghempaskan punggungnya di kursi kebesarannya, memejamkan matanya untuk menetralusir perasaan nya yang kacau saat ini.


" Kenapa dia harus muncul, aku sudah lama melupakannya.. tapi, kenapa perasaan aku jika mengingat di masa itu persaanku sakit." gumam Refal


Sementara Sonya dengan langkah cepat,keluar dari gedung tinggi itu,dan memasuki sebuah taxi yang sudah dia pesan.


" Kamu sudah berubah Fal, tapi.. aku tetap yakin. kamu tak mudah melupakan aku, akan ku pastikan itu." gumam Sonya dengan senyuman smirknya nya menatap tinggi yang akan dia tinggalkan.


.


.


.


Di sebuah pesawat yang terbang dari Macau,dan akan menuju Jakarta seorang wanita cantik duduk dengan memejamkan matanya.


Rasa lelah karena dia harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 14jam,dengan mengelabui John mengatakan bahwa dia akan pemotretan di Singapura, Dinda berhasil kembali ke Jakarta demi menemui Refal.


Lelah karena harus menjalani profesinya yang tak biasa. Dinda ingin mengajak Refal menikah. Karena memang selama ini Refal yang selalu mengajaknya menikah namun selalu Dinda tolak dengan berbagai alasan. Soal restu, Dinda tak jadi masalah,dia bisa mengatasinya karena memang selama dia berhubungan dengan Refal pun hanya ada tatapan sinis dari keluarga Refal.


.


.


Sore hari, jam lima Refal sudah memarkirkan kendaraannya di depan toko roti Arini. Refal. masuk ke dalam toko yang masih saja terlihat ramai.


" Selamat Sore tuan Refal." sambut Via saat melihat suami sang boss datang.

__ADS_1


" Arininya ada? " tanya Refal


" Ada tuan, mbak Arininya tadi kayaknya lagi sholat di ruangannya.. itu ruangannya tuan." ucap Via menunjuk pintu berwarna hijau toska.


" Terima kasih." ucap Refal singkat.


Refal melangkah ke ruangan Arini dan membuka pintunya, pemandangan pertama dia di suguhkan saat Arini sedang sholat dan tidak bisa dipungkiri ada rasa haru di hatinya, Refal mendengar Arini yang menyebut namanya dalam doanya, meminta hal baik untuknya dan menginginkan pernikahannya utuh. Ada rasa sakit di hati Refal saat melihat semua itu, sedangkan beberapa saat lalu dia memikirkan wanita lain dalam otaknya.


Saat Melihat Arini sudah selesai, Refal berdiru di belakang Arini.Saat Arini membalikkan tubuhnya, rasa terkejut terlihat jelas di pandangan mata Refal.


" Astaghfirullahal'azhim.. mas, kamu sudah dateng..? ".


" Assalamu'alaikum.. " ucap Refal dengan menyodorkan tangannya ke depan Arini dengan senyuman manisnya


" Wa'alaikum salam " jawab Arini memebalas senyuman Refal dan menyambut tangan suaminya menciumnya dengan takzim.


Refal mencium pucuk kepala Arini,tak seperti biasa Refal melakukannya dengan sedikit lama menciumi wajah Arini dengan gemas, dan langsung memeluknya.


Arini hanya diam, dengan apa yang di lakukan suaminya. Ada rasa senang,namun..juga ada tanda tanya dihati Arini.


" Are you okey? " tanya Arini saat masih dalam pelukan Refal.


" Aku butuh kamu Rin.. " jawab Refal.


" Hahh.. mas, jangan macem-macem.. ini masih di toko yah.. " ucap Arini sedikit mendorong tubuh Refal untuk menjauh.


" Jangan macem-macem, aku cuma satu macem Rin.. aku butuh kamu buat bersandar, aku lelah." ungkap Refal menarik tubuh Arini dan membewanya ke sofa dan tidak dapat Arini tolak saat Refal mendudukkan dia di pangkuan suaminya, sementara tangan Refal sudah melingkar di perut Arini kepalanya bersandar dengan nyaman di tubuh istrinya.


Melihat hal itu, Arini tersenyum dan tangannya pun tak diam mengelus lembut rambut suaminya,dan memijit kepala suaminya dengan lembut, hal itu membuat Refal begitu nyaman dan menikmati setiap pijitan Arini.


" Kamu ada masalah mas? "tanya Arini dengan pelan.

__ADS_1


Hanya gelengan kepala Refal yang dia dapatkan sebagai jawaban. Namun, tidak begitu saja Arini percaya.Tapi ,mungkin Refal belum mau berbagi cerita saat ini,Arini hanya ingin menjadi penenang hati untuk Refal saat ini.


Bersambung.


__ADS_2