
Saat sampai bandara mereka membubarkan diri ke rumah mereka masing-masing.
Arini dan Refal sampai di apartement mereka.
" Assalamu'alaikum." ucap Arini saat masuk dalam apartemen
" Wa'alaikum salam,,kamu hari ini nggak usah masak,, nanti malam kita kerumah besar sekalian bawa oleh -oleh buat oma." ucap Refal
" Oke,, aku kekamar dulu mas.. mau mandi,, badan aku udah lengket banget rasanya." ucap Arini dan Refal menggangguk tanda setuju.
Tak butuh waktu lama,, Arini selesai mandi dan sudah berganti baju santai,, mendekati suaminya yang sedang fokus di depan laptopnya.
" Mas,, mandi dulu sana,, airnya sudah aku siapin." ucap Arini
"Hemmm.. " jawab singkat Refal
" Mass,, keburu dingin airnya.." teriak Arini dari dapur.
" Iya.. Sayangggg..!! " sahut Refal menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar suara Arini yang sekarang sudah mulai vokal.
Refal bergegas merapihkan tas kerjanya dan berlalu ke kamarnya untuk mandi.
Setelah selesai membersihkan diri Refal keluar dari kamar dan melihat Arini sudah tertidur lelap di sofa ruang tamu.
" Pasti dia lelah.." gumam Refal mendekati sang istri
" Sayang,,bangun yuukk.. sholat magrib dulu." Ucap Refal dengan mengusap lembut rambut Arini.
" Hoamm.. mas sudah magrib yaa? " tanya Arini mengerjabkan matanya.
" Sebentar lagi sayangg.. bangun yuk? " ucap Refal membantu membangunkan tubuh Arini dari sofa.
Akhirnya mereka sholat berjamaah, setelah sholat langsung bersiap untuk ke r Uhhh mah besar.
.
.
Jam tujuh tiga puluh mereka sampai di rumah besar.
"Assalamu'alaikum.. "
Salam dari kedua pasangan itu masuk dalam rumah besar milik keluarga Alfarizh.
" Wa'alaikum salam.." jawab bi Siti yang membuka pintu utama.
" Apa kabar bi Siti? " tanya Arini dengan senyum mengembang dari bibir Arini.
" Alhamdulillah non Arini,, bibu seneng lihat non Arini kembali lagi.." ucap Bi Siti dengan mata yang berkaca-kaca.
" Oma sama yang lain mana bi? " tanya Refal memasuki rumah besar itu.
" Tuan sama nyonya besar belum turun,, non Oma masih di dalam kamarnya." jawab Bi Siti.
" Arini,Refal kalian sudah datang.." terlihat sang Oma berjalan dengan Kia keluar dari kamarnya..
" Oma,, apa kabar,, maafin Arini.. baru bisa datang.." Arini menyalami sang Oma dan memeluk tubuh orang tua itu.
" Nggak papa,, Oma mengerti dan memahami semua kekecewaan kamu pada suami kamu." jawab sang Oma dengan mengusap punggung Arini dengan lembut
" Mama,, papa." panggil Refal saat melihat kedua orang tuanya turun dari lantai atas.
__ADS_1
" Alhamdulillah,, papa sama mama senang akhirnya kamu bisa membawa menantu kesayangan kami kembali kesini." ucap Papa Angga menepuk bahu sang putra.
" Alhamdulillah,, akhirnya Refal sadar kalau wanita terbaik buat Refal hanya Arini. " ucap Refal dengan memeluk bahu sang istrinya.
" Syukur Alhamdulillah,, kamu sadar akan kesalahan kamu Fal,, sampai sekarang tugas kalian semoga cepat memberikan cicit buat Oma." tutur Oma Sukma membuat Arini dan Refal saling pandang.
" Tapi,,sebelum kasih cicit buat Oma,, sekarang kita makan malam dulu."kata Mama Dewi.
" Yuk mah,, Arini juga sudah lapar mah." jawab Arini dengan penuh semangat.
Akhirnya mereka makan bersama malam itu, dengan hati bahagia karena kekhawatiran mereka tidak terjadi.
Namun,saat makan malam berlangsung.Semua melihat porsi makan Arini yang tak seperti biasanya.
" Kamu laper banget ya yanggg,, tumben banget porsi makan kamu dua kali lipat gitu." ucap Refap saat melihat piring sang istri penuh dengan makanan.
" Emang kenapa,, nggak boleh??" tanya Arini dengan wajah sendunya.
" Bukan begitu yang...,, mas cuma nanya tumben kamu porsi makan kamu nggak kayak biasa." jelas Refal.
" Makanannya enak mas,, sampai aku kalap ini. " jawab Arini dengan mengunyak makanannya.
Benar saja makanan yang ada dalam piring Arini bersih tak ada sisa.
" Refal, Oma mau bicara sama kamu..bisa ikut Oma sebentar?" tanya Oma dengan memadang Arini sejenak.
" Baik Oma." Jawab singakat Refal.
.
.
.
" Ada apa Oma? " tanya Refal saat sudah ada di ruangannya.
" Fal,, Oma mohon untuk hari berikutnya kamu harus lebih sabar menghadapi segala sesuatunya nanti. Apalagi kalau menyangkut dengan urusan Arini." ucap Oma Sukma
" Maksudnya gimana Oma, Refal nggak ngerti maksud Oma. "Kata Refal
" Maksud Oma,, seperti tadi waktu kamu menegur Arini, lain kali kamu jangan pernah bilang dan Komplaint soal porsi makan,, karena Oma ingin mastikan sesuatu." ucap Oma Sukma.
" Memastikan sesuatu,, baiklah Oma apapun tentang Arini ..Refal akan berusaha untuk mengikuti kata-kata Oma." jawab Refal.
" Trus,, jika Arini ingin sesuatu misal makan atau menginginkan sesuatu tolong usahakan kamu turuti,, nggak boleh ada bantahan. Mengerti kamu?! " ucap Oma Sukma memperingatkan Refal.
" Kok gitu Oma? Refal nggak boleh menolak atau membantah sama sekali? " tanya Refal menatap sang Oma dengan pias.
" Iya nggak ada bantahan." ucap Oma tegas.
" Oke Omaaa.. " jawab Refal pasrah.
.
.
Semenjak Oma mengatakan jika Refal harus menuruti dan tidak ada protes tentang Apa yang Arini lakukan.
" Mas, nanti sore kamu bisa jemput aku nggak? " tanya Arini saat mereka berangkat ke tempat kerja mereka.
" Kenapa memangnya? " tanya Refal menatap sekilas istrinya.
__ADS_1
" Aku pengen makan bakso tulang." ucap Arini.
" Bakso tulang,, bukannya biasanya bakso itu daging,, bakso telor, bakso ayam,, bakso ikan,, sekarang bakso tulang,,dimana memangnya?" tanya Refal saat mendengar permintaan sang istri.
" Ada bakso tulang,, di deket taman nggak jauh dari toko roti mas." jawab Arini.
" Oke,, kita cari nanti yaa..? " ucap Refal dengan mengusap kepala istrinya dengan sayang.
" Baiklah,, aku tunggu lho mas.." ujar Arini yang terlihat sangat berharap.
" Iyaaa... sekarang kita sudah sampai." ucap Refal
" Oh iya,, sorry.. aku keluar dulu,, mas hati hati di jalan,, jangan lupa makan siang." pesan Arini pada suaminya
Iyaa.. kamu juga jangan sampe telat makan yaa..? " balas Refal dengan senyum lebar.
" Oke,, Assalamualaikum." Ucap Arini keluar dari dalam mobil Refal
" Wa'alaikum salam." jawab Refal.
.
.
Sore harinya Arini bersiap untuk pulang,, dan menunggu suaminya. Namun, tiba-tiba dadanya terasa nyeri yang teramat sangat.
" Astaghfirullahal'azhim.. ada apa sama aku" gumam nya seraya memegangi dadanya yang terasa nyeri.
Tok Tok Tok..
" Masuk.. " teriak Arini
" Mba Arini,, mas Refal sudah di depan nunggu mba Arini." ujar Via.
" Hmmm.. Vi,, tolong ambilkan saya air hangat Vi." ucap Arini meminta tolong pada Via.
" Mba baik-baik saja? " tanya Via pada Arini.
" Aku baik-baik saja,, memang kenapa? " tanya Arini.pq
" Tuan Refal sudah nunggu di luar mba." ucap Via.
" Ohh.. tolong ambilkan saya air hangat." ucap Arini sambil memegang dadanya dan berusaha mengatur nafasnya.
Via dengan cepat mengambilkan minum untuk Arini.
Setelah nafas Arini kembali netral,, dengan cepat Arini keluar dari toko rotinya.
"Maaf mas,, tadi aku ada kerjaan sedikit." ucap Arini
" Nggak papa,, kita berangkat sekarang? "tanya Refal dengan senyum terulas dari bibirnya.
" Iya sekarang,, nggak papa kan.. kalau kita ke tukang bakso nya? " tanya Arini
" Astaga.. masih inget aja tuh.. tukang bakso." batin Refal.
" Apapun untuk kamu sayangg.. " ucap Refal dengan manis.
Arini dengan senyum lebarnya terlihat sangat senang mendengar jawaban sang suami.
Bersambung.
__ADS_1