
" Rin.. tunggu !!!" Refal menarik tangan Arini pelan membuat langkah Arini berhenti.
" Ada apa? " tanya Arini dengan wajah datar.
" Mau kemana, kamu tidur di kamar ku saja.Kamu istriku bukan orang lain, kamu menantu di sini. " ucap Refal dengan lembut.
" Sudah? " tanya Arini dengan malas
" Kenapa,nggak mau ngomong sama aku? jij*k sama aku, Rin.. akan aku buktikan kalau aku nggak kayak apa yang kamu pikirin." ucap Refal
Refal masih berusaha untuk bisa meyakinkan Arini, namun...Arini masih enggan bicara dengan Refal.
" Sudah sana pulang, besok bi Siti yang akan ngurus kamu.Tolong ,jangan pernah temui aku jika kamu belum bisa buktikan kata-kata kamu." ucap Arini dengan melangkah masuk dalam kamar tamu.
Refal hanya bisa menghela nafas panjang, rasanya sangat kesal karena di posisi saat ini, dia sudah kecolongan.
Refal dengan terpaksa pergi dari rumah besar dan pulang ke apartemennya.
Tiga puluh menit dia sampai di apartemen, masuk ke dalam kamarnya.Saat melihat dinding kamarnya dia tatap sebuah foto saat di rumah Rizal.
(Visual edit ) Maaf jika kurang suka.
Terlihat dia sangat menikmati moment bersama Arini. Moment kebersamaan yang diabadikan oleh Rizal.
" Maafin aku, selama ini selalu membuat mu merasakan sakit hati. Aku ingin kamu tahu, rasa cintaku semakin dalam sama kamu Rin.. aku nggak mau kehilangan kamu. " gumam Refal dengan memandang gambar di dinding kamarnya.
Refal melangkah masuk dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah tiga puluh menit akhirnya dia keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebih segar.
__ADS_1
Refal duduk di balkon kamarnya,sebelum itu dia meraih benda pipih di atas nakas. Otaknya berputar kembali saat dimana malam itu, dia di pukul dua kali di tengkuk,dan dia langsung pingsan.
Seingat dia,Refal sempat sadar namun..lagi-lagi dia pingsan setelah mendapat suntikan,yang Refal yakini obat bius. Sampai akhirnya dia terbangun saat Tommy mengajarnya dengan keadaan telan*ang dada. Dia sama sekali tak sadar apa yang terjadi malam itu. Refal dengan cepat meminta Tommy untuk meminta rekaman CCTV dari Club sampai ke Hotel namun, semua rekaman sudah terhapus.
Malam harinya Tommy, Bagus, Rizal juga Marco datang ke apartemen Refal. Mereka akan membahas tentang masalah yang di hadapi Refal kali ini.
" Thank's kalian semua mau dateng kesini yaa.. lo juga Ko.. terimakasih sudah mau gw repotin lagi." ucap Refal pada para sahabatnya.
" Kita kan sahabat nggak usah lah.. ngomong gitu.. kayak sama siapa aja." jawab Rizal.
" Gw terus terang belum tahu apa masalah nay Fal, lo belom cerita ke gw." ucap Marco.
" Semalem gw di jebak, dan pelakunya Sonya.. tapi, posisi gw terlihat salah di mata istri juga keluarga gw,dan gw pengen buktiin kalau gw nggak pernah berbuat macem-macem semalam, gw udah minta yang lain cek CCTV tapi, semua kosong, kemungkinan langsung di hapus.Gw berpikir Sonya nggak mungkin buat begini sendiri, pasti ada yang bantu dia dengan tujuan lain. Gw pengen Lo sama Geon bantu gw nemuin bukti bahwa gw nggak salah." ungkap Refal penuh harap.
"Gw akan bantu semampu gw Fal, tapi.. nggak bisa langsung karena besok pagi gw harus ke Hongkong sama Geon, lusa gw baru balik,kalau bisa kita kerjain di sana syukur alhamdulillah.. tapi, pahitnya paling kita dua hari kelarin, soalnya kita harus bisa balikin semua data dari TKP pertama sampai terakhir lo di Hotel itu." ucap Marco dengan berat hati harus membantu Refal dengan waktu sedikit lama. Karena dia ke Hongkong dengan misi organisasi nya.
" Kalau bisa lo bantu lebih cepet, kabari gw dan Arini sempat dapet beberapa video, lo bisa periksa siapa laki-laki sama Sonya, dalam video itu dia pakai baju yang gw pake.Ingatan malam itu nggak ada sama sekali di otak gw, sempet gw buka mata tapi, bebetapa detik gw pingsan lagi karena gw sempet liat mereka suntikin sesuatu ke tubuh gw." terang Refal mengingat ingat semua kejadian malam itu.
" Nggak masalah, gw ucapin makasih sama lo juga Geon, sementara waktu Sonya dalam pengawalan kita, dia sudah ada di tempat yang aman. " ucap Refal
" Bagus kalau gitu, bisa juga lo korek keterangan dari dia,apa motif sebenarnya dia nglakuin hal menji*ik kan kayak gitu. " ucap Marco merasa geram dengan wanita yang pernah dia sukai dulu.
Refal dan sahabat lainnya meng iyakan omongan Marco.
" Trus lo di larang ke rumah besar Fal? " tanya Rizal
" Iya,sampe gw bisa. bawa bukti bahwa gw nggak salah ke hadapan keluarga gw." jawab Refal
" Nggak bisa ketemu di Rumah besar, kan biaa ketemu ditoko, nggak masalah kan ditoko? " kata Tommy.
" Wah... bener kata lo, kenapa gw dari tadi nggak kepikiran.Tapi ,Arini sangat marah sama gw.Di ajak ngobrol.aja serasa ngomong sama orang lain, pokoknya lain deh.. " keluh Refal.
__ADS_1
" Kalau gw ,jadi lo.. dia nggak mau ngobrol sama lo, ajak aja bikin dedek." celetuk Marco
" Wah.. sial*n lo,itu nggak mungkin lagi.. lo ini ngasih ide yang bener.. " protes Refal.
Mereka berlima pun ngobrol, menghibur Refal yang kali ini terlihat mulai bucin pada Arini.
Sedangkan di rumah besar Arini sedang ada di dapur dengan bi Siti .
" Non Rini..jangan banyak pikiran,kalau Tuan muda merasa nggak bersalah pasti dia akan kembali kesini dengan bukti apa yang sebenarnya terjadi, setahu bibi.. tuan muda nggak pernah bohong, dia akan selalu jujur jika sama keluarga apalagi sama Oma." ujar Bi Siti.
" Arini tahu bi, dia orang yang paling tidak suka bohong, walaupun sifat dan sikapnya cenderung cuek dan kadang nyebelin,masalahnya dia udah makan apa belom yah bi.. kadang dia kalau sudah keasyikan kerja dia suka lupa makan. Kalau nggak di sodori makanan, nanti-nanti mulu." ujar Arini mengingat suaminya yang susah makan kalau sudah sibuk kerja.
" Nanti bibi telpon non, kalau non mau.. pake hp bibi hubungi tuan muda." tawar bi Siti.
" Nggak usah bi, bibi aja.. ingetin dia makan kalau bisa jika ada makanan bisa kirim kesana.." ucap Arini dengan berbisik.
" Kalau itu nggak mungkin non, banyak CCtV tempel sama CCTV berjalan milik Oma." ujar bi Siti.
" Yah.. ya udah nggak masalah bi, ingetin aja. " ujar Arini pasrah.
.
.
Keesokan harinya, Arini di temani bi Siti pergi. ke tokonya karena memang selama Arini tinggal di rumah besar Bi Siti yang akan mendampingi Arini kemanapun
" Rin... " seru seseorang.
" Kamu...!! " ucap Arini dengan menatap tak suka pada pria yang berdiri tak jauh darinya.
Bersambung.
__ADS_1
Siapa hayooo????