
" Jadi bener kamu sudah bangun? " pertanyaan suaminya membuat Arini ngarutkn dahinya.
"Maksud mas? "tanya Arini "Kamu ngarepin aku nggak sadar-sadar? " tanya Arini lagi.
" Nggak gitu, cuma aku mimpiin kamu ninggalin aku,,makanya aku langsung lari kesini,,aku bersyukur kamu sudah sadar, sangat bersyukur malah." ucap Refal dengan mencium punggung tangan istrinya
" Kamu baik-baik saja kan,, nggak ada yang sakit kan? Jantung barunya gimana? ada keluhan nggak?
Bukannya menjawab yang di lakukan Arini hanya diam dan menatap suaminya lekat membuat Refal mendesis.
" Sayang,, aku tanya lho,, kok nggak di jawab?
tanya Refal
" Pusing aku. " jawab singkat Arini
" Pusing,, sebentar aku panggil dokter. Kamu tenang yaa?" ucap Refal panik
" Jangan," potong Arini " Aku pusing karena kamu mas. " ucapnya lagi
"Lho kok aku yang..? "tanya Refal bingung
" Iya,,pusing dengerin pertanyaan yang panjang kayak kereta nya mas,, aku bingung pertanyaan kayak soal ujian,, mana dulu aku mau jawab." ucap Arini gemas melihat suaminya yang sngat terlihat panik tadi.
" Kamu yaa,, bikin khawatir aja ,,intinya dari pertanyaan aku,, kmu gimana ,,kondisnya baik? " tanya Refal
" Baik." jawab Arini singkat " Seperti mas lihat,, aku baik kan? " sambungnya.
" Belum baik sih,, kalau menurut aku. Liat aja di tubuh kamu masih banyak alat nempel,, kan aneh kalau kamu bilang baik." ungkap Refal.
" Aku baik kok,, cuma aku kebangun karena Firman" ungkap Arini dengan wajah sendu.
" Firman,, kenapa,, kemaren dia udah dimakamin,, dan keluarga kita sudah kasih yang terbaik buat almarhum Firman makamnya ada di Sandiego Hill nanti kita kesana kalau kamu sudah sehat yaa? " ucap Refal.
" Firman sempat nemuin aku di mimpi,, dia bilang aku suruh kembali,, dia baik-baik saja,, aku lihat wajahnya terlihat bahagia,, yang aneh dia gendong anak kecil,, sempet aku dengar dia panggil aku bunda,, aneh kan? "ungkap Arini.
Deg..
"Apa itu kamu nak,, kamu sapa bunda yaa. .
Thank's bro,, kalau lo ketemu anak syurga kami dan lo pasti jaga dia disana,terima kasih lo kasih kehidupan baru buat kami." batin Refal
" Mas.. mas,,, mas..!! " seru Arini melihat suaminya larut dalam lamunan
" Eh iya sayang.. kenapa? "tanya Refal gugup.
" Aku yang mau tanya kenapa kamu,, ada masalah?" tanya Arini
__ADS_1
" Nggak ada,, kamu istirahat,, biar cepet di pindahin ke ruang rawat biasa,, kalau disini kita terbatas." ucao Refal.
Akhirnya karena memang kondisinya Arini baru sadar dan masih lemas,, Arini yang lelah pun tidur dan Refal keluar dari ICU.
Saat keluar dari ruang ICU Refal merogoh saku celananya dan menghubungi seseorang
" Dimana lo? "
" Dimarkas."
" Gw kesana."
" Arini gimana? "
" Dia sudah sadar,, dan baru tidur makanya gw bakal beresin semua ini, sebelum Arini pulang."
" Kita tunggu. "
" Hemm. "
Setelah menakhiri panggilannya, dan menempatkan orang dia percaya untuk berjaga Arini di rumah sakit.
Refal dengan cepat mengendarai mobil sport nya membelah lengangnya jalanan malam kota jakarta, karena memang Refal Keluar dari Rumah sakit jam satu malam, melewati jalanan sepi tepatnya di dekat pelabuhan
dan terlihat gedung yang seperti tak terpakai.
" Malam bos.. " sapa seseorang yang berjaga di depan gerbang.
" Hemm" jawab Refal dengan wajah datarnya
Refal masuk dalam bangunan, terlihat aktivitas didalam bukan sepi tapi ramai.
" Bos.. "
" Marco mana? "
" Ada di lantai atas bersama yang lain." jawab seseorang yang memakai singlet dan celana jins robek-robek dengan handuk kecil di lehernya.
" Lancar semuanya?" tanya Refal
" Alhamdulillah boss,, lancar." jawabnya dengan sopan.
" Jangan pernah kecewakan klien kita." ucap Refal
"Baik boss." ucap orang tersebut.
Yahhh.. gudang itu bukan sembarangan gudang, di situ banyaj transaksi yang menopang pekonomian para penduduk sekitar pelabuhan, pengiriman eksport hasil laut dari Ikan dan teman temannya namun legalitasnya pun ada.
__ADS_1
Refal melangkah ke lantai atas dan disambut oleh kelima sahabatnya.
" Heii.. bro..!! "
" Sudah sampai lo."
" Mau langsung ke orangnya? " tanya Marco menyela.
" Hemmm" jawab Refal dengan wajah dinginnya.
" Tqpi,, lo yakin mau urusan sama dia,, gw rasa lo akan menjadi orang beg* kalau mau membalas semuanya,, karena gw yakin lo nggak akan bisa." ucap Tommy dengan menatap Refal seperti meremahkan
" Maksud lo? " tanya Refal dengan kebingungannya.
" Kita liat aja dulu,, lo yakin bakal bales semuanya atas nama istri dan anak lo atau sebagai pengecut, yang berlindung atas nama balas budi." ucap Geon
Tanpa harus berpikir keras Refal tak peduli dengan omongan sahabatnya,, yang di pikirannya saat ini ingin membuat perhitungan dengan orang yang membuat istrinya celakan dan membuat anaknya tiada.
Sebuah ruang bawah tanah, dengan pencahayaan yang temaram, terlihat tubuh ramping yang terikat dan wajah yang tertunduk.
" Bangunin dia " ucap Refal memberikan intruksi.
Salah satu anak buahnya pun mengangguk paham. dan mengambil sebuah ember kecil berisi air dan dengan tanpa perasaan mengguyur tubuh itu
Byurrrrrr..
" Aaaaa.. Breng*ek..!!! teriak nya saat dia merasakan bagian tubuhnya yang basah.
" Mila..??!!! apa-apa an ini kalian...
" Gw udah bilang dan duga lo pasti bereaksi seperti ini, niat lo kesini buat tahu siapa yang dengan teganya menabrak bini lo yang lagi hamil gede,,jawaban nya ada di depan lo.. " ucap Tommy dengan sinis
" Refal... itu fitnah,, lepasin gw,, dan nggak ada urusan nya gw sama kecelakaan Arini,, ini fitnah..!!!" teriak Mila dengan mencoba melepaskan diri.
" Sebelum lo komentar,nuduh kita sala 20GB tangkep mendingan lo liat video ini,,gw udah sering bilang dari dulu jangan manjain dia..,, tapi,, lo budeg.. karena bagi lo. hidup dia sangat berarti karena abangnya pernah nolong lo,, itu nggak ada urusannya sama dia,,lo nggak sadar selama ini lo di manfaatin sama keluarganya. " ucap Rizal dengan menyerakan sebuah tab pada Refal.
Dengan cepat Refal memutar video yang merekam ke jadian yang ada di lokasi,, dan semua itu di dapatkan oleh Geon dengan susah payah. Karena memang harus mencari keberadaan CCTV sekitar tempat kejadian.
Terlihat saat Refal mengantarkan Arini ke toko kue nya dan tak lama mobil Refal parkir datang sebuah mobil namun,, menepi tak jauh dari toko Arini, Refal pergi pun mobil tersebut masih ada disana,, terlihat seseorang yang ada dalam mobil pun membuka kaca mobil nampak seorang Mila disana. Saat Firman datang pun mobil tersebut masih ada. ,sampai Arini dan Ayu keluar dari toko menyebrang untuk membeli rujak,, saat Arini dan Ayu kembali, terlihat Ayu berjalan sejajar dengan Arini.Namun tiba-tiba Arini berhenti dan tetlihat memegangi dadanya,, namun beberapa detik menegakkan tubuhnya dan kembali berjalan,, saat Ayu berbalik dan Firman keluar dari toko, mobil terparkir itu tiba-tiba mengarah pada Arini tetlihat Firman berteriak namun, dengan tubuh yang merasakan sakit dan keadaan mengandung tetu tak maksimal saat Arini menghindar. Terlihat perut Arini sempat terserempet dan akhirnya tubuh itu terjatuh dan terlihat Ayu dan Firman menghampiri nya mobil itu kabur dan terlihat darah nyang mengalir dari di bagian tubuh Arini.
Refal yang melihat tubuh istrinya yang terlempar dengan membawa sang putri dalam kandungannya,, Refal mengeraskan rahangnya, matanya sudah memerah rasa hatinya campur aduk ,sedih, marah, kecewa, syok dan dendam yang terpintas dalam otaknya.
Bagaimana nasib Mila selanjutnya???
Ikuti di bab berikutnya..
Bersambung
__ADS_1