
Dalam kamar Refal kini mereka berada dengan masih ada kecanggungan antara mereka apalagi semenjak Arini tahu soal niat Refal ke Paris, kini Arini tak pernah membahasnya dan hanya diam.
" Rin, kita bisa bicara? " tanya Refal mencegah Arini yang akan naik ke ranjang king Size itu.
" Apa yang mau di bahas, kalau mau bahas tentang tujuan kamu ke Paris itu nggak perlu, aku sadar dimana posisi ku di hati kamu. Aku ingat saat kamu bilang, jangan pernah berharap lebih dari hubungan kita ini. Jadi, mari kita ikuti aturan main yang seharusnya kita jalani." ucap Arini membuat Refal terpaku dengan perkataan yang baru Arini katakan.
" Benar kata Arini, aku yang sudah bilang dari awal untuk Arini tidak meminta lebih pada hubungan kita dari awal." batin Refal.
Refal pun tersadar dari lamunannya dan melangkah ke arah sofa dan merebahkan tubuhnya disana, mencoba memejamkan matanya untuk tidur sesaat.
Aruni yang sebenarnya belum terlelap pun mengikuti pergerakan sang suami, ternyata suaminya memilih tidur di sofa, entah kenapa ada rasa kecewa di hati Arini kala Refal tak tidir di sampingnya. Karena selama di Paris walaupun tak melakukan apapun, Arini sudah terbiasa tidur disamping Refal.
.
.
Pagi harinya, selesai sholat subuh, Arini menuju ke dapur disana sudah ada bi Siti yang sedang sibuk di dapur.
" Assalamu'alaikum bi.. " seru Arini
" Eeehh... Wa'alaikum salam, non Arini.. ada yang bibi bisa bantu? " tanya Bi Siti.
" Hemm..kita mau masak apa nih bi..? " tanya Arini.
Namun, sebelum bi Siti menjawab pertanyaan Arini,terlihat Refal masuk dalam dapur dan mengambil air minum.
" Bii.. tolong nanti seperti biasa bawain makanan saya di ruang Gym yaa..!! " ucap Refal begitu saja tanpa menoleh kearah Arini.
Bi Siti yang bingung dengan tingkah kedua majikannya hanya tersenyum kaku di depan Arini.
" Jangan terlalu dipikirkan bi.. dan tolong jangan sampai ada yang tahu, kejadian ini.. pasti bibi bisa nilai hubungan seperti apa yang kita jalani kan..? " ucap Arini dengan suara lirih.
" Sabar ya non.. bibi yakin, lama-lama tuan muda akan menerima kenyataan bahwa dia sudah punya istri sebaik non. " ucap Bi Siti.
__ADS_1
" Aminn.. doain ya bi,karena kemungkinan itu mustahil tapi, jika Allah mengijinkan semua itu mungkin." ucap Arini.
Setelah itu, tak ada lagi pembicaraan soal hubungan Arini dan Refal, Bi Siti hanya bisa berharap dalam doanya semoga tuan mudanya bisa cepat sadar jika dia sudah sangat beruntung memiliki istri yang baik seperti Arini.
Saat waktu sarapan tiba, semua sudah berkumpul dan tinggal Refal yang masih di ruang Gym.
" Refal mana Rin?" tanya Oma Sukma saat melihat cucunya belum ada di. kursinya.
" Masih di ruang Gym Oma." jawab Arini
" Kebiasaan, kamu di sana pasti makan mulu yaa.. sampe dia gym segala?" tanya Oma dengan senyum lebar
" I_iya Oma, mungkin mas Refal sudah ngrasa tubuhnya kurang enak aja makanya dia gym." ucap Arini memberi alasan.
" Sudahlah..,gimana Rin masalah toko roti kamu yakin akan mulai besok? " tanya Oma
" Yakin Oma, Arini sudah punya rekomendasi tempat yang bisa di jadikan tempat usaha." ucap Arini
" Oh iya... kamu dapet info dari mana?" tanya mama Dewi
" Kamu kasih tau alamat nya.. nanti Refal akan mengurusnya. " ucap Oma dengan melirik Refal yang baru datang bergabung.
" Ada apa, kok Refal dibawa-bawa?" tanya Refal dengan mengerutkan dahinya mendengar penuturan sang Oma dan melibatkan Arini.
" Ini, Arini juga Oma dan juga mama kamu mau mulai bisnis baru, bisnis bidang kuliner trus kita mau buka toko roti gitu, dan Arini sudah ada rekomendasi tempatnya dimana, tapi.. masalahnya dia kasih harga tinggi." terang Oma.
" Gimana kalau Arini aja yang sewa tempatnya Oma, kalau buat beli tempat itu kan terlalu mahal." ucap Arini dengan usul yang membuat Oma dan yang lain memandang kearah Refal.
" Biar aku yang urus, kamu tinggal kasih tahu di mana tempatnya." ucap Refal akhirnya.
" Maksudnya apa coba... sewa, mau malu-maluin aku gitu, di depan Oma sama mama bisa-bisanya dia ngomong gitu.. emang dasar nih.. perempuan nggak pernah bisnis sok-sokan mau bisnis." batin Refal
" Emang ada omongan ku yang salah, kenapa mereka seperti nggak setuju aku sewa... kan tabungan ku belum cukup buat beli tempat itu." batin Arini dengan melihat tatapan tajam mata Refal padanya.
__ADS_1
"Baiklah Oma serahkan masalah ruko sama kamu Fal.. tolong istri kamu,ini adalah pertama kalinya dia mau buka usaha, dan Oma harap kamu juga bisa bantu walau istri kamu nggak meminta bantuan kamu, berikan dia sedikit ilmu bisnis yang kamu punya, saatnya dia harus bisa lebih maju lagi." terang Oma pada Refal.
" Baik Oma, Refal akan bantu semamp Refal.. emm..dan nanti setelah sarapan, Refal sama Arini akan kembali ke apartemen." ucap Refal.
Mendadak semuanya pandangan tertuju pada Refal dan Arini.
" Kenapa memangnya tinggal disini,apa kamu nggak nyaman Rin? " tanya Mama Dewi menatap menantunya.
" Bukan begitu mah, Arini senang disini tapi.. kalau kita terus tinggal dengan keluarga kapan kita belajar mandiri, Arini ingin mengurus keperluan suami Arini dan juga keparluan rumah tangga sendiri." ungkap Arini dengan memberikan alasan yang masuk akal.
" Lagian juga Arini sudah jadi tanggung jawab Refal Oma,mama ,kalau kita ada waktu untuk kesini pasti kita kesini kok.Kan juga nanti Mama, Oma bisa ketemu Arini di toko juga." ujar Refal.
" Hahh.. kalau masalah toko mama sama Oma sudah sepakat buat di pegang Arini sepenuhnya mama sama Oma tinggal mengawasi dan juga tinggal terima beres aja." ujar mama Dewi.
" Sudahlah biarkan mereka mandiri, dan kamu Refal.. segera cari rumah, jangan kelamaan tinggal di apartemen kalian nggak selamanya berdua akan ada anak-anak kalian juga." ujar papa Angga
Mendengar penuturan sang papa Refal dam Arini saling pandang dan Arini dengan cepat memutus tatapan itu.
" Iya pah." jawab Refal singkat.
Sesuai dengan rencana, Arini dan Refal kembali ke Apartemen milik Refal yang selama ini di tempati Refal dan memang lebih gampang buat mobilisasi ke mana-mana.
Sampai di apartemen mewah itu, Arini dan Refal dengan mendorong koper besar milik Arini akhirnya mereka masuk dalam apartemen.
" Mas, tunggu..!! " seru Arini menghentikan langkah Refal.
" Kenapa? "
" Aku, tidur dimana? " tanya Arini sedikit ragu.
" Di kamar ku, aku pernah bilang kan.. sekamar, sekasur bahkan satu selimut kita tetap orang asing. Aku nggak mau kamu pikir kayak di sinetron-sinetron,suami istri dengan nikah paksa trus kamarpun harus pisah.Aku nggak mau ribet kayak tontonan kalian, Orang tua dateng baru ribet mindahin barang kamu." ucap Refal dengan memasukkan koper Arini dalam kamarnya.
Walaupun tidak ada rasa cinta pada Arini, Refal bukan tipe orang yang suka tindas wanita. Dia tetap membantu Arini jika Arini merasa kesusahan atau keberatan.
__ADS_1
Arini hanya bisa berdoa semoga dia tak pernah memiliki perasaan apapun pada suaminya, karena dia tahu cinta suaminya milik orang lain.
Betsambung