
Malam kian larut, namun tak ingin menunda kedinginan Refal bertemu Arini .Refal sampai di rumah besar jam satu malam.
" Malam tuan muda,, tumben tengah malem gini baru dateng? " tanya bi Siti pada tuan mudanya yang baru masuk dalam rumah.
" Refal,, kamu baru dateng?" papa Angga keluar dari kamarnya membawa gelas kosong.
" Papa, kok bangun,, Refal ganggu yah? " tanya Refal dengan menatap sang papa
" Nggak, papa mau ambil minum,,di kamar habis. Kamu kenapa baru dateng jam segini?" tanya sang papa
" Iya, aku mau ketemu Arini pah.. Refal nggak mau tunda kasih tau apa yang terjadi malam itu, Refal punya buktinya." ucap Refal dengan senyuman bahagia.
" Arini,, huft... dia belum kembali Fal,,Arini nggak ada di rumah ini." jawab Papa Angga.
" Trus,,sekarang Arini di mana pah,, pasti papa tahu kan? tolong kasih tahu Refal dimana Arini biar Refal malam ini juga nyusul dia pah" desak Refal pada sang papa.
" Sabar Fal,,mendingan kamu istirahat.. besok pagi baru temui Arini. Udah tengah malam,,emang kamu mau ke Jogja naik apa ." ucap Mama Dewi yang tiba-tiba muncul dari dalam kamarnya.
" Lho mama,,kok malah bangun? " tanya papa Angga melihat istrinya malah bergabung duduk bersamanya juga Refal.
" Jogja mah, dia pulang kampung,, kata Oma liburan? " kata Refal heran.
" Awalnya begitu,, mau liburan sendiri.. tapi,, katanya mau langsung pulang kampung saja.,, pengen refres otak katanya,sekalian nengokin Orang tuanya,, sudah.. kamu besok pagi aja nyusul kesana,, lagian semenjak nikah kamu belum nengokin keluarga istri kamu kan? "ujar Mama Dewi.
" Okelah,, Fal.. tidur besok Refal pergi penerbangan pertama ke Jogja." ucap Refal.
.
.
Jam 6pagi Refal dengan rasa exited untuk bertemu dengan istrinya.Dengan penerbangan pertama Refal menuju Jogja.
Penerbangan kurang lebih 1Jam 20 menit Refal sampai Bandara internasional Adisutjipto. Di jemput oleh orang suruhan sang papa untuk mengurus keperluan Refal selama di Jogja.Dari bandara orang yang s kj percaya mengantar kendaraan untuk Refal ke rumah mertua nya. Refal memutuskan untuk tidak memakai supir karena belum tahu sampai kapan dia akan di rumah mertuanya.
Dari bandara ke kediaman mertuanya membutuhkan satu jam perjalanan masuk kampung .
Mobil Refal masuk ke jalan kampung, mobil mewah milik Refal membuat orang yang melihat mobil itu melintas dibuat penasaran dan jadi pusat perhatian .
Mobil itu bergerak masuk semakin dalam dan juga melintas di jalan yang kanan kirinya sawah yang sedang sibuk di tanami.
Mobil itu masuk ke halaman rumah sederhana milik abah Rahmat.
__ADS_1
" Siapa tuh, orang kaya nyasar kali yaa.. "
" Juragan mana tuh,mobilnya bagus.. kalah si pak Kades. "
" Orang kaya banget pasti, mobilnya mengkilap banget."
Banyak bisik-bisik yang terdengar saat mobil itu terparkir di halaman rumah sederhana itu.
Refal keluar dari dalam mobil dan menuju teras rumah mertiuanya.
" Sepi,pada kemana? " gumam Refal
Refal sampai di rumah mertuanya sekitar jam 9pagi.
Tok tok tok
" Assalamu'alaikum.. "
Tok tok tok
" Assalamu'alaikum.. abah, emak... "
panggil Refal dengan mengetuk pintu rumah mertuanya.
" Maaf bu, ini rumah pak Rahmat kenapa sepi yaa? " tanya Refal dengan sopan.
" Jam segini sepi mas, pak Rahmat sama istrinya di sawah lagi tanem padi kalau Jenas sama suaminya lagi di pasar kan jualan dari setelah subuh tadi.Masnya mau ketemu siapa? " tanya ibu itu.
" Saya mau ketemu Arini bu, apa ibu lihat." kata Refal.
" Owhhh... Rini, tadi saya lihat di pasar bantuin Jenar sama suaminya dagang. Mas nya suami Arini yaa..? kenapa nggak di telpon aja? " ucap ibu itu lagi.
" Astagfirullah.. nyesel juga aku nggak punya nomer keluarga Arini, kalau mau ada kayak gini dari awal aku minta nomer nya." batin Refal
" Hp saya batrenya habis bu,apa ibu mau tunjukin arah pasarnya? ucap Refal akhirnya.
" Bisa.." ucap ibu itu.
" Lho.. Refal, kamu dateng kesini? baru saja Refal ingin melangkah Mak Dijah muncul.
" Mak.... Assalamualaikum, iya maaf Refal baru dateng." ucap Refal.
" Nggak papa, ya..udah ayo masuk.. Arini ikut Jenar bantu di toko, katanya di rumah sepi." ucap Mak Dijah.
__ADS_1
" Yu Marni terima kasih, biar mantu saya suruh istirahat aja di rumah, makasih yu.. " ucap Mak Dijah pada ibu-ibu tadi yang bernama Marni
" Iya sudah, untung kamu pulang Jah.. kasihan mantumu di depan rumah ketok-ketok,ya..sudah nak Refal saya pulang yaa.. sudah ada mertua mu. . " ucap Marni
" Terima kasih buu.. " ucap Refal sopan.
.
.
Mak Dijah membuka pintu rumahnya dan mengajak Refal masuk, Refal mengedarkan pandangannya sekeliling rumah mertuanya.
" Kamu emang nggak telpon Arini to, sampe dia malah ikut Jenar ke pasar?" tanya Mak Dijah.
" Nggak mak, hp Refal mati trus kemarin Refal telpon Arini hp nya nggak aktif." ungkap Refal.
" Ohh.. emmm.. emang dari dia dateng mak juga nggak lihat dia pegang Hp, apa kalian ada masalah sampe Arini pulang kesini? " tanya Mak Dijah akhirnya menanyakan apa yang ada di benaknya selama beberapa hari sang putri.
" Arini pernah bilang ada masalah sama emak? "tanya Refal
" Arini nggak cerita apapun, cuma dia bilang dia kangen sama keluarga disini,tapi..mak lihat dia banyak diam dan suka kepantai. Biasanya Arini kalau ada masalah yang buat dia terasa berat dia akan duduk di pantai dari siang sampai sore, tapi.. kami nggak berani. tanya juga sama Arini, kan Arinu sekarang sudah punya suami.. tapi, maaf yah.. mak malah tanya sama kamu Fal." ucap Mak Dijah tak enak hati.
" Sebenarnya, ini salah Refal mak..karena Refal buat Arini sedih. Maka nya Refal kesini buat menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi." ucap Refal.dengan wajah bersalah.
" Terpulanglah sama kalian, sebaiknya selesaikan dengan kepala dingin, mak dan abah nggak memihak mana pun, jika kalian butuh teman diskusi kami siap untuk mendengarkannya.Sudahlah kamu makan dulu, mak cuma masak seadanya tadi, trus kamu istirahat dulu.. tuh, kamar Arini jam sebelas nanti juga dia pulang dari pasar. Mak mau balik kesawah dulu nanti makan siang juga sudah balik, mak sudah kasih kabar Jenar, kemungkinan juga sebentar lagi pulang mereka." ungkap Mak Dijah dan pamit pada menantunya kembali kesawah.
Refal yang memang semalaman tak bisa tidur akhirnya tertidur di bangku ruang tamu.
" Mobil siapa ini." ucap Arini dengan turun dari mobil Sofyan sang kakak ipar.
" Ada tamu orang kaya kali di dalem." jawab Jenar asal.
" Tamu, kan abah sama emak di sawah." ucap Arini mengernyitkan dahinya.
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah yang memang tak di kunci.
" Huftt... pangeran kodok dateng." ucap Sofyan pada sang adik ipar.
" Pangeran kodok apaan sih? " tanya Arini yang masih diambang pintu.
" Tuh, lihat.. " tunjuk Jenar pada Refal yang tertidur di sofa ruang tamu.
Arini dengan pelan mendekati sofa dan dilihatnya suaminya sedang tertidur pulas di sofa itu, wajahnya terlihat sangat lelah,Arini terpaku pada perban di tangan Refal yang masih terbalut disana.
__ADS_1
Bersambung.