7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Sisi lain Arini


__ADS_3

Arini dengan senyuman mengejek melirik Refal yang hanya bisa memijit pangkal hidungnya, dan merasa pusing dengan dia hadapi saat ini.


" Kamu tahu.. Refal nggak mungkin dengan mudah mencintai seseorang, apalai wanita macam kamu" ucap Dinda dengan senyuman sinis.


" Macam aku, maksud kamu? " tanya Arini dengan mengernyitkan dahinya


" Iyaa.. macam kamu, lihat tampang kamu biasa aja.. wajah polos, tubuh biasa, pakaian kamu.. lihat,kamu terlihat kucel.. kamu mau jadi istri seorang Refal itu nggak akan pantas, Refal CEO Kesuma Group pengusaha sukses di usia muda dia bisa menyelesaikan pendidikannua dengan singkat, sedang kamu.. aku yakin kamu cuma wanita biasa yang hanya bisa didapur menyiapkan kebutuhan Refal, kamu itu.. istri apa pembantu.. hahaha.." ucap Dinda dengan kata-kata yang membuat Arini terdiam sesaat.


" Dinda..!!" seru Refal tak suka dengan apa yang Dinda katakan.


" Kamu benar, aku hanya wanita biasa.. punya wajahpun pas- pasan ,otak ku pun hanya sekedar dapur sama kasur ,tapi.. wajar kan.. istri itu melayani suami dari perut, bawah perut .Bener nggak? jangan cuma pintar bersolek, pintar bicara ,best penampilan diluar dengan terbiasa memamerkan lekuk tubuh tanpa rasa malu malah dengan bangga menampilkan nya pada laki-laki yang bukan mahromnya, apa itu yang di inginkan seorang suami? kalau menurut aku, itu laki-laki bod*h yang dengan rela tubuh istrinya jadi santapan mata para lelaki mata keranjang." ucap Arini dengan mengulas senyuman mengejek.


" Rin..


" Kenapa, kamu nggak rela kalau aku bilang gitu sama pacar kamu, sekarang terserah kamu... aku ikhlas kok buat lepasin kamu sama wanita ini dan besok bisa kamu lakukan apapun yang kamu inginkan, aku lelah berjuang nsendiri mas.. maaf sudah mengganggu waktu kamu, aku kesini hanya mau ngasih makan siang buat kamu.. permisi Assalamualaikum." pamit Arini.


" Rin.. Arini tunggu Rin.. kita bicara baik-baik ,kita pulang yaa..? "bujuk Refal dengan menggenggam erat tangan sang istri.


" Kamu yakin...mau ninggalin dia? tanya Arini dengan menunjuk kearah Dinda yang memandang Arini dengan sinis.


Refal dengan cepat mengiyakan omongan Arini dan langsung merangkul Arini membimbingnya keluar dari ruangannya.


" Refal... tunggu Fal.. aku nggak rela kamu giniin..!!" bentak Dinda dan menahan Refal


Dengan kasar Refal menghempas tangan Dinda dan langsung meninggalkannya.


" Kalina tolong cancel meeting hari ini, kamu urus dia.. " ucap Refal pada sang sekertaris sebelum pergi.


" Baik boss..!! " Jawab Kalina memandang bossnya yang menggenggam erat tangan Arini


Kalina merasa senang, karena Arini masih mau berjuang untuk rumah tangganya.


Kini Refal dan Arini ada di dalam mobil Refal, dan mengarah pelan di kemacetan jalan siang itu, karena memang tepat waktu istirahat makan siang juga.


" Kamu nggak nyesel ninggalin pacar kamu malah ngajak aku pulang?" tiba-tiba pertanyaan itu di ucapkan Arini saat masih sekat dengan kantor Kesuma Group


" Nggak.. " jawab Refal singkat.


" Kan kamu cinta banget sama dia. "


" Kata siapa?"

__ADS_1


" Kata aku barusan, emang kata siapa lagi?" jawab Arini dengan ketus.


Mendengar jawaban ketus Arini kini Refal melengkungkan bibirnya tersenyum tipis.


" Malah senyum sih.. aneh..!! " seru Arini melihat Refal dengan senyuman tipisnya


" Yahhh... salah nya apa kalau aku senyum, takut yaa? " goda Refal


" Takut, takut apa.. nggak tuh."


" Masaaa.. "goda Refal dengan melirik Arini


" Iya lah.. kenapa sih nggak percaya. "


" Percaya.. susah memang yah, buat istriku itu jatuh cinta.. " ungkap Refal.


" Hahhh... aku, jatuh cinta sama kamu.. hahahaha aduhhh.. belom ketahap itu kali yaahh.. " ucap Arini dengan tawa renyahnya.


Refal yang mendengar penuturan Arini terasa sesak di dada nya ,entah mengapa rasanya begitu kecewa saat Arini bilang jika dia belum mencintai Refal.


" Maaf mas, aku takut untuk berharap terlalu jauh pada hubungan ini.. aku tak ingin sakit lagi, sudah cukup dulu aku merasakan kekecewaan yang sangat dalam. Saat aku rasa sayang dan cinta ku sudah terlalu dalam pada seseorang..sakit mas, saat cinta ini di balas dengan cara keji dengan sebuah pengkhianatan." batin Arini.


Arini seperti membangun tembok tinggi diantara mereka, Arini tak ingin merasakan apa yang pernah dia rasakan dulu, rasa kecewa pada hubungan yang lalu masih membekas begitu dalam.


" Kita makan siang dulu yah, kamu mau makan dimana? " tanya Refal mengalihkan pembicaraan mereka.


" Aku terserah mas saja." ujar Arini


" Oke.. " jawab Refal dengan singkat.


Refal mengarahkan mobilnya pada satu restauran korea.


" Kita makan disini? " tanya Arini dengan menilik bangunan yang ada di depannya.


Refal memarkirkan kendaraannya mendengar perkataan Arini dengan menghela nafas panjang, Refal menghadap ke arah Arini.


" Kata kamu terserah aku,jadi aku kesini aja.. apa mau pindah? "tanya Refal


" Nggak usah, ya..udah kita turun. Aku cuma mastiin aja kok." terang Arini.


Akhirnya mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam restauran.

__ADS_1


Duduk di tempat yang tertutup, karena memang Refal memilih private room.


Saat duduk Refal dan Arini langsung memesan menu apa yang akan mereka santap.


" Kamu suka kesini? " tanya Arini karena sepertinya interaksi Refal terlihat biasa.


" Nggak sesering kalau ke restaurant kamu dulu, sebelum terbiasa makan di restaurant yang dulu kamu kerja, aku sama yang lain sering kesini." jelas Refal


Arini mendengar kan perkataan Refal hanya ber O ria.


Tak lama pesanan makanan mereka pun datang, mereka menyantap makan siang mereka dengan tanpa banyak kata-kata yang terucap dari keduanya.


Selama kurang lebih satu jam, mereka menyelesaikan makanan mereka. Akhirnya Refal mengajak Arini langsung pulang.


Namun, saat mereka akan keluar dari restaurant ada seseorang yang memanggil


Refal.


" Refal..!! " panggil seseorang


Mendengar suara yang memanggil nama Refal akhirnya Arini berhenti melangkah dan menoleh pada sumber suara. Melihat Arini yang menoleh, otomatis Refal ikut berhenti .


" Sonya..?!" gumam Refal


" Haii.. Fal,wahh..ternyata kamu masih suka makan disini, kirain setelah putus sama aku nggak pernah kesini." ucap Sonya dengan melirik Arini yang ada di samping Refal.


" Ini, tempat umum kali.. nggak ada salahnya kan makan disini." ucap Refao dengan sinis.


" Oke.. pasti kamu juga duduk di private room itu kan, tempat yang biasa kita tempati dulu?" ucap Sonya dengan senyuman smirknya.


" Astaga.. kenapa harus ketemu dia di sini sih,ada Arini lagi.. mati lah gw" batin Refal menyesal mengapa harus makan di tempat itu.


"Sudah cukup buat reoniannya, maaf kami harus pergi." ucap Arini dengan senyuman kecutnya


" Owhh.. kamu siapanya Refal, saya Sonya.. mantan terindah Refal." ucap Sonya dengan bangganya.


" Ooo... mantan, hanya mantan kan.. kalau menurut saya.. kalau mantan itu di buang pada tempatnya." ucap Arini dengan senyuman mengejek.


" Kamu..!! " seru Sonya mengangkat tangannya yang akan menampar Arini.


Namun, dengan cepat Arini tahan dan langsung memiting tangan Sonya dengan cepat, sampai wanita itu teriak kesakitan. Dengan kasar Arini hempaskan tangan Sonya begitu saja.

__ADS_1


Refal melihat tindakan istrinya hanya tersenyum simpul, ternyata ada sisi lain di balik sikap lembut dan wajah polos istrinya, ternyata Arini yang di hadapanya seorang Arini yang bar-bar.


Bersambung.


__ADS_2