
Tiga puluh menit Refal sampai di Rumah Sakit besar di Paris dan dengan cepat mencari informasi tentang kecelakaan yang baru saja terjadi.
Sampai akhirnya Refal mendapat informasi ternyata Arini ada di ruang tindakan.
Refal mencari tempat dimana Arini berada dengan perasaan khawatir, takut dan pastinya perasaan bersalah.
Saat perasaan Refal kalut dan pikiran nya pun kacau, dari jauh terlihat Arini terlihat duduk di depan ruang tindakan.
" Arini..!! " seru Refal dengan suara menggelegar karena memang waktu sudah mulai malam.
Perasaan kacau tergambar di wajah Refal dan Arini matanya pun sudah berkaca-kaca.
" Mas Refal.. " gumam Arini dengan lirih.
Tanpa aba-aba Refal langsung memeluk tubuh Arini, mencium pucuk kepala istrinya bertubi-tubi.
Perasaan frustasi yang begitu besar pun, perlahan menghilang.Refal bisa sedikit bernafas lega.
" Apa yang luka, kita medical cek up sekalian yaa.. taku..
" Mas.. mas... aku nggak papa kok,kenapa kamu kesini?"
" Tadi, ada pihak Rumah Sakit telpon dan katanya mobil kamu mengalami kecelakaan.Makanya aku cepat-cepat kemari, maafin aku yah.. nggak bisa jagain..
" Mas.. sudahlah jangan dipikirin aku nggak papa kok, tadi memang sempat mobil Lusi nabrak pembatas jalan karena hindarin mobil yang ugal-ugalan mungkin orang nya mabuk, trus.. untung saja kita pake Seatbelt dan juga Airbag pun berfungsi, karena kita syok karena kaget kita pingsang dan di bawa kesini." jelas Arini.
" Lusi,sekarang dimana? " tanya Refal
" Masih di dalam, tadi belum siuman." jawab Arini.
" Kamu yakin nggak perlu dirawat, kalau gutu kamu harus madical cek up, baru kita pulang." ucap Refal.
" Nggak us..
" Harus, biar aku tenang." ujar Refal dengan menggenggam tangan Arini.
Arini dengan perlahan melepas genggaman tangan Refal, dan memandang intens pria itu.
__ADS_1
" Aku mohon, sepulang dari sini.. kita jalani hidup masing-masing yang sebenarnya." ucap Arini dengan mencoba untuk menahan air matanya.
Rasa yang sekarang adalah rindu dengan kedua orangtuanya dan juga sang kakak, ingin rasanya pelukan mereka itu yang paling Arini rindukan.
" Iya.. aku tahu,aku..
" Kenapa mesti bohong, kenapa kamu nggak jujur kalau tujuan kamu ke Paris buat nemuin pacar kamu. kalaupun kamu jujur aku pun nggak akan melarang, aku sadar aku cuma babu beda sama model Internasional yang sangat di puja banyak orang." ucap Arini.
" Rin.. aku..
"Arini.." Seru Lusi dengan memakai kursi roda
" Lus, kamu kenapa.?" tanya Refal
" Aku nggak papa Fal, aku malah khawatir sama Arini, takut kenapa-napa." jawab Lusi dengan perasaan cemas.
" Aku nggak papa kok, mba sudah boleh pulang?" tanya Arini.
" Sudah, sebentar lagi ada temen aku jemput. Karena kamu sudah ada Refal nggak papa kan, aku pulang duluan dan barang-barang kita ada di informasi ." ucap Lusi.
" Ah.. iya.. nggak masalah mba, terima kasih sudah jadi teman ku selama aku di sini, tetep kontekan yaa.. pasti akan banyak pertanyaan yang aku mau tanyakan soalnya." ucap Arini menggenggam tangan Lusi.
"Mba juga jaga kesehatan, salam buat semua." ucap Arini
" Iya.. Fal, aku yakin kamu pria yang selalu baik seperti dulu kita sekolah.. jangan sampe kamu lepasin dia yang nyata buat kamu , dan lebih memilih fatamorgana yang belum indah pada waktu kamu bersamanya nanti.Aku yakin kamu tau banget apa maksud aku, jaga Arini dia wanita baik. Aku balik dulu.. bye..!! " ucap Lusi dan melangkah pergi lebih dulu.
" Rin, kita madical cek up.." ucap Refal
" Nggak usah mas, kalau nggak.. nanti aja di jakarta.. aku sekarang pengen pulang, badanku udah lengket dan pengen istirahat, badan aku cape."ucap Arini
" Baiklah, kita ambil barang kamu di informasi kalau gitu, tapi.. nanti sampe Jakarta kita langsung medical cek up." ucap Refal
" Iyaaa..." jawab Arini dengan senyum tipis.
Akhirnya mereka pulang ke apartemen, dan selama perjalanan keduanya saling diam tanpa ada yang mau buka suara.
.
.
__ADS_1
Malam itu terasa berbeda, padahal malam sebelumnya mereka masih bisa ngontrol walau tak banyak tapi.. untuk malam ini benar-benar mereka seperti orang asing.
.
.
Keesokan harinya, pasangan itu sudah siap kembali ke Indonesia. Semua barang mereja pun sudah di rapihkan oleh mereka masing-masing.
Perjalanan panjang itu di lalui mereka dengan tidur, karena memang kwalitas tidur mereka malam tadi tak baik, karena keduanya tak bisa nyenyak tidur.
.
.
Jakarta.
" Semuanya sudah di siapkan Wi..?" tanya Oma Sukma pada menantunya itu.
" Sudah bu, mungkin sebentar lagi mereka sampai dirumah." ucap Mama Dewi.
" Ibu nggak tidur,sudah malam loh bu.. " ucap Papa Angga pada sang Ibu.
" Nggak papa, walaupun larut malam ibu ingin. langsung ketemu mereka." jawab Oma Sukma.
Tak berselang lama, suara klakson mobil terdengar dari luar mansion ,dan benar saja terlihat sebuah mobil berhenti di depan mansion Kesuma. Untuk beberapa saat ,baru menampakkan ke dua orang yang baru pulang honeymoon.
" Omaaaa..!!" pekik Arini dan langsung memeluk Oma Sukma
" Cah Ayu, akhirnya kamu pulang juga.. gimana seru nggak disana? " tanya Oma Sukma antusias.
" Ahh.. Oma, nanti aja yaa.. ceritanya ?" tawar Arini.
" Baiklah,kamu istirahat deh.. Hallo cucu kesayangan Oma ." ucap Oma dan Refal pun memeluk sang Oma erat.
Arini juga melepas rindu dengan Mama Mertuanya dan papa mertuanya.
Untuk sebentar mereka ngobrol ringan dan akhirnya karena malam kian larut akhirnya mereka semua istirahat.
Bersambung
__ADS_1
Besok lagi yaa...