7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
#After Unboxing


__ADS_3

Sementara Refal dengan langkah lebarnya masuk ke dalam gedung Kesuma Group.


Dengan sapaan setiap karyawan saat dia masuk ke dalam gedung itu,sudah pastinya Refal hanya menampakkan wajah datarnya.


" Selamat siang pak." sapa Kalina saat sang bosa muncul setelah jam makan siang


Kalina yang sempat salfok dengan penampilan bosnya yang terlihat tampilan yang begitu segar terlihat.


" Hemmm.. " sahut Refal langsung melangkah masuk dalam ruangannya.


" Wahh.. si bos, nggak biasanya kelihatan habis mandi gitu, siang-siang pula.. astaga please Kalina jangan travelling gitu otak lo.." gumam Kalina dengan mengetuk-ngetuk kepalanya.


" Kalina, kenapa kamu?! "


Teguran itu membuat Kalina sedikit terperanjat dan langsung menoleh pada sumber suara.


" Ehh.. Tuan Tommy,Bagus ,Rizal.. mau ketemu bos ya..? boss nya udah dateng kok." ucap Kalina dengan nyengir kuda


" Kenapa kamu, mengkhayal jorok yaa? "


Goda Rizal


"Ngg... nggak kok tuan, semalem kebanyakan nonton drakor..hehehe." ujar Kalin memberi alasan.


" Kita tau, kamu nggak pandai bohong sama kita Lin, mendingan kamu cerita ke kita dengan padat dan jelas." cecar Bagus.


" Emmm.. maaf tuan, cuma saya tadi salfok sama penampilan tuan Refal kayak habis mandi gitu.." ucap Kalin.


" Wahhh.. pasti kejadian nih ..Refal sama Arini ,pasti berhasil.." ujar Tommy.


Mereka teingat pembicaraan empat sekawan yang membahas hubungan Refal dan Arini.


Flasback on


" Kenapa lo Fal, kayak mikirin sesuatu gitu? tanya Tommy


" Nggak apa-apa." jawab Refal dengan menyandarkan tubuhnya di sofa apartemen Tommy.


" Nggak mungkin lo nggak ada apa-apa,muka lo kusut gitu.. ada hubungannya sama Dinda atau Arini nih? " tebak Tommy.


" Arini, dia makin menjauh.. dan gw ngrasa nggak bisa jalanin rumah tangga kita dengan semestinya." ungkap Refal.


" Lo emang udah pernah nyoba,buat jalanin Rumah Tangga yang sebenarnya sama Arini? setahu gw, lo itu lebih nggak peduli sama keberadaan Arini, coba lo pikir.. pertama lo udah masukin Arini dalam hidup lo, dan lo memanfaatkan masa bulan madu lo ke Paris dan ternyata lo disana terlihat bahagia sama Dinda sementara Arini, lo nggak peduli kan? dan saat Arini lihat lo sama Dinda pun dia berlagak baik-baik saja,padahal Arini pasti ngerasa sedih akan hal itu, walaupun kalian berdua belum saling cinta setidaknya lo hargai dia sebagai wanita dan juga sebagai seorang stri, perasaannya pasti sakit. Tapi,dia harus bisa menerima kenyataan kalau lo nggak pernah ngarepin dia dan dengan menjaga hatinya supaya dia nggak tambah terluka dia bersikap acuh, namun.. pastinya dia masih bisa menempatkan dirinya sebagai istri, pernah kan lo cerita kalau Arini selalu siapin makan dan pakaian lo sebelum dia berangkat ketoko.Itu bentuk kecil dari kewajiban dia yang dia Jalani tapi, lo.. Nol." ucap Tommy panjang lebar.


" Kadang gw lihat Arini sudah berusaha tapi, lo nggak mau tau itu.." tambah Tommy.


" Gw takut dia lebih terluka jika aku memberikan dia perhatian atau sejenisnya." ucap Refal.


" Lo salah Fal, sama aja lo mendzolimi istri lo sendiri, dia berhak atas diri lo..dan lo wajib buat ngasih setidaknya kasih sayang lo setitik aja buat Arini,coba lo dateng lo Tokonya,jemput dia.. ajak ke acara syukuran bangunan samping rumah gw." ujar Rizal.


" Tapi, kalau dia nggak mau gimana? tanya Refal.


" Astaga Fal, bisa nggak sih.. lo itu manis dikit sama Arini ,gw yakin dia bakal mau." ucap Rizal dengan antusias.

__ADS_1


" Okelah.. " jawab Refal singkat.


Sementara ke tiga sahabatnya terlihat tersenyum penuh arti.


Sebenarnya, setelah 4Dara menyusun rencana untuk Arini dan Refal lebih dekat, ketiga gadis cantik itu memberi tahukan rencana mereka, dan para pria sangat mendukung dan pastinya akan terlibat untuk Refal maju juga.


Flasback Off


" Tok tok tok..


" Masuk.. " teriak Refal dari dalam ruangannya


" Assalamu'alaikum.." ucap ketiga sahabatnya itu.


" Wa'alaikum salam ,kalian udah dateng? "


" Wahh.. tuh rambut masih klimis aja, atau jangan-jangan lo abis ujan-ujanana alias ujan lokal.. hahaha.. " ledek Tommy.


" Apaan sih, bisa nggak usah ngledek.. mana tahan gw kalau.... ahhh..sudahlah kenapa bahas rambut basah gw coba." ucap Refal dengan kesal.


" Hahaha..gw tahu lo pasti udah unboxing yaa..?


" Benar, pasti kamu udah nyelem ke kolam susu lo..!! "


" Wah, hujan membawa berkah.. hahaha..


Ketiga sahabatnya itu kini meledek Refal dengan sepuasnya.Namun,Refal menanggapinya dengan senyuman smirknya.


Mengingat kegiatan pagi tadi membuatnya senyum selalu terbit di bibirnya, apalagi mengingat Arini yang begitu polos akan hal yang bersifat yang menjurus ke hal int*m.


Ketiga sahaba lucknat itu pun saling senggol saat melihat ekspresi wajah Refal yang terlihat lebih banyak senyum dan juga terlihat berseri.


.


.


Jam Lima sore Refal sudah pulng dari kantornya,dia langsung memberikan kabar pada Arini jika dirinya akan segera pulang.


Tak butih waktu lama lima belas menit Refal sampai di apartemennya.


Saat masuk dia mengucapkan salam namun,tak ada sahutan dari Arini.


Dengan perasaan penasaran dan khawatir Refal, masuk mencari keberadaan Arini



Ternyata saat Refal ke arah dapur terlihat Arini yang sedang sibuk membuat sesuatu.


" Assalamu'alaikum.." salam Refal yang sudah ada di belakang Arini.


" Wa'alaikum salam.. mas, udah pulang? maaf, aku nggak denger kamu masuk" ujar Arini dan langsung meraih tangan Refal dan mencium punggung tangan suaminya.


" Gimana mau denger, kamu lagi fokus gitu? lagi bikin apa sih, asik banget? "

__ADS_1


" Maaf yaa...aku lagi bikin bolu tiramisu, nanti cobain yaa.. sebentar lagi selesai. Oh.. iya, mas duduk aja aku buatin minum dulu.. "


" Ok.. " ucap Refal dengan singkat dan melangkah ke ruang TV.


Tak lama Arini membawa kopi dan dua potong bolu Tiramisu kehadapan Refal.


" Cobain mas, kalau kurang enak maaf yaa.." ucap Arini dengan menyodorkan makanan yang dia bawa ke Refal.


" Enak kok, makanan yang kamu buat selalu enak" ucap Refal jujur.


Refal dengan senyuman tipisnya menerima apa yang di bawa Arini untuknya, sangat nikmat dan juga senang saat Arini dengan senyuman manisnya dan perhatiannya, saat melayani membuat Refal bahagia.


" Mas, nanti malam ada undangan dari Oma buat makan malam di rumah besar."


" Iya, kita kesana abis magrib aja."


" Oke, aku siapin air buat mandi kamu dulu yaa.. kuenya abisin.. "


" Iya, makasih.."


" Sama-sama "


Arini meninggalkan Refal ke dalam kamar untuk menyiapkan keperluan Refal untuk mandinya.


.


.


Setelah sholat magrib, Arini dan Refal menuju rumah besar.


" Kamu bawa apaan sih? " tanya Refal. mepihat Arini dengan menenteng paper bag di tangannya.


" Bolu Tiramisu buat dirumah besar." jawab Arini.


" Kamu bikin banyak? "


" Cuma 10 loyang kenapa mas?


" 10loyang kamu bilang cuma, astaga..emang nggak capek apa? lain kali nggak usah bawa apa-apa kalau nggak kita mampir beli aja."


" Kamu lupa, kalau kita juga punya toko roti.. udahlah mas, cuma hal kecil juga.. lagian aku juga suka masaknya."


" Terserah kamu, yang jelas jangan sampe kecapean.. emang kamu nggak capek apa..setelah...


" Massss.... please jangan bahas itu lagi, malu aku.." ucap Arini dengan wajah yang sudah memerah.


" Iya, oke.. kalau ngulang boleh kan?"


" Hahh??!!


"Astaga suami ku selain ngeselin,ternyata mesum juga.. " batin Arini dengan melirik Refal yang sedang senyum-senyum *sambil fokus ke arah jalanan yang ramai.


" Punya istri polos, baik hati pinter masak.. mensekati sempurna.Semoga kamu akan bahagian nantinya Rin. " batin Refal dengan melirik Arini yang fokus menatap jalanan dari kaca samping*.

__ADS_1


Kedua orang yang sedang dalam tahap belajar menerima dan mencoba menjalani Rumah Tangga mereka dengan semestinya.


Bersambung


__ADS_2