7 Hari Mencintaimu

7 Hari Mencintaimu
# Membuat Arini sibuk


__ADS_3

Hari keberangkatan Arini dan Refal ke Paris pun tiba.


" Hati-hati disana ya ...sayang."ucap Oma Sukma pada Arini.


" Iyaa.. Oma jaga kesehatan yaa?" ucap Arini dengan memeluk tubuh tua itu.


" Pokoknya, kamu harus bisa...!!" ucap Oma memberi semangat pada sang cucu menantu.


" Mama mohon, apapun yang terjadi.. kamu menantu mama selamanya." ucap mama Dewi memeluk Arini.


" Mama, doakan Arini sama mas Refal terus yaa?!" pinta Arini pada sang ibu mertua.


" Tentu nak, tanpa kamu minta mama, Oma,Papa bahkan semuanya mendukung kamu." jawab mama Dewi dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Arini.


"Kak,have fun yaa.." ucap Zaskia pada kakak iparnya


" Makasih, jaga Oma yaa.." ucap Arini


" Pasti" jawab Zaskia.


Kali ini, Refal dan Arini pergi dengan jet pribadi milik Kesuma Group.Itu semua demi kenyamanan dan privasi pengabtin baru itu.


Setelah semuanya beres, Arini dan juga Refal diantar ke jet pribadi yang mereka akan naiki.


Di dalam jet pribadi itu ada dua pramugari dan juga pilot dan Co pilot.


Fasilitas lengkap dan pastinya tak membosankan dengan penerbangan dengan waktu yang lama.


" Rin, ikut aku.." bisik Refal dengan pandangan tetap memperhatikan 2 pramugari yang di tugaskan sang oma.


Arini dengan cepat mengagguk.


" Tolong jangan ganggu kami, kalau nggak ada yang darurat." ucap Refal memperingatkan dua pramugari itu dengan tatapan tajam


" Baik tuan. " jawab mereka serempak.


Refal membawa Arini ke dalam kamar di pesawat itu, kamarnya pun lumayan luas.


" Mas, kamu ngapain ngajak aku kesini? "tanya Arini penuh selidik.


" Bisa nggak , jangan negatif thinking dulu " seru Refal.


" Hemm.." jawab Arini singkat. " Ada apa emangnya, kok mas bawa aku kekamar gini?" tanya Arini lagi.


" Mereka adalah anak buah Oma, dan pastinya mereka akan melaporkan semua yang terjadi di dalam pesawat ini sama Oma, dan aku nggak mau kalau mereka sampai mengadu pada Oma kalau kita tidak seperti pengantin baru pada umumnya." jelas Refal

__ADS_1


Arini mencerna apa yang di utarakan suaminya itu.


" Ohh... jadi dia takut pramugari itu cerita soal kita berdua yang seperti orang asing,dasar..ternyata dia takut sama Oma." batin Arini


" Rin..malah bengong , kamu denger nggak apa yang tadi aku bilang?" tanya Refal sedikit nggas.


" Ehh.. denger dong, trus aku harus apa dong? " tanya Arini.


" Buat beberapa jam kita di kamar aja." ujar Refal


" Kalau aku lapar? "


" Nanti aku yang bilang mereka siapin makanan,tapi..makannya harus disini. Udah sekarang kamu tidur kek atau nonton drakor atau apalah.. aku mau urus sesuatu." usul Refal.


" Baiklah, aku tidur." jawab Arini


.


.


Setelah panjangnya perjalanan, mereka sampai juga di Bandara Charles de Gaulle, mereka sudah disambut oleh seseorang yang di tugaskan oleh sang Oma untuk mengantar mereka ke apartement mereka yang ada di Paris.


" Kita tinggal disini? "tanya Arini saat mereka sudah sampai di tempat yang mereka tuju.


" Iya, Oma yang suruh kita di sini..ini apartemen punya kamar satu dan mau nggak mau kita harus satu kamar." ucap Refal dengan memasukkan koper ke dalam kamar.


" Kamu mau kalau aku di marahin Oma liat kamu sakit?" ucap Refal dengan sedikit meninggikan suaranya.


" Terus? " tanya Arini dengan wajah cemberutnya.


"Kita satu kamar, satu kasur ,satu selimut.. Puas??!!" seru Refal dengan melangkah pergi meninggalkan Arini.


" Tapi, kamu janji yaa.. kamu nggak akan macam-macam sama aku." ucap Arini memastikan.


" Jangan GR.. kita satu kamar, satu kasur, satu selimut jangan harap aku ke goda sama kamu.!!"


" Yakin ???"


" Yakinlah!! pegang omangan aku." ucap Refal dengan mantap.


" Hemm.. baiklah, mari bersenang-senang Arini.. hihihi." gumam Arini pada dirinya sendiri.


Setelah menyusun semua Pakaian,Arini yang sudah setting alarm waktu sholat selama di Paris saat mendengar alarm berbunyi dan Adzan waktu sholat Ashar akhirnya membersihkan diri dan melaksanakan sholat.


Setelah selesai Arini keluar dari kamar dan mencari keberadaan suaminya.

__ADS_1


Refal yang melihat Arini celingukan kanan kiri, akhirnya dia terpaksa mematikan panggilannya.


" Rin, kamu nyari apa? " tanya Refal.


" Makanan, aku nyari mas.. trus di kulkas cuma ada sereal ,susu ,jus kemasan, air mineral doang, nggak ada bahan makanan apa.. yang bisa dimasak gitu.." ujar Arini.


" Selama disini kamu nggak usah masak, dan semua akan di beli secara online trus, kamu coba makanan khas sini dan juga biasa kan juga lidah kamu ngrasain keju jangan cuma bisa makan tahu sama tempe doang. kan nggak kalau kamu ikut aku lagi keluar negri nggak repot juga." kata Refal dengan panjang lebar.


" Emang mau ngajak aku kemana ? trus.. emang mas mau selamanya kita kayak gini, status suami istri, tapi.. hidup kayak oran asing, buku nikah ada tapi ,rasanya kaya janda sama duda." sindir Arini membuat Refal terpaku dengan kata-kata yang Arini ucapkan.


Arini melangkah meninggalkan Refal dan menuju dapur buat mengambil air mineral di dalam kulkas, tenggorokan nya terasa kering dan juga rasa hatinya pun entah mengapa terasa nyeri. Walaupun belum ada rasa cinta pada Refal, namun.. sebagai wanita berstatus istri.. tentu saja ada sedikit rasa tak terima apa yang sudah Refal lakukan padanya.


" Mungkin takdir ini yang harus aku lewati ,semoga saja Engkau masih memberikan rasa sabar dan ketegaran pada ku ya Robb.. " batin Arini dan menghela nafas panjang terasa sesak di hatinya sungguh menyiksanya


.


.


Sementara Refal yang mendengar sindiran Arini membuat pria itu dilanda rasa sedikit bersalah, dia sudah melibatkan Arini dalam hubungannya dengan Dinda, dan pastinya Refal sadar dia bersikap egois. Memanfaatkan seseorang bukan lah sifat Refal sebenarnya, apalagi Arini yang tak tahu apapun.


.


.


Sejak kejadian itu, baik Arini dan Refal memilih diam dan tak membahas apapun tentang pernikahan mereka.


Kini mereka sarapan di sebuah restaurant dekat dengan apartemennya. Namun, Refal pun ada agenda untuk membuat Arini sibuk selama di Paris.


" Rin,habis ini ada temen aku mau ajak kamu dan aku pastikan kamu pasti suka dan ini pakai bisa buat kamu beli apapun yang kamu butuhkan selama kamu sama dia, dan agenda kamu aku sudah buat full bersama dia jadi kmu disini pasti akan suka. " jelas Refal dengan penuh semangat.


" Aku, trus kamu? Aku sama kamu ikut dalam satu agenda yang kamu maksud kan?" tanya Arini dengan memastikan.


" Kamu sendiri, aku disini ada keperluan juga. Perlu kamu ingat tentang rekaman yang kita buat, dilarang masuk dalam ranah pribadi dan aku percaya kamu masih ingat itu." ucap Refal dengan tegas.


" Baiklah, tapi..walaupun kita masing-masing misal hanya sebagai teman,jangan pernah berbohong..Oke?!! " ucap Arini dengan mengangkat kelingkingnya ke hadapan Refal.


" Janji kelingking? " ucap Arini lagi dengan senyum lebarnya.


" Janji." ucap Refal dengan senyum kikuknya.


Arini mperhatikan Refal yang seperti memiirkan sesuatu, tapi.. Arini akan selalu diam dan bertindak pada saat yang tepat.


Bersambung.


Yuk yang belum Like, Vote di episode sebelumnya kalian Like,Vote yaaa..

__ADS_1


kasih tanda ❤ diterima dengan senang hati.


Jika kamu mau tahu info update terbaru Novel² PusPa Arum kalian bisa Follow IG othor @puzpa_arum


__ADS_2